𝙉𝙙𝙖

3.1K posts

𝙉𝙙𝙖 banner
𝙉𝙙𝙖

𝙉𝙙𝙖

@ndacgh

30'𝙨 𝙖𝙣𝙙 𝙇𝙞𝙛𝙚 |

Indonesia Katılım Mart 2013
58 Takip Edilen22 Takipçiler
Rilwan
Rilwan@Real1_balogun·
When Germany got eliminated from the group stage in Euro 2000, they pressed a hard reset button. Bild called them “the worst team in the history of mankind”. Oliver Kahn said “when it comes to outstanding players, we neither have the quality nor the quantity”. That was under Erich Ribbeck, a man not many Germans fancied, but respected. Germany simply went to work after the Euros embarrassment. It was a rude reawakening. They'd been warned for a long time that their talent generation had stalled. They were thrashed by Croatia in the last 8 at France 98. What did they do after their new millennium woes? The “Extended Talent Promotion Programme”. German professional clubs and the German FA spent €48m on this programme every year. They spend more on it now. It’s expensive but very promising. They figured their search for talent was narrow. They were not finding enough gems. Their concentration was too focused on the centre. And talented Germans were in the lower cadres. For example, Miroslav Klose who was their star at the 2002 World Cup was playing amateur football at 21. He didn't play academy football. He played local football before joining Kaiserslautern reserves. In 2001, he made his Germany debut and became the hallmark of the revival of German football — a system that now democratises access for every talent. Many like Klose had gone without notice. When they switched policies and went deeper in their search, Jorg Daniel, the Director of the Extended Talent Programme said; “If the talent of the century happens to be born in a tiny village behind the mountains, from now on we will find him." They lived that quote. They invested in coaching education. The Extended Talent Programme also made it compulsory for every professional German football club to have and maintain a centre of excellence. They developed two systems known as “Stützpunkte” for the regional talent centres, and the ones run by the German clubs in Bundesliga and 2. Bundesliga. These are known as “Leistungszentren”. They built 366 Stützpunkte and hired 1,000 coaches paid by the DFB. The best local footballers are found and sent to the Stützpunkt and if they do well, they'll be sent to the Leistungszentren which is run by the elite sides. Germany scouts hundreds of thousands of talents as a result, and have an endless stream of football players. Today, it's hard to see a good football talent in Germany who's not on their radar. The system spelled out a rule on the number of German talents they must have, the number of physios, coaches, and how those clubs should relate with local schools to get talent. They also bore the risk of losing their license if they didn't follow these rules. What this did for German football is the access we see today. It's now become a very cosmopolitan football team. A team that has players of varying roots, yet one love for the country that's made them. The man who shone in 2002, Klose had Polish roots. They also had their first African-born player. They've had players of Turkish, Nigerian, Polish, Sierra-Leonean, Togolese, Ivorian, Tunisian, etc roots play and perform well for them ever since. Fantastic talents whose parents came from different parts of the world have since represented Germany and they look good for it. Young coaches also became more accepting of the norm. They want to succeed. England’s hard reset after its stark failure between 2008 and 2012 led to the EPPP. It has worked for them so far. You may have talents in a country but you must find a way to bring them together. You must find a way to find them. My name is Rilwan, I love and write about football systems, memories and the depths behind the game. Follow me and repost if you want more of this.
English
26
312
1.7K
183K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@SpieltagIndo Juve Milan kalau mau ambil pemain lokal klub lain digetok harga mahal, bahkan ada yg kasih klausul kontrak anti Juve. Di jual ke EPL lebih murah, gak kuat lama, balik lagi jd medioker balik ke Italy main di klub kecil. Di timnas sampai gak ada pemain Milan skrg.
Indonesia
0
0
0
698
Spieltag Indonesia
Spieltag Indonesia@SpieltagIndo·
Jerman sempet ada di era dimana core pemainnya mostly dari Bayern, tim terbaik di Bundesliga. Dan memang hasilnya bagus di 2010-2016 Belakangan core-nya udah bergeser dan lebih merata. Bahkan bbrp kali (termasuk FIFA matchday ini) Stuttgart jadi penyumbang pemain terbanyak Perlukah fans Jerman khawatir juga? Atau tetep pede karena seenggaknya punya pelatih yg ide permainannya lebih baik drpd Italia? 🤔
L. Musaddad A. Sadat@labiebsadat

