moony 🎀

9K posts

moony 🎀 banner
moony 🎀

moony 🎀

@moonstuf_

•ू♡ love life stuff

Katılım Nisan 2024
49 Takip Edilen10 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
moony 🎀
moony 🎀@moonstuf_·
E book Novel Cantik itu luka Laut Bercerita Aroma Karsa Perempuan di Titik Nol Negeri di Ujung Tanduk Novel Keigo Higashino CUMA 5 RIBU lynk.id/aangraini/90oy… TERBATAS YA #novel #ebook
moony 🎀 tweet media
Indonesia
4
0
11
1.4K
moony 🎀 retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
ALERT 🚨 Situasi terkini di kelurahan hutanabolon kecamatan tukka kabupaten Tapanuli Tengah pukul 21.08 wib Aek gala-gala semakin deras akibat curah hujan semakin deras Jum'at 3 April 2026.
Indonesia
5
37
95
1.4K
moony 🎀 retweetledi
🆔 JJIN_131
🆔 JJIN_131@jjin_0717·
Somebody help me....
English
0
20
50
1.2K
moony 🎀 retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah. 🔥🔥🔥🔥🔥
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
366
14.2K
30.7K
281.8K
moony 🎀 retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
'Bahagia' itu Sederhana, yang Rumit itu 'Gaji 2,5jt dibagi 30 hari'
Indonesia
132
2.6K
15.4K
351.4K
moony 🎀 retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
SUMATERA BELUM MERDEKA Siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan terpaksa mempertaruhkan keselamatan mereka dengan menyeberangi aliran sungai deras Batang Lumpo demi pergi ke sekolah, Rabu (1/4/2026).
Indonesia
14
333
507
3.9K
moony 🎀 retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
21
3.1K
17.7K
305.9K
moony 🎀 retweetledi
💛
💛@GEURlMJA·
wannaone yang udah bubar bisa reuni dengan cukup proper insya Allah mbg juga bisa berhenti beroperasi
Indonesia
120
10.8K
32.3K
310.5K
moony 🎀
moony 🎀@moonstuf_·
Alhamdulillah bukunya udah sampe dan udah mulai belajar. Ada yang udah mulai nyicil buat belajar CPNS 2026 ? Yuk semangat gesss #cpns2026 #alfaiz Baru buka-buka sih sama bukunya, kalo gak malas nanti aku review ya s.shopee.co.id/3LMbMckBtI
moony 🎀 tweet mediamoony 🎀 tweet mediamoony 🎀 tweet media
Indonesia
0
0
0
92
moony 🎀 retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Kondisi Aceh hari ini 2 April 2026
Indonesia
10
366
537
5.7K
moony 🎀 retweetledi
mas jono
mas jono@yogvxp·
Kuliah mahal-mahal sampai S1, diklatsar cpns 2 bulan, pas udh jadi jaksa ga paham istilah dasar kyk gini, emang kalo duit haram hasil nyogok ya outputnya pasti bau tai
GIAN@GKuswaya

JPU nanya kenapa videografer pake istilah bahasa Inggris di RAB-nya 😂 eh bandeng rawa, editing, rendering, color grading itu bahasa industri, bukan kode rahasia mafia internasional. sama aja kayak lo nanya ke dokter: “pak kenapa resepnya pake istilah latin? mencurigakan ini”

Indonesia
58
2.1K
5.1K
91.2K
moony 🎀 retweetledi
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
🚨 BREAKING: tembakan Israel telah menewaskan seorang wanita Palestina di sebelah Timur kamp pengungsi Maghazi, Gaza bagian Tengah. 💔 Serangan Israel menewaskan sedikitnya 700 warga Palestina sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada bulan Oktober 2025. 🥀 📸: @kompascom
Extra Time Indonesia tweet media
Indonesia
39
536
2K
31.1K
moony 🎀 retweetledi
liaa
liaa@liaasister·
Pak @prabowo , ada pesan nih dari ibu Connie . Kata ibu Connie, beliau sering di serang robot (boot) komen di Sosmed , yg kalau di telusuri IP & tempat nya, bersumber dari istana . Apa benar bpk yg nyuruh ?
Indonesia
357
4K
13K
289K
moony 🎀 retweetledi
blackrengers
blackrengers@blackrenge85717·
BERITA TERBARU: Pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kru berita TV di Quneitra, menargetkan wartawan media pemerintah Suriah, dan menembaki demonstrasi di daerah tersebut. IDF membunuh warga sipil Suriah tanpa alasan. 🎥 @Jvnior
Indonesia
7
578
697
11.4K