Cheezy retweetledi

Ini yg kejam siapa? Harusnya pemberi kerja tanggungjawab.
Guntur Sugoro, seorang satpam di Kota Medan, Sumatera Utara, yang menjadi korban begal bersenjata api, pulang dari rumah sakit dengan kondisi peluru masih bersarang di tubuh. Dia tidak mampu membayar biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah.
Guntur dirawat di RSUD Pirngadi Medan sejak diserang begal pada Senin (11/5/2026). Ia pulang pada Selasa (19/5/2026) sore, dan kini menjalani rawat jalan.
“Sore kemarin pulang karena dokter bilang udah bisa. Kata dokter banyak pasiennya juga yang pelurunya masih bersarang di dalam,” ujar Guntur, Kamis (21/5/2026).
Sebelum dipulangkan, tubuh Guntur terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan tidak ada infeksi akibat luka tembak.
“Katanya peluru itu timah model tajam, tapi enggak berbahaya di dalam tubuh,” ucapnya.
Sementara, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, Pemerintah Kota Medan sudah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang tata cara pembayaran klaim pelayanan kesehatan, yang isinya menanggung biaya pengobatan korban kejahatan jalanan atau begal.
Dana itu bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Medan.
“Selama ini, masyarakat sering dihadapkan pada kenyataan pahit. Selain menjadi korban kekerasan, biaya pengobatan akibat tindak kriminalitas seperti begal kerap tidak di-cover BPJS Kesehatan,” ucap dia dalam keterangan tertulis, Kamis.

Indonesia

































