Muti

32.1K posts

Muti banner
Muti

Muti

@mutiiadia

Let Go and Let God | umbi-umbian

Bogor, Jawa Barat Katılım Mart 2010
585 Takip Edilen503 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Muti
Muti@mutiiadia·
Sepertinya perlu mendedikasikan diri buat update jualan mamak! Mama biasa antar jemput anak sekolah. Tp krn pandemi Covid-19, mama jd beralih jualan makanan. Yg pny kegiatan pengajian, arisan, rapat rt, lamaran, atau bahkan kawinan boleh bgt pesen banyak sama mamaku 🥰
Indonesia
1
2
0
0
Muti retweetledi
Bardan - Digital Marketer
Bardan - Digital Marketer@bardanslm·
percayalah ini chat yg dinanti pejuang garis dua :') dulu saya: - setiap istri mau kasih surprise berharapnya dikasih poto garis 2 - setiap istri mau dapet berharapnya enggak dapet 🥹 - baca2 terus ciri2 hamil seperti apa, cocoklogi ke istri udah coba program hamil kesana kemari keluar uang lumayan banyak blm berhasil, sampai akhirnya di titik pasrah setelah 3 tahun qadarullah Allah percayakan kaya mimpi rasanya. smg temen2 pejuang garis 2 Allah kasih jalan dan kemudahan ya 🤲🏻 anyway selamat buat kakaknya smg anak dalam kandungan dan ibunya sehat2 sampai lahiran 😇
acii@moneycrazyyyy

"gacor juga gua"