Ya intinya selama core permainan Italy isinya pemain medioker kayak Bastoni, Di Marco, Barella & Frattesi ya Azzurri gak bakal kemana-mana ye… Suck!

Indonesia
20
11
136
17.1K
Berita Sepakbola Dunia
Berita Sepakbola Dunia@gilabola_ina·
Sebutkan pemain top Dunia yang belum pernah bermain di ajang FIFA World Cup. Dimulai dari: Gianluigi Donnarumma
Berita Sepakbola Dunia tweet media
Indonesia
239
21
525
96.5K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@ibamhariri @labiebsadat Lvl strikernya jg kalah kalau dibanding dg tim eropa lain yg lolos pildun. Dulu ada Montella, Signori, Chiesa, Di Vaio yg sering bersaing capocannoniere tapi sulit reguler nembus timnas, kini cuma punya striker naturalisasi, Kean yg model striker odong-odong dan striker mentah.
Indonesia
0
0
0
698
ibam hariri
ibam hariri@ibamhariri·
@labiebsadat Donnarumma akan terus berada dibawah level Buffon. Bastoni jauh dibawah standar kualitas bek hebat Italy; Maldini, Nesta, Canna & Chiellini. Barella overrated, lawan Marchisio aja gak akan tembus.
Indonesia
26
7
27
26.6K
L. Musaddad A. Sadat
L. Musaddad A. Sadat@labiebsadat·
Ya Allah, ya Rabb….. 😭😭😭😭 Italy ga lolos ke World Cup untuk ketiga kalinya…
L. Musaddad A. Sadat tweet media
Indonesia
23
15
100
7.9K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@FandomID_ Kalau sesama pelatih Italy, dia masih kalah kalau adu kejeniusan taktikal saat ketemu head to head dengan jidat kerut Allegri di liga dan UCL. Cuma menang sekali pas Allegri masih pegang Cagliari.
Indonesia
0
0
0
655
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@direktoridosen @FandomID_ @SerieA_Lawas @Info_SerieA @bahaspemainbola @gilabola_ina @GIBOLofficial @myshawti @iPoopBased @MiskinTV_ @idn_abroad @JCIndonesia @UNJ_Official @perum_damri Daripada bikin blueprint revolusi buat sepak bolanya seperti mulai ngilangin gaya dinosaurus, case wasit, regulasi pemain muda dan asing, tiap musim malah lebih sibuk nyari kesalahan satu klub, karena bosnya Ceferin masih sakit hati ke Agnelli yg khianatin bikin Super league.
Indonesia
0
0
2
522
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
ITALIA tidak kalah, tapi sedang berbenah. Saya kira, @FandomID_, @SerieA_Lawas, @Info_SerieA kurang fasih, dalam memahami kekalahan italia semalam. kok saya melihatnya ada upaya utk menyenggol ketua FIGC, pak Gabriele Gravina. Kegagalan Italia tidak boleh dipandang sebagai kelalaian federasi, melainkan sebagai bentuk keberanian FIGC dalam melakukan modernisasi total. Selama bertahun-tahun, sepak bola italia terjebak pada kejayaan masa lalu, dan FIGC saat ini sedang mengambil langkah sulit dengan membongkar pondasi lama yang sudah usang. Proses transisi ini memang menyakitkan, namun ini adalah pengorbanan yang diperlukan demi menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih segar. Federasi justru sedang bekerja keras melindungi bakat-bakat muda dari tekanan beban sejarah, memberikan mereka ruang untuk beradaptasi dengan filosofi permainan baru tanpa harus dipaksa meraih hasil instan yang semu. Justru di titik inilah kita melihat komitmen FIGC dalam membangun pondasi jangka panjang yang lebih stabil. Mengubah arah kapal besar seperti sepak bola Italia membutuhkan waktu dan kesabaran, bukan sekadar pergantian pelatih atau kebijakan reaktif. Situasi saat ini adalah bukti bahwa federasi lebih memilih membangun sistem yang berkelanjutan daripada sekadar mengejar kualifikasi dengan cara-cara lama yang tidak lagi efektif di level dunia. Dengan mendukung langkah ini, kita sedang berinvestasi pada masa depan di mana Italia tidak hanya sekadar "lolos", tapi kembali sebagai kekuatan yang dominan dan relevan dengan perkembangan zaman. rispek mr. gravina menyala terus FIGC 🔥
Dosen Kesayanganmu tweet media
Football Fandom@FandomID_

