Muggle
985 posts






Di Indonesia sebenarnya ada 2 pinjol yang penagihannya masih tergolong beradab dan punya kebijakan yang cukup jelas. Tapi perlu digarisbawahi dulu: ini bukan ajakan atau rekomendasi untuk pakai pinjol. Pinjol tetap punya risiko tinggi. Kalau tidak siap, bisa jadi masalah besar. Yang dibahas di sini murni dari sisi rekam jejak, mulai dari cara penagihan, layanan customer service, sampai fleksibilitas saat nasabah mengalami kesulitan. 1. Easycash Untuk Easycash, salah satu nilai plusnya ada di customer service yang cukup responsif. Jadi kalau ada kendala, biasanya masih bisa diajak komunikasi dengan baik. Dari sisi bunga kurang lebih mirip dengan pinjol lain. Tapi yang cukup terasa beda itu di cara penagihannya, cenderung lebih manusiawi dan tidak terlalu agresif. Kalau memang lagi kesulitan bayar, sebaiknya jangan didiamkan. Langsung hubungi CS, jelaskan kondisi, dan ajukan restrukturisasi. Biasanya nanti akan diminta beberapa syarat, lalu diproses sesuai kebijakan mereka. 2. JULO JULO ini proses pengajuannya relatif mudah, dengan pilihan tenor yang cukup variatif. Bunganya juga masih di kisaran umum pinjol. Untuk penagihan, biasanya lebih ke arah reminder yang berulang. Memang bisa terasa mengganggu, tapi tidak sampai ke arah intimidatif. Kalau sampai telat bayar dan kasusnya dilimpahkan ke pihak eksternal, di situ biasanya mulai ada ruang untuk negosiasi. Dalam beberapa kondisi, bisa ajukan pembayaran pokok saja, tergantung hasil nego. Catatan penting: Kalau bisa, hindari pinjol kalau memang tidak benar-benar butuh. Jangan sampai gali lubang tutup lubang. Dan kalau sudah terlanjur punya pinjaman dan kesulitan bayar, komunikasi itu kunci untuk kedua pinjol ini. Semoga ini bisa jadi gambaran yang lebih jelas, bukan untuk mendorong, tapi supaya lebih paham risikonya. Diluar kedua pinjol ini, tidak usah ditanya. Haram!



Ekonom sekelas Adam Smith dan David Ricardo pun nyerah bang. Menurut gw solusinya cuma satu: Dukun Penggandaan Uang.
















