nabs retweetledi
nabs
4.2K posts

nabs
@nblrgh
no act, no process, no success
indonesia Katılım Nisan 2012
1.5K Takip Edilen310 Takipçiler
nabs retweetledi

@lilaccountz perjalanan untuk mudik kali ini sebenernya pengen buka bareng orangtua dirumah, kebetulan lagi safar jadi ya qodarullah paling iftar bareng istri dan anak dijalan apa aja nanti anak yang pengen maem
Indonesia
nabs retweetledi

Ini menjawab yang komen "CNG sudah lama dipakai di Taxi, aman koq, ndak ada yg meledak".
Betul di taxi dan Bus Transjakarta aman. Sejak awal kan saya tidak mengingatkan soal tabung CNG di Taxi/Bus, tapi tabung CNG 3kg di tangan Ibu Rumah tangga. Dua hal yang berbeda.
Kalian tidak akan pernah melihat, tabung CNG digotong-gotong supir taxi, untuk diisi di stasiun pengisian gas (SPBG). Atau kalian tak akan melhat ada tabung CNG di Bus, dibogkar dan diganti dengan tabung baru setiap gas CNG-nya habis.
Tabung CNG di Taxi/Bus itu statis, tidak dibongkar pasang selama usia pakai masih layak (lolos inspeksi).
Karena tabungnya statis, artinya tidak ada risiko bongkar pasang instalasi pemipaan dari regulator CNG ke ruang pembakaran mesin. Bandingkan dengan ibu-ibu yang harus membongkar pasang selang gas antara tabung bertekanan tinggi (250 bar) dgn kompornya. FYI: Regulator CNG dan selang gas CNG memiliki spesifikasi khusus yang jauh berbeda dengan LPG.
Tabung CNG yang nempel statis di taxi/bus dibawa ke SPBG untuk diisi ulang oleh operator terlatih, bersertifikasi HSE dan paham karakteristik gas bertekanan tinggi. Bedanya dangan tabung CNG 3kg? Tabungnya di bongkar pasang di rumah, di ganti ke warung/pangkalan, sementara di pangkalan dilempar-lempar dan ditumpuk-tumpuk. Jelas beda safety nya kan?
Tabung di Taxi/Bus mudah diinspeksi. Saat diisi, operator SPBG akan melihat kartu inspeksinya, jika tidak ada, operator SPBG pasti menolak mengisi. Lha di pangkalan atau agen, apa yakin mereka akan inspeksi kondisi tabung yang jumlahnya banyak setiap hari, yang karena berpindah-pindah dan cara penangannnya wajib diinspeksi fisik (visual) juga inspeksi mikroskopis (jika tabung Type 4).
Itu lah perbedaannya.
Sangat berisiko tabung CNG 3kg dengan tekanan 200-250 bar ditangani Ibu Rumah Tangga.
Ini belum saya jelaskan risiko teknis operasi di dapur akibat pemakaian tabung CNG Type 4.
Memang type 4 ringan, dengan kekuatan lebih baik dari Type 1 yang dari baja, tapi risikonya bukan lagi di kemampuan menahan tekanan 250 bar, tapi di risko handling distribusi dan operasi di dapur yang berbahaya.
Tabung CNG type 4 itu dari serat karbon komposit di bagian luar, memang kuat menahan tekanan, tapiiiii tidak kuat menahan goresan, dan benturan.
Tabung Type 4 tidak bisa diseret, dilempar, apalagi kena benda tajam. Belum lagi pengikat antar serat karbon (lem khusus semacam epoksi) juga tidak kuat menahan zat kimia yang bersifat asam dan basa, dimana zat semacam itu banyak terdapat di dapur dan digunakan ibu-ibu di dapur.
Karena besarnya risiko, maka tak ada negara di dunia memakai tabung CNG 3kg atau ukuran apapun untuk dipakai di dapur-dapur dan ditangani Ibu Rumah tangga.
Salam
FK
Note: Gambar hasil produksi AI dengan memasukan variable perbedaan penanganan di Taxi dan Dapur

Indonesia

nabs retweetledi
nabs retweetledi
nabs retweetledi

Bayangkan jika kita bisa lihat isi kepala setiap manusia yang kita temui di perjalanan, akankah kita jadi lebih baik ke sesama?
Unggahan ini bukan tentang informasi layanan MRT Jakarta atau pengenalan Kawasan TOD, tapi pengingat sederhana bahwa pada akhirnya kita semua adalah manusia yang berbagi ruang dengan kisah yang berbeda-beda.
Mereka yang kita temui di jalan memikul beban dan masalahnya masing-masing. Mari jadi lebih baik, lebih pengertian, lebih berbaik sangka.. sehingga hidup jadi lebih bermakna.
Diunggah dalam rangka memeringati Bulan Kesadaran Kesehatan Mental (Mental Health Awareness Month) Sedunia (1 Mei-31 Mei 2026).
#MRTJakarta
#UbahJakarta

Indonesia
nabs retweetledi

Sempat menjadi perbincangan di medsos, terungkap sudah sosok yang memiliki cooler bag ASI dan dibawa dalam tangis oleh seorang pria.
Ternyata cooler bag ASI itu milik almarhumah Ibu Tuti Anitasari dan sosok pria itu adalah suaminya, Aji Nugroho. Turut berduka cita sekali lagi untuk keluarga yang ditinggalkan. Untuk suami dan anak almarhumah, tetap tabah ya 🥀🥀


Indonesia
nabs retweetledi
nabs retweetledi
nabs retweetledi
nabs retweetledi

Kadang kita lupa, di balik foto kecelakaan itu ada orang yang lagi terluka dan keluarga yang mungkin lagi cemas nunggu kabar. Nggak semua momen harus dibagikan ke media sosial, apalagi yang bisa menyakiti orang lain. Yuk lebih bijak, tahan dulu keinginan buat upload, dan pilih untuk lebih empati❤️
#pmiselalubantu

Indonesia

@tanyarlfes biasanya emang dari adapternya si yang kurang bagus, ane pernah beli yang oem juga sama aja, jadi kayanya kudu apik nyimpennya, terakhir beli acer yang odm sampe skg aman si, difoto ini yang rusak coba cek ini link di online sapa tau awet
s.shopee.co.id/3LN9c9p7vW

Indonesia


























