Muhsin Labib
44.7K posts


Mereka beli senjata, beli jet tempur, tapi sebetulnya sama dengan membeli pilot. Karena yang mengendalikan pesawat yang dibelinya juga digunakan oleh penjualnya. Jadi hanya sekadar pindah tempat dengan transaksi jual-beli. Begitulah posisi negeri-negeri Teluk ketika membeli senjata. Mereka terlalu lembek, terlalu manja, atau juga terlalu bodoh untuk menggunakan senjata-senjata canggih buatan Amerika itu.

Indonesia

They buy weapons, fighter jets, but in reality, they're buying pilots. Because the person who pilots the aircraft they buy is also the person who sells it. So, it's simply a matter of changing locations in a sales transaction. That's the position of the Gulf states when it comes to arms purchases. They're too soft, too spoiled, or simply too stupid to use these sophisticated American-made weapons.
English

Iran kini berdiri di ambang fase nothing to lose—posisi paling berbahaya yang pernah dihadapi sebuah bangsa. Bukan hanya Iran. Bangsa mana pun yang dipaksa mempertahankan napas terakhirnya akan meledakkan seluruh daya tahan yang dimiliki, melampaui logika, melampaui perhitungan, bahkan melampaui kematian itu sendiri. Naluri bertahan hidup pada tingkat kolektif mampu menyatukan masyarakat yang terpecah belah menjadi satu tubuh yang menggelegar, satu jiwa yang membara. Apalagi Iran: sebuah peradaban kuno yang telah berkali-kali dibakar oleh invasi, dicekik sanksi, dikubur isolasi, dan dihantam tekanan berlapis sepanjang sejarah modernnya—namun selalu bangkit dengan luka yang semakin dalam dan dendam yang semakin suci.
Indonesia



