Mot

19K posts

Mot banner
Mot

Mot

@moo_timomo

Is there still anything that love can do?

Jakarta Katılım Kasım 2020
496 Takip Edilen335 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Mot
Mot@moo_timomo·
• Thread cover lagu • Kalimba & Saxophone Mulai saat ini akan diberi tagar #TimoMoosic untuk mempermudah pencarian
Indonesia
1
0
4
0
Mot retweetledi
Pew
Pew@pewlin_grace·
hidup blonde
Pew tweet mediaPew tweet mediaPew tweet mediaPew tweet media
Indonesia
15
25
219
3.7K
Mot retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
1K
15.8K
35.4K
1.6M
Mot retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Aldi Taher hadir bersama istri dan anak-anaknya. Diundang ke salah satu stasiun tv Dan yang keluar dari obrolan ini jauh lebih dalam dari yang kelihatan di permukaan. Di balik semua gimmick dan konten viralnya: Banyak orang kenal Aldi Taher sebagai sosok yang selalu bikin heboh — lawak, kontroversi, viral. Tapi di episode ini dia bicara soal sesuatu yang jauh lebih berat. Ibunya stroke selama 25 tahun. Bukan setahun dua tahun. Dua puluh lima tahun. Dan di stroke kelimanya leher ibunya sampai miring, makan harus pakai sonde. Saya tidak boleh terlihat sedih di depan ibu saya. Dan Aldi sendiri adalah penyintas kanker. Dan dari dua beban berat itu muncul satu filosofi hidup yang sederhana tapi dalam: Enggak apa-apa disumpahi netizen asal jangan disumpahi langit. Sekasar apapun komentar yang masuk gambar apapun yang dikirim responnya sama: istigfar. Lewat. Selesai. Bukan karena tidak sakit. Tapi karena dia sudah memilih menggunakan energinya untuk hal yang lebih penting merawat ibu yang sakit, menjaga kesehatannya sendiri, dan membesarkan anak-anaknya. Soal istrinya Shika: Shika hadir dan berbicara jujur awalnya kaget dengan haters dan komentar negatif. Tapi lama-lama belajar bahwa memang tidak ada public figure yang bebas dari itu. Dan ada satu kalimat Aldi ke istrinya di akhir yang menurut gue sederhana tapi berat maknanya: Makasih ya sudah jadi istri yang baik, salehah, sudah jadi ibu. Shika nangis. Aldi becanda untuk mencairkan suasana karena memang begitu caranya. Tapi bukan berarti tidak serius. Yang paling gue ingat dari episode ini: Aldi bilang dua hal soal kesetiaan yang menurut gue worth disimpan: Kesetiaan perempuan itu diuji ketika tak berharta. Kesetiaan laki-laki itu diuji ketika sudah segala ada. Dan soal Al-Qur'an yang dia baca rutin: Efek baca Quran ada ujian apapun kita bawa husnuzan sama Allah dan bawa happy aja. Ini bukan motivasi kosong. Ini dari orang yang ibunya stroke 25 tahun dan dirinya sendiri pernah divonis kanker. Di balik semua kegilaan konten Aldi Taher yang sering bikin orang geleng-geleng kepala ada seseorang yang setiap hari bangun dan memilih untuk tidak kelihatan hancur di depan ibunya yang sakit. Yang memilih tertawa bukan karena hidupnya mudah tapi karena dia tahu tertawa adalah satu-satunya cara dia bisa terus berdiri. Dan itu bukan hal kecil.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
112
949
5.6K
398.9K
Mot retweetledi
mociju
mociju@mochizzu__·
🤍
mociju tweet media
QME
4
8
88
561
Mot retweetledi
Naomi #StargazingWithYou
Happy #nomnomday 🫶 MAU SUSHIIIIII I LOVE SUSHIIIIIIII 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 kepala salmon dan salmon sashimi my love 🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝
Naomi #StargazingWithYou tweet mediaNaomi #StargazingWithYou tweet media
English
3
10
53
1K
Mot retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
254
17.3K
40K
1.1M
Mot retweetledi
Arcana Oceanis lagi PO | Asta Ebrahim
ditanya oleh Atta, bedanya apa, kenapa mie ayam tutup, aldi's burger rame? "Qadarullah, sama kaya Atta, AHHA (brandnya Atta Halilintar), itu bukan tutup sebenernya, tapi rezekinya segitu." bagus loh jawaban @alditaher_indo, lapang rezekimu ya bang, makasi udah kasih insight baru soal gagal.
