Smilestuff ☺

25.8K posts

Smilestuff ☺ banner
Smilestuff ☺

Smilestuff ☺

@mscthi

Proud mom|| Let's be treasure who do their best rather than being the best ~Even if we don't make it big at first, i want to grow little by little ~💎

Katılım Ağustos 2020
964 Takip Edilen641 Takipçiler
Smilestuff ☺ retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Kameramennya kurang ajar 😆
Indonesia
251
4.2K
15K
263.1K
Smilestuff ☺ retweetledi
Smilestuff ☺ retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Sampai hafal susunannya 😭😭😭
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
123
4.6K
19K
177.9K
Smilestuff ☺ retweetledi
✨ Widas ✨
✨ Widas ✨@WidasSatyo·
Banyak jejak digital Desak Anies berdiskusi dgn nelayan, petani, pedagang pasar, sampe guru honorer. Jejak digital beliau blusukan juga ada. Ngadain konser jg ada. Anggapan Anies "gak napak tanah" karna cara kampanye yg coba ngajak orang dialog itu justru analisa dangkal.
Mas Hara@Hnirankara

Karna gak napak tanah. Alih2 berdiskusi dengan kaum marjinal, dia lebih suka open forum. Kelen tau gak apa perbedaan telak antara Anies dan Jokowi? Kalo AB kan open forum ya, nah kalo Jokowi tuh blusukan.

Indonesia
83
2.8K
12.9K
236.1K
Smilestuff ☺ retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung. Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini. Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda. Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Anies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet mediaAnies Rasyid Baswedan tweet media
Indonesia
475
4.6K
37.9K
478.8K
Smilestuff ☺ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita dari Pandeglang hari ini yang menurut gue paling menggambarkan betapa rusaknya sistem pemerintahan daerah kita. Seorang pejabat yang berstatus tersangka kasus menabrak kerumunan siswa SD menew4sk4n satu anak dan satu pedagang baru saja dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pandeglang. Bukan dicopot. Bukan dinonaktifkan. Dilantik naik jabatan. Ini faktanya dulu agar tidak ada yang bilang lebay: 30 April 2026. Ahmad Mursidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari. Korban: sembilan orang. Dua meningg4l duni4 Muhamad Milal, seorang siswa. Dan Dewi Handayani, seorang pedagang. 13 Mei 2026 polisi menetapkan Ahmad Mursidi sebagai tersangka setelah gelar perkara. 26 Mei 2026 dua minggu setelah ditetapkan tersangka Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melantiknya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik. Ahmad Mursidi bahkan mengikuti pelantikan secara daring. Tidak hadir langsung. Tapi tetap dilantik. Dan ini yang paling menampar kalimat Bupati dalam sambutannya: "Kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak." "Masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan berdampak." "Jangan terjebak dalam rutinitas kerja." Pidato tentang inovasi. Tentang transparansi. Tentang pelayanan publik yang berdampak. Disampaikan di hari yang sama ketika tersangka kasus menewaskan anak SD dilantik jadi pejabat baru. Tidak ada ironi yang lebih sempurna dari ini. Dan ini yang paling fundamental dan yang paling jarang dibicarakan: Indonesia punya aturan yang sangat jelas tentang pejabat yang berstatus tersangka. PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan berbagai regulasi turunannya mengatur bahwa pejabat yang terkena kasus hukum seharusnya dinonaktifkan bukan dipromosikan selama proses hukum berjalan. Tapi di Pandeglang aturan itu tidak berlaku. Atau lebih tepatnya tidak dianggap perlu untuk dipatuhi. Dan tidak ada satupun pejabat di atas Bupati Pandeglang yang bergerak untuk menghentikan ini. Tidak ada teguran dari Gubernur. Tidak ada intervensi dari Kemendagri. Tidak ada reaksi dari siapapun dalam hierarki pemerintahan yang seharusnya mengawasi. Dan ini yang paling menyakitkan: Muhamad Milal siswa SD yang tew4s pergi ke sekolah pagi itu seperti biasa. Dia tidak tahu bahwa pagi itu akan menjadi yang terakhir. Dewi Handayani pedagang yang berjualan di depan sekolah itu pergi kerja pagi itu untuk mencari nafkah. Dia juga tidak pulang. Dan orang yang menabrak mereka dua minggu setelah ditetapkan tersangka dilantik sebagai pejabat baru oleh pemerintah daerah yang kata-katanya berbicara tentang transparansi dan pelayanan publik yang berdampak. Dampak apa yang dimaksud? Dampak kepada siapa? Dan ini yang paling relevan dengan konteks yang lebih besar: Prof. Siti Zuhro dari BRIN sudah bilang: nawait menjadi pejabat di Indonesia sudah bukan untuk mengabdi tapi untuk mencari kaya dan mempertahankan posisi. Mahfud MD sudah bilang: hukum di Indonesia sudah menjadi sandiwara. Dan kasus Pandeglang ini adalah bukti paling konkret dan paling tidak bisa dibantah dari kedua pernyataan itu. Tersangka menewask4n an4k SD. Dua minggu kemudian dilantik jadi Staf Ahli Bupati. Bupatinya berpidato tentang transparansi dan inovasi. Tidak ada yang menghentikan ini. Ini bukan anomali. Ini adalah sistem yang bekerja persis seperti yang dirancang untuk melindungi orang dalam, bukan untuk melindungi rakyat. Negeri ini sedang dalam kondisi di mana tersangka pembunuhan karena menabrak kerumunan anak SD sampai dua orang tewas bisa dilantik jadi pejabat dua minggu setelah ditetapkan tersangka. Dan tidak ada satu pun mekanisme pengawasan yang bekerja untuk menghentikannya. Bupatinya berpidato tentang inovasi dan transparansi. Gubernurnya diam. Kemendagrinya diam. Semua diam. Yang tidak diam hanya keluarga Muhamad Milal siswa SD yang tidak akan pernah pulang ke sekolah lagi. Dan sistem yang seharusnya memberi mereka keadilan justru mempromosikan orang yang mengambil nyawa anak mereka. Apakah ini negeri yang sedang kita pertahankan? apakah sudah tidak ada keadilan untuk rakyat biasa?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
135
1.6K
2.3K
77.5K
Smilestuff ☺ retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Gini yak, 1. Gua pake fasilitas karna bayar pajak. 2. Pake minyak sawit juga gua beli. 3. Lewat tol juga bayar, gak gratis. 4. Terima gaji dari pemerintah? Sorry yeee, yg ada pemerintah terima gaji dari rakyat. 5. Lu bayaran?
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
179
6.6K
20.3K
235.1K
Smilestuff ☺ retweetledi
gye
gye@chococookiesess·
Jangan tutup mata kalau MBG tuh memotong anggaran pendidikan dan kesehatan. Jangan tutup mata kalau ratusan siswa keracunan karena MBG. Jangan tutup mata karena MBG stok susu di swalayan habis. Jangan tutup mata MBG memakan banyak sekali APBN
Yuki Prisma Anastasya 🦋@MorphoMenelausX