Indonesia
39
80
1.8K
200.6K
Muti
Muti@mutiiadia·
@gantykan Kak masih ada kaah?
Indonesia
3
0
0
441
Muti retweetledi
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini. Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur. Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh. Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras. Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56. Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi. Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang. Ironinya adalah pada sistem logistik kita. Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil. Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat. Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi. Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala. Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak. Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer. Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil. Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan. Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan. #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️ tweet media
Cilandak, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
228
4.1K
6.7K
648.4K
Muti retweetledi
Media Indonesia
Media Indonesia@mediaindonesia·
Sejumlah mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) mulai memadati luar gerbang Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 5 September 2025. Mereka menggelar aksi demo terkait tuntutan rakyat 17+8. mediaindonesia.com/politik-dan-hu…
Indonesia
1
4
9
2.4K
Muti retweetledi
dr. Gia Pratama
dr. Gia Pratama@GiaPratamaMD·
Banyak pertanyaan yang nadanya serupa, datang dari saudara, kerabat, teman, bahkan orang yang tak begitu dikenal. "Gia, Fira, sudah punya anak belum?" "Fira sudah hamil?" "Sudah isi belum, Fir?" Aku sebenarnya tak terlalu terganggu. Aku tahu, nyawa itu hak prerogatif Tuhan. Tapi aku khawatir Fira akan kepikiran. Maka malam itu, dalam suasana kamar yang tenang, aku bertanya pelan, "Sayang, kamu terganggu enggak sih sama pertanyaan-pertanyaan tadi?" "Lumayan, kepikiran juga." Jawabnya sambil berusaha senyum. Aku memandangnya penuh kasih. "Gak perlu terbebani. Karena pertanyaan kayak tadi bakal terus ada. Bahkan setelah punya anak pun, akan ditanya lagi, kapan anak kedua, ketiga, dan seterusnya." Fira menggenggam tanganku. "Bukan itu Sayang yang bikin aku kepikiran, aku berharap, kalaupun sampai aku enggak bisa punya anak, jangan tinggalin aku, ya." Aku langsung memeluknya. "Enggak, Sayang. Kalau kita belum punya anak, itu bukan salah siapa pun. Kita usaha dan berdoa. Jangan pikir aneh-aneh. Kamu adalah rumahku, dengan anak atau tidak." Lalu, dengan nada ringan agar tak membuat malam jadi terlalu serius. aku ingin berbagi sesuatu yang sering aku pelajari, "Say, kamu tahu enggak? Otak laki-laki dan perempuan itu beda banget cara kerjanya." Dia menatapku dengan penuh rasa ingin tahu. "Oh ya? Gimana tuh?" "Otak laki-laki itu seperti kumpulan kotak-kotak kecil. Ada kotak isi mobil, kotak isi kerjaan, kotak isi keuangan, kotak isi istri, dan kotak isi hobby seperti sepak bola." Fira mendengarkan serius. "Prinsipnya untuk laki-laki, dia akan susun kotak itu sedemikian rupa agar setiap kotak tidak bersentuhan sama sekali. Sehingga Kalau ada dua laki-laki bertemu, maka masing-masing hanya akan mengambil 1 kotak bahasan dan hanya bahas isi kotak itu saja. Satu kotak sekali buka." Fira tertawa kecil. Aku lanjut, "Sementara otak perempuan, itu kayak gulungan kabel kecil berwarna-warni yang tersambung semuanya. Everything is connected to Everythiing. Jadi lagi mikirin satu hal, bisa nyambung ke seribu hal lainnya. Lagi bahas keuangan bisa nyambung ke mertua ke hobby suami dll, dashyat banget koneksinya. Dan aliran listrik kabel-kabel itu diperkuat oleh sebuah daya energi bernama EMOSI." Fira ketawa lagi. Dia menepuk pelan lenganku. "Ooh gitu yaa, Pantes ya aku gampang ke-trigger sama hal-hal kecil." "Iya. Dan kamu tahu enggak, laki-laki itu punya satu kotak paling favorit. kotak itu akan kita akses kapanpun kita sempat. Namanya kotak KOSONG. Dan Isinya literally nothing." Fira terkejut. "Maksudnya gimana?" "Jadi, kalau aku tiba-tiba bengong, ganti-ganti channel TV cepat banget, atau buka buku cuma satu menit, itu artinya aku lagi di kotak kosong. Enggak mikir apa-apa." Fira ngangguk2. “Kayak kalau kamu liat laki-laki lagi di kursi depan indomaret, atau kamu liat laki-laki mancing berjam-jam, percayalah itu mereka lagi mengakses kotak kosong mereka masing-masing.” Dia tertawa. "kalau gitu Boleh enggak aku masuk juga ke kotak kosong kamu?" Aku ikutan tertawa. "Enggak bisa, Sayang. Kalau kamu masuk, pasti kamu bawa barang, bawa pikiran, bawa pertanyaan. Itu jadi kotak isi, bukan kosong lagi." Kami tertawa bersama. Malam itu terasa ringan. "Dan soal stres pun kita beda. Kalau laki-laki stres, dia akan masuk ke kotak kosongnya. Butuh ruang, butuh diam. Sementara perempuan, harus cerita. Harus diselesaikan lewat kata-kata. Makanya, banyak laki-laki bingung saat istrinya cerita panjang lebar. Mereka pikir harus kasih solusi. Padahal perempuan hanya ingin didengarkan." Fira mengangguk-angguk lagi. "Bener banget itu." Aku menatapnya. "Itu kenapa aku cerita ini. Supaya kita saling ngerti. Supaya kita tahu cara jaga hati satu sama lain. Karena cara otak kita bekerja beda, cara sayang kita juga beda. Tapi kita bisa belajar untuk saling mengisi." Fira menggenggam jemariku. "Trus apa yang terjadi pada Otak yang terganggu oleh penyakit? Jadi mengganggu kepribadiannya karakternya?"
