snow onsen

4.3K posts

snow onsen banner
snow onsen

snow onsen

@nesnowons

🍵❄️ your local guy

Katılım Ekim 2023
1.3K Takip Edilen88 Takipçiler
Pink Bourbon
Pink Bourbon@pinkbourbon8898·
They're right for Japan, Korea, and Singapore. Those guys source 75% of refined products from the Persian Gulf. Hormuz closes, they bleed. But Indonesia is a different story entirely. Yes, Indonesia imports refined products. Pertamina's refining capacity doesn't fully cover domestic demand, so Pertalite and Solar get bridged through imports. The Hormuz shock hits that. Real exposure. What makes Indonesia different is this. Indonesia's actual risk from this isn't supply. It's fiscal. If oil prices spike because Hormuz stays closed, the government's subsidy bill for Pertalite and Solar expands. Wider deficit, rupiah pressure. That's the bear case for Indonesia, and even that's manageable. The bull case is what nobody is talking about. Indonesia runs B40 right now. 40% of every liter of diesel consumed domestically is palm oil biodiesel, not petroleum. When oil spikes, the incentive to push toward B50 or B55 gets stronger overnight. Import volume drops. Indonesia self-hedges using its own CPO supply. No other country in Asia has this. Not Korea, not Japan, not Singapore. Then there's coal. When Hormuz disrupts LNG and oil flows into Asia, the fastest lever available to power generators in Japan, Korea, and India is gas to coal switching. Indonesia is the world's largest seaborne thermal coal exporter. ADARO, ITMG, PTBA, BUMI don't suffer from this scenario. Export volumes go up. Realized prices go up. Royalty revenue to the government goes up. Same logic on LNG. Indonesia exports from Bontang and Tangguh. When Middle Eastern supply gets disrupted, the spot premium on non Gulf LNG widens. Indonesian cargoes price up. Same logic on CPO. High oil equals strong biodiesel demand globally equals strong CPO prices. Indonesia and Malaysia control 85% of global supply. You see, Indonesia pays more for refined product imports. Fiscal subsidy pressure rises. Rupiah is a watch item. Those are real negatives. But Indonesia earns more on coal exports, earns more on LNG spot, earns more on CPO, and reduces net petroleum import volume through accelerated biodiesel blending. The terms of trade move in Indonesia's favor, not against it. The conventional take is "Indonesia is a net oil importer so oil shock is bad." The correct take is Indonesia is a net energy exporter in the commodities that directly substitute for disrupted Persian Gulf supply. A sustained Hormuz closure improves Indonesia's aggregate energy trade position, not deteriorates it. Happy Sunday and Happy Easter.
HFI Research@HFI_Research

Goldman on oil.