Italia dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia 2026. Ini berarti Italia tidak lolos Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, yaitu edisi 2018, 2022, dan sekarang 2026. Terakhir kali Italia bermain di Piala Dunia: • VAR belum digunakan dalam sepakbola • Gianluigi Buffon masih aktif bermain • Lamine Yamal baru berusia 7 tahun • Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masing-masing berusia 27 dan 29 tahun • Barack Obama masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat • Real Madrid baru memiliki 10 gelar Liga Champions… sekarang sudah 15 • Gianluigi Donnarumma masih berusia 15 tahun • Susilo Bambang Yudhoyono masih menjadi Presiden Indonesia • Erick Thohir masih jadi Presiden Klub Inter Milan • Joko Widodo masih berstatus sebagai Gubernur DKI Jakarta • Gibran Rakabuming Raka masih berjualan martabak • @direktoridosen masih mencari jatidiri • @strootsys belum jadi sarjana • @garistengah_id belum punya gelar MM, bahkan belum sarjana • Saya masih jadi penulis untuk Yahoo! sebelum akhirnya di akhir tahun, Yahoo! menutup kantornya di Indonesia

Indonesia
60
34
139
153K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@SerieA_Lawas Federasi korup, klub instan pemain asing, taktik dinosaurus dipelihara sampai dibawa ke timnas, disaat yg lain taktiknya berkembang. Dr bnyk bakat winger att muncul Bernardmessi, Berrardi, Orso, Chiesa sampai nanti ada Elimoghale cuma kelihatan jd bakat wah sj di usia muda.
Indonesia
0
0
3
686
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@adamrmgh @SiaranBolaLive Di lokal jd bromance Marotta, di UEFA dpt jabatan jadi babu kesayangan Ceferin. Bodoh amat ya sama pengembangan kwalitas liganya. Yg penting satu tim itu masih stabil di atas.
Indonesia
0
0
0
82
Siaran Bola Live
Siaran Bola Live@SiaranBolaLive·
❌ 2018 ❌ 2022 ❌ 2026 ITALIA GAGAL LOLOS KE PIALA DUNIA 3X BERUNTUN!! 🥀🥀🥀 APA MASALAHMU ITALIA???
Siaran Bola Live tweet media
Indonesia
143
55
403
40.2K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@TouchlineX Yah pantas akun jelek, tiap kasih peringkat pemain ngaco, nyebut nama pemain aja juga salah.
Indonesia
0
0
0
6
Darren
Darren@MUFCDarren_·
🚨 Alessandro Del Piero on Italy’s third World Cup miss in a row ❌🇮🇹 “Italy is now the laughing stock of international football. Missing three World Cups in a row is genuinely unforgivable. How can a nation like this miss out on a whole generation of World Cups? Four-time winners haven’t scored a World Cup goal in 20 years. We used to have world-class players, but today the players are very average.”
Darren tweet mediaDarren tweet media
English
358
2K
22.7K
1.7M
✊️
✊️@MamatAlkatiri·
Buffon masih jadi kiper italia terakhir di piala dunia 😔
Indonesia
17
25
