MH

15.5K posts

MH banner
MH

MH

@muchlashamidy

Katılım Haziran 2010
489 Takip Edilen609 Takipçiler
MH
MH@muchlashamidy·
Biasane nek wis ngene iki, ono gurune/mbah yai sing ngelingke. Nek losdol berarti wes dijarno utowo pancen gak nduwe guru.
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

@zakkafm awareness, supaya tidak ada lagi yang songong

Indonesia
0
0
0
115
ً
ً@AhlulQohwah·
Adakah dalil qath'i dan sharih tentang wajibnya KHGT?
Booksmu 📚@bukupembaharu

Adanya kesamaan langkah dan ketetapan mengenai 1 Syawal 1447 H di seluruh lini, menunjukkan bahwa @muhammadiyah adalah organisasi yang rapi dan tertib. Kekuatan sistem dalam menentukan penanggalan secara presisi, merupakan bukti kematangan Muhammadiyah sebagai simbol peradaban Islam yang modern. Kalau semua bergerak masing-masing tanpa acuan yang terukur, tidak ada keteraturan sistem dan kesatuan langkah, ketika keputusan pusat diabaikan begitu saja, maka sulit bagi sebuah organisasi untuk menjadi lokomotif kemajuan bangsa.

Indonesia
46
6
42
32.6K
Afif Fuad Saidi
Afif Fuad Saidi@AfifFuadS·
Soal yg lagi rame soal Gus Yaqut, sederhanya begini...
Afif Fuad Saidi tweet media
Indonesia
47
16
39
5K
MH retweetledi
Fauzan Al-Rasyid
Fauzan Al-Rasyid@fauzanalrasyid·
Untuk verifikasi, saya unduh videonya, saya transkripsikan dan terjemahkan dengan bantuan AI. Berikut isi video di bawah ini: Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, mengakui bahwa penyebaran paham Wahabi yang keras oleh negaranya merupakan permintaan dari pihak sekutu, dalam rangka menghadapi meluasnya pengaruh dan penetrasi Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, ia menyatakan bahwa pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya telah menempuh jalur penyebaran paham Wahabi yang ketat. Ia menegaskan bahwa kini saatnya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang semestinya. Dalam pernyataan yang sarat pengakuan, Muhammad bin Salman menyebut bahwa penyebaran paham Wahabi oleh negaranya merupakan sebuah keniscayaan yang didorong oleh kepentingan serta tekanan Barat terhadap Riyadh, guna membendung ekspansi pengaruh Uni Soviet selama Perang Dingin. Akar dari investasi Saudi dalam pembangunan sekolah dan masjid bermula pada periode Perang Dingin, ketika sekutu meminta Arab Saudi untuk memanfaatkan sumber dayanya demi mencegah Uni Soviet memperluas pengaruhnya di negara-negara Islam. Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa Islam itu rasional dan sederhana, tetapi ada pihak-pihak yang mencoba membajaknya.” Dengan demikian, Perang Dinginlah yang, menurut pernyataan Putra Mahkota, mendorong Riyadh melakukan kebijakan tersebut. Namun, saat ini Riyadh harus menanggung konsekuensi dari pemanfaatan dana-dananya oleh Barat dalam perang melawan ideologi komunis. Di sisi lain, terdapat pengakuan terbuka dari sang pangeran muda bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan kepada rezim Al Saud, terkait pendanaan kelompok ekstremis dan teroris secara ideologis, merupakan akibat dari arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa saat ini perlu dilakukan upaya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang benar. Pendanaan terhadap paham Wahabi saat ini, menurutnya, sebagian besar berasal dari lembaga-lembaga swasta yang berbasis di kerajaan, bukan dari pemerintah. Ia juga menyebut bahwa dialog dengan institusi keagamaan telah berlangsung lama. Yang mencolok dari pernyataan-pernyataan ini adalah adanya kontradiksi yang jelas dengan fondasi Wahabi yang menjadi dasar berdirinya Arab Saudi modern. Penafsiran-penafsiran fikih yang khas dari lingkungan Saudi, yang di masa lalu turut memicu konflik dan bahkan menyeret sejumlah negara ke dalam perang saudara multidimensi, seperti di Aljazair pada tahun 1990-an, kini kembali menjadi sorotan. Hal ini memunculkan pertanyaan: apa dampak dari pernyataan Mohammed bin Salman terhadap masa depan arus Salafi, khususnya di Aljazair?
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

KABAR YANG BIKIN KAGET Putra Mahkota Arab Saudi, MBZ, bilang: Dulu kami nyebarin paham Salafi-Wahabi itu karena diminta sama Amerika Serikat, tujuannya buat ngelawan Uni Soviet di tahun 80-an.

Indonesia
154
2.3K
5.9K
495.4K
MH retweetledi
Alo!
Alo!@mhuseinali·
Ali Larijani menggunakan filsafat Immanuel Kant untuk bikin grand strategy keamanan nasional Iran sekaligus doktrin perang asimetris. Edaan anjir. Singkatnya, tahun 2015 pas acara rapat PBB, Ali Larijani ketemu Henry Kissinger. Kissinger tanya kapan Iran akan meninggalkan ideologi revolusioner dan menjadi negara yang pragmatis karena “kelelahan”? Ali Larijani balikin: Kapan Amerika Serikat yang “kelelahan”? Larijani mengacu pada gagasan Immanuel Kant tentang “perpetual peace”, bahwa konflik tidak berakhir karena kemenangan moral, tetapi karena kelelahan. Negara berhenti berperang saat biaya sudah tidak lagi sebanding dengan hasil. Ini jadi pondasi doktrin perang asimetris Iran. Iran ga niat nurut sama Amriki, karena pengen bikin Amriki mundur sendiri. Caranya sederhana: Bertahan lebih lama. Menekan Amrik terus. Membuat konflik menjadi mahal, panjang, dan melelahkan. Kalau lah Trump baca buku ini, pasti dia mikir dua kali buat ngajak Iran perang wkwk.
Murtaza Hussain@MazMHussain

In 2015 an unnamed senior Iranian official met Henry Kissinger in New York and explained Iranian foreign policy vis a vis the United States with reference to Immanuel Kant's idea of perpetual peace at the endpoint of exhaustion from conflict:

Indonesia
38
713
2.7K
144.8K
MH
MH@muchlashamidy·
Sakti sih kalo bener
Indonesia
0
0
0
20