Kenapa gue support MBG? Karena gue menghargai proses demokrasi, dia dipilih mayoritas rakyat Indonesia. Prabowo semenjak kampanye udah ngomong MBG kok, yang milih dengan sadar milih MBG. Terus pada ribet, ribut, ketika dilaksanain. Like what?

Indonesia
97
13.7K
29.1K
399.4K
Smilestuff ☺ retweetledi
🥀
🥀@boxxtoc·
Anak Bupati POSITIF ganja dari hasil tes urine, ketangkep di klub malam, tapi LOLOS PIDANA — BNN : terpapar asap ganja ditoilet kekuatan hukum anak pejabat seajaib itu yah, beda sama rakyat jelata
Indonesia
273
7.9K
25.5K
284.2K
Smilestuff ☺ retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
🚨Kalian harus tahu ini ⚠️⚠️⚠️ DAFTAR PERUSAHAAN SHARLY TJOANDA PENGHANCUR PULAU DI MALUKU UTARA 1. PT Karya Wijaya : menghancurkan Pulau Gebe 2. PT Bela Sarana Permai : menghancurkan Pulau Obi, Desa Wooi 3. PT Amazing Tabara : menghancurkan Pulau Obi, Desa Sambiki 4. PT Indonesia Mas Mulia : menghancurkan Pulau Bacan 5. PT Bela Kencana : menghancurkan Pulau Obi, Desa Soligi Dan masih banyak lagi perusahan cangkangnya yang merusak Sumber: JATAM Total kekayaan Sharly Tjoanda hampir 1 Triliun Rupiah, menjadikannya gubernur terkaya se-Indonesia. Sepertinya Sharly Tjoanda tidak butuh gaji sebagai Gubernur Maluku Utara. Yang dibutuhkannya adalah posisi strategis untuk mengatur regulasi agar bisnis tambang keluarganya semakin lancar.
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
1.3K
28.1K
78.2K
6M
Smilestuff ☺ retweetledi
guru genz
guru genz@txtdarigurugenz·
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana? pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
guru genz tweet mediaguru genz tweet mediaguru genz tweet mediaguru genz tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
280
5.3K
20.6K
1M
Smilestuff ☺ retweetledi
Yaku (idr cms on prog)
Jangan hype lagu MBG yang bahlul-bahlul itu. AI, shallow, dan imo terasa dibuat untuk desensitize masyarakat sama politikus berbahaya. Inget gemoyfication 02? Young voters + lower income class ate that shit up, we can't, CAN'T let that slipped out again.
Indonesia
141
18.4K
39.1K
1.3M