286
10.5K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@Info_SerieA @FIGC Oh gak masalah gak lolos pildun selama itu Gravina masih dpt jabatan jd kaki tangan Ceferin di UEFA.
Indonesia
0
0
0
1.2K
Info Serie A Italia
Info Serie A Italia@Info_SerieA·
Seperti yang telah kita prediksi sekian lama, finally… 🎉 ITALIA GA LOLOS PIALA DUNIA 🎉 🇮🇹 Hattrick coyyyy 🇮🇹 @FIGC ayo mau alesan apalagii????
Info Serie A Italia tweet media
Indonesia
202
118
776
163.3K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@idextratime Bastoni jd tumbal lah ini, lagian adu pk pressure tinggi pemain muda dulu yg suruh ambil pertama.
Indonesia
0
0
0
498
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
Italia gagal lolos ke Piala Dunia lagi. 😭😭😭😭😭
Extra Time Indonesia tweet mediaExtra Time Indonesia tweet media
Indonesia
598
392
5.7K
330.5K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@MamatAlkatiri Wkwk pemain dari mana itu yg dpt red sama miss penalti🤡. Lagian adu pk pressure tinggi malah pemain muda dulu yg suruh ambil 1st take.
Indonesia
0
0
1
110
✊️
✊️@MamatAlkatiri·
Astagaaaaa deg degan, come on azzurrrrriiiiiiii
Italiano
6
1
27
3.1K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@agusfaizin93 @SiaranBolaLive Kalau musim itu nama penghargaanya best striker, dan Henry kalah dr Sheva, Raul, Nistelrooy mungkin bisa jd perdebatan. Tapi ini buat semua pemain, dan itu yg vote Nedved buat peringkat 1 unggul absolut, lebih dari 3x lipatnya Henry, dan harusnya sudah gak jadi perdebatan.
𝙉𝙙𝙖 tweet media
Indonesia
0
0
0
30
Agusfaizin93
Agusfaizin93@agusfaizin93·
@ndacgh @SiaranBolaLive Saya gak bilang Henry lebih layak .paling tidak di situ ada perdebatan.sama kayak 2010 .2013 .2019 .2020 .2023 .kalo Ramos . neymar.suarez .di THN berapapun mereka gak ada yg layak .dan gak ada yg memperdabtkan .gitu maksud saya
Agusfaizin93 tweet media
Indonesia
1
0
0
88
Siaran Bola Live
Siaran Bola Live@SiaranBolaLive·
Master No BallondOr, siapa lagi yang layak masuk list?
Siaran Bola Live tweet media
Indonesia
238
13
425
42.6K
𝙉𝙙𝙖
𝙉𝙙𝙖@ndacgh·
@agusfaizin93 @SiaranBolaLive Masih heran sama yg debatin Henry 2003 dpt ballon d'or. Emang ikut jd saksi nonton bola di tahun segitu.. Lvl Epl masih di bawah serie-a, Arsenal cuma juara FA, di UCL gak lolos dari fase grup. Tahun itu Nedved juga gila-gilanya gendong Juve scudetto dan ke final UCL.
Indonesia
2
0
0
116
Agusfaizin93
Agusfaizin93@agusfaizin93·
@SiaranBolaLive Xavi Iniesta .layak di prdebatkan di THN 2010 .Henry 2003 .Ribery 2013 .lewy hrusnya dpat 2020 Totti 2006 kros 2016 vandick 2019 halland 2023 .slain itu gak ad yg perlu di perdebatkan soalnya ini penghargaan semusim dimna musim itu di lebih baik dri pmain mnapun bkan seluru karir
Indonesia
5
1
9
1.7K