Indonesia
59
1.4K
9.1K
472.9K
Mot retweetledi
TxtdariBekasy 🇵🇸
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi·
Salut sama kakak ini, dia langsung nodong Dekan untuk komitmen nge-DO para pelaku KS jika memang itu konsekuensi hukumnya. Dekan meng-iya-kan saat live berlangsung, artinya ini jadi jejak digital yang disaksikan banyak orang. Hidup Perempuan Yang Melawan!
TxtdariBekasy 🇵🇸 tweet media
Indonesia
139
13.6K
71.3K
921.3K
Mot retweetledi
Vania
Vania@Vaniallie·
🖤🌙
Vania tweet media
QME
6
25
275
1.9K
Mot retweetledi
cacadistya
cacadistya@Cacadistya·
Aku mau bobo dulu ya selamat tidurr
cacadistya tweet mediacacadistya tweet mediacacadistya tweet mediacacadistya tweet media
Indonesia
3
7
246
1.9K
Mot retweetledi
ivan pembaik
ivan pembaik@elladelinho·
𝘪𝘴 𝘩𝘦𝘢𝘷𝘦𝘯 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘯𝘢𝘮𝘦? 𝘰𝘳 𝘪𝘴 𝘪𝘵 𝘥𝘪𝘷𝘪𝘯𝘦? 𓏲ּ𝄢 -at Sportstive+, GOR Soemantri 110426 @Y_CynthiaJKT48 #Cynin🫶🏻
ivan pembaik tweet mediaivan pembaik tweet mediaivan pembaik tweet media
English
0
221
1.4K
12.8K
Mot retweetledi
Cynthia Yaputera
Cynthia Yaputera@Y_CynthiaJKT48·
WAWWW sesi 2 & 3 VC aku udah SO yaaa! Yang belum amanin masih ada sesi 1 yaaa 🤩🤩🤩 yuk ngobrol! Banyak yang perlu dibahas 🤭🫰
Cynthia Yaputera tweet media
Indonesia
49
491
4.8K
39.1K
Mot retweetledi
Mot retweetledi
Abigail Rachel
Abigail Rachel@Aralie_JKT48·
❤️‍🔥 see you vc bulan ini
Abigail Rachel tweet mediaAbigail Rachel tweet mediaAbigail Rachel tweet mediaAbigail Rachel tweet media
English
270
2.5K
10.8K
64.4K
Mot retweetledi
Cynthia Yaputera
Cynthia Yaputera@Y_CynthiaJKT48·
LASTTT MNG! see u next mng! Aw! Excited! #cynin 🤭👋
Cynthia Yaputera tweet mediaCynthia Yaputera tweet media
English
95
786
7.5K
65.7K
Mot retweetledi
Eclipse Idol
Eclipse Idol@Eclipse_aidoru·
“𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘴, 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴” Concept Photos #3 ☀️ 𝐕𝐢𝐧𝐥𝐢 ☀️ ⋆。゚☁︎。⋆𓂃 ོ☼𓂃 Official MV Releases on 17.04.2026 19:00 (WIB) on YouTube #MerayakanSWWGT
Eclipse Idol tweet mediaEclipse Idol tweet media
Indonesia
1
9
23
262
Mot retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil. Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib. Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri. Kasusnya: Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah. Uang itu bukan uang biasa. Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat. Empat dekade tabungan kolektif. Habis dalam satu pengkhianatan. Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya: Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini: Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller. Lalu di mana pengawasan BNI? Ini bukan pertanyaan retorika. Ini pertanyaan teknis yang serius. Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat. Ada prosedur. Ada tanda tangan. Ada konfirmasi kehadiran. Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum. Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank. Dan respons bank yang dikritisi: Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini. Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi. AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya. Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili. Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab. Ini bukan pertama kalinya: Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia. Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif. Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara. Yang perlu dituntut secara konkret: Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan. Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank. Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun. Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi. Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
163
4.4K
8.2K
264.6K