Indonesia
12
241
704
61.3K
Muti retweetledi
dr. Gia Pratama
dr. Gia Pratama@GiaPratamaMD·
Yth, teman-temanku para Suami. Lambat laun, aku paham, ada bahasa yang tak diajarkan di sekolah kedokteran. Bahasa yang tak punya kamus, bahasa tak bisa dicari di Google, tapi nyata dan penting: Bahasa mata seorang istri. Iya betul, memang lebih mudah kalau semua keinginan diucapkan. Tapi bahasa mata tak butuh kata. Cukup tatapan. Tatapan lapar yg bukan soal makanan. Tatapan lelah yg bukan soal fisik. Tatapan kecewa yg butuh dipeluk, bukan diceramahi. Tatapan ingin bicara, meski bibirnya tertutup rapat. Kita bukan Paranormal, kita bukan Cenayang. Tapi Kalau diniatkan, bisa kok. Seperti belajar bahasa baru. Awalnya canggung, kadang salah paham, tapi makin lama kita akan afal. Dan saat kita bisa menerjemahkan sinyal itu dengan benar, istri akan merasa dimengerti tanpa perlu menjelaskan. Dan itu, LUAR BIASA artinya bagi Kekasih kita masing-masing. Peka itu kemauan. Peka itu Keinginan. Peka itu bukan lemah. Peka hanya bagian dari tanggung jawab kita sebagai suami. Kalau kita bisa pahami bahasa mata istri, kita tak perlu banyak berdebat. Tak akan pernah perlu saling menyakiti lewat kata. Tugas kita sebagai imam justru jadi lebih mudah, karena kita tahu kapan harus tegas, kapan hanya cukup mendengarkan. Memang susah di awal. Tapi tentram ke depannya. Dan untuk rumah tangga, ketentraman itu sungguh tak ternilai harganya.
Indonesia
17
255
767
65.3K
Muti
Muti@mutiiadia·
BEM SI ngapain lagi lah 😑
Indonesia
0
0
0
421
Muti
Muti@mutiiadia·
@gtuajalah Takut akutu ketemu anak corporate 😆
Indonesia
1
0
0
21
Kang Nu
Kang Nu@gtuajalah·
@mutiiadia Bilang donk aku anak Humas Kementerian. Mo apa kalen 😆
Indonesia
1
0
0
31
Kang Nu
Kang Nu@gtuajalah·
Ajaib pisan bapak2 dn ibu2 corporate ngajak maen Padel besok jam 6 pagi teh. Atuda kira2 weh 😂
Indonesia
3
0
1
577
Muti
Muti@mutiiadia·
@gtuajalah Tapi bukan anak mankom wkwk
Indonesia
1
0
0
108
Kang Nu
Kang Nu@gtuajalah·
@mutiiadia Tuh jam 6 pagi, dr Harjamukti turun stasiun Kp.Rambutan gowkeun naik gojek ke sebrang ANTAM. Lanjut gawe ke Rasuna Said mut 🤣
Kang Nu tweet media
Indonesia
1
0
0
112
Muti
Muti@mutiiadia·
@PNS_Ababil Business at its finest 🤣
English
0
0
1
231
Muti
Muti@mutiiadia·
@sdenta Lucu bgtt dark jokes ini 🤣
Indonesia
0
0
0
45
Muti
Muti@mutiiadia·
@Widino Hidden gem perbatikan. Sayang bgt gak ramai dikomersilkan. Barusan bgt habis dr kampung batik ini. Lgsg pingin jadi kepala dinas pariwisata.
Indonesia
0
0
0
171
Dino
Dino@Widino·
Jalan kaki malam di sekitaran kota lama semarang tuh menyenangkan ya. Oh, karena weekend jadi jalanan ditutup dari kendaraan bermotor, seru hunting foto-foto cantik.
Dino tweet mediaDino tweet mediaDino tweet mediaDino tweet media
Indonesia
154
278
2.4K
185.5K
Muti
Muti@mutiiadia·
@PTJASAMARGA di tol purbaleunyi sekitar KM 114+800 - 115 ada satu cone tergeletak melintang di lajur kiri arah bandung. Tolong diangkut bikin kagok
Indonesia
1
0
0
42
Muti
Muti@mutiiadia·
Memaafkan tentu. Saya jadi punya bekal bahwa ke depan, bukan hanya sekolah saja yang perlu diseleksi, tapi memilih tenaga pengajar yang akan mengajari keturunan kita juga perlu dilakukan. Dulu, saya belum tahu trauma, cuma tahu guru "killer". Tapi, cukup berhenti di saya.
Indonesia
0
0
0
49
Muti
Muti@mutiiadia·
Semakin dewasa, saya paham, beberapa orang tua terdahulu, termasuk para pengajar, mungkin kesulitan menyampaikan cara mengajar. Mungkin informasi dan teknik mengajar tidak semassif sekarang. Tapi, trauma masa lalu itu membekas.
Indonesia
1
0
0
57
Muti
Muti@mutiiadia·
Ini benar sekali. Dulu, waktu sd diantara tahun 2001-2003, pernah diajar oleh guru bahasa inggris yang super 'killer'. Beliau selalu kasih tugas menghafal kosakata baru setiap pekan dan akan diuji pekan berikutnya. Konsepnya baik, tapi caranya, untuk saya, anak sd saat itu, ngeri
Philomena D.@PhilCatDev

Saya kelahiran 1946. 50 tahun lebih saya bekerja sebagai guru dan pembimbing konseling. Kalau kamu dihukum secara fisik oleh orangtua & guru ketika muda dan merasa itu tidak apa - apa, artinya kamu *tidak* tidak apa - apa.

Indonesia
1
0
0
355