English
65
792
2.8K
433.6K
snow onsen retweetledi
Hikari Taiyo☀️
Hikari Taiyo☀️@HikariTaiyo_ch·
I WANT HOLOSTARS BACK
English
16
1.2K
7.3K
101.6K
snow onsen
snow onsen@nesnowons·
@69teamnoname69 @NoriKei16 in my days watching the stars back then, yes, they were very much unhinged, its a nice breakoff of absurdity and laughs from the more heartwarming wholesome or safe laughs side of hololive
English
1
0
2
255
snow onsen retweetledi
estin 🎵 boogeyman of darkshiptwt
antis are either: white stupid cannot speak english at all under 17 or all of the above
English
50
255
1.4K
13.9K
snow onsen
snow onsen@nesnowons·
@KalanaraDika bagusnya mereka dipisah mana yang idol mana yang indie sih menurut gw, dan dibedakan berapa uang pasokan, supaya jelas dan bisa didorong mana anggota yang mereka bakal invest in lebih banyak. ngga itu jg, talent2nya juga bakal bebas mau milih take it slow atau jadi idol gitu
Indonesia
0
0
1
39
snow onsen
snow onsen@nesnowons·
@KalanaraDika tapi ada adisi gw bg, menurut gw, ada beberapa kesalahannya di talent starsnya jg, dari segi direksi kan mereka digerakin sebagai grup, tapi anggotanya banyak yg malesan dan nggak ambisius, susah juga ngegerakin grup idol kalau yang inisiatif cuman seuprit
Indonesia
1
0
1
38
Kalanara Mahardika 🎬✨
4 tahun tidak ada gen baru Holostars. Holostars ID pun tidak ada kabarnya. Sekarang, Holostars JP kehilangan support. Sementara, kita kedatangan EOS dan Pandavva, yang bisa jadi membuktikan bahwa: Cover Corp itu skill issue dalam menangani Vtuber cowok. Gimana tuh detailnya? -------- Sebelum lanjut, mari kenalan dulu sama konsep psikologi bernama Efek Pygmalion. Intinya sederhana: kalau kamu percaya seseorang bisa berhasil, kamu akan memberikan dukungan yang bikin mereka benar-benar berhasil. Ekspektasi tinggi → dukungan besar → performa tinggi → ekspektasi makin tinggi. Siklus positif yang terus berputar. Kebalikannya disebut Efek Golem. Ekspektasi rendah → dukungan minim → performa rendah → "tuh kan, emang nggak bisa." Lingkaran setan. Dan Cover Corp sedang menjalankan dua efek ini secara bersamaan, di perusahaan yang sama, di waktu yang sama. -------- Jadi, Holostars JP (versi cowok dari Hololive) baru dapat pukulan berat. Semua fasilitas besar dicabut, mereka harus jalan tanpa dukungan. Ibarat anak ditinggal bapaknya beli susu. Hal kebalikannya terjadi. Maret 2026. Hoshimachi Suisei Anniv ke-8. Hadiah dari Cover? Agensi pribadi bernama Studio STELLAR. Manajer talenta khusus dari Nerd Inc. Otonomi penuh untuk karier solo. Tetap di bawah payung hololive, tapi bebas nentuin arah sendiri. Cover bilang ini untuk "elevating VTuber culture to the next level." Iya naik level, tapi party member-nya nggak semua diajak. "Tapi kan Suisei emang perform bagus, wajar dong dapat lebih?" Iya, itu betul. Pertanyaannya, apakah Holostar pernah dapat kesempatan yang setara? Support minim → viewership kecil → dianggap nggak potensial → support makin minim. Terus yang disalahin Vtubernya? Kayak nggak ngasih makan ikan, terus marah karena ikannya nggak kurus. Kasihan banget gak sih? Ketimpangannya nggak cuma di Jepang. Hololive ID diperlakukan ibarat anak emas. Holoh3ro (Kobo, Kaela, Zeta) dapat outfit baru bernuansa fantasy. Anya di ulang tahun ke-5 dapat special guest Hatsune Miku di 3D Birthday Live-nya, Maret 2026. Holostars ID? Nggak pernah ada. Bahkan nggak ada bocoran bakal ada atau enggak. Padahal Hololive ID sudah 5+ tahun berdiri. Sinyalnya jelas: vtuber cowok bukan prioritas Cover Corp, di mana pun itu. Tapi di sinilah situasinya jadi ironis. Faktanya, vtuber cowok indie Indonesia justru lagi booming. Kenalan sama EOS (Eon of Stars). Harris Caine, Gingitsune Gehenna, Souta, dan Mikazuki Arion. Per 1 Januari 2026, mereka kompak lepas dari agensi. 24 Januari 2026, debut sebagai EOS. Penonton berkurang? Enggak, malah semakin bersinar. Lalu ada Pandavva. 5 vtuber cowok indie yang debut 30 Januari 2026, digagas Arjuna Arkana. Nama mereka semua diambil dari tokoh Pandawa dalam pewayangan Mahabharata: Arjuna Arkana, Yudistira Yogendra, Bima Bayusena, Nakula Nalendra, Sadewa Sagara. Konsep keindonesiaan yang kental dan langsung bikin komunitas ramai sejak hari pertama. Mereka sukses, karena mereka percaya dan totalitas dengan konsep dan eksekusi yang mereka lakukan. Cover Corp punya modal miliaran yen. Tapi nggak percaya pasar male vtuber Indonesia ada. Sementara kreator indie, modal Wi-Fi kos-kosan, buktiin pasarnya ada dan ramai. Bener-bener bukti nyata Efek Golem & Pygmalion. EOS dan Pandavva nggak pakai capital raksasa untuk exist. Mereka cuma ngerti satu hal yang Cover Corp kayaknya belum mau akui: Penonton Indonesia sudah siap untuk vtuber cowok lokal yang keren, dan mereka sudah datang. Seandainya Cover memberikan Holostars perlakuan yang sama: kepercayaan, investasi, kesempatan yang setara. Siapa yang bisa bilang hasilnya nggak akan berbeda? Nggak ada yang tahu, karena mereka nggak pernah mencoba. Kayak speedrun any % gagalin divisi sendiri. Itu artinya, apa yang menimpa Holostars bukan kegagalan pasar, tapi kegagalan imajinasi Cover Corp. -------- Menurutmu gimana? Apakah benar Cover menganaktirikan Vtuber cowok? Atau hasil risetku ini lebay? 😌
Indonesia
59
461
2.3K
165.8K
snow onsen
snow onsen@nesnowons·
@rizal456987 @RanMiyashita cowo collab ama cewe pun ga ngaruh vrok, modelan holostars cowo mayoritas mageran dan nggak ambis, palingan modelan astel doang yg bakal aktif collab dll, susah ngegerakin segrup kalo yang inisiatif jg cuman seuprit
Indonesia
0
0
0
70
rizal
rizal@rizal456987·
@RanMiyashita Holostars tapi yang gw liat sebenernya yang paling ga berkembang itu JP, Salah satunya ya karena fans Holo sendiri, kaya nge haramin talent cowo sama cewe Collab , belum emang dukungan prusahaan yang kurang.
Indonesia
1
0
0
465
RanMYSH 🏵️🐈open writing commission!
"Male vtubers are fated to fail." Elu liat male vtuber dari Indonesia, fans nya, CCV nya, duitnya... 🙄😒 Emang Cover aja sih skill issue, ga tau cara manage HOLOSTARS...
Indonesia
27
288
2.2K
32.5K
snow onsen
snow onsen@nesnowons·
@hi23479282 @JayStock17 in a population of dudes the “jobber” archetype will always be predominant, as the ambitious, more “leader” type are those who strive for more and more like astel are rarer
English
0
0
0
52
Nguyễn Hải Linh
Nguyễn Hải Linh@hi23479282·
@JayStock17 Yeah I remember watching this clip. It seems like some Star members lack ambition. So it's not fair to blame the Company entirely
English
1
0
16
3.6K
snow onsen
snow onsen@nesnowons·
@JayStock17 they shouldve just recruited talents who want to be idols & make separate indie-oriented vtubers who still needs their support as a different market product entirely so like, those who prefer to work alone and non idol like fuma to be indie, while astel be put in an idol group.
English
0
0
2
872
snow onsen retweetledi
CaptArgo24 🇨🇦
CaptArgo24 🇨🇦@CaptArgo24·
Friendly reminder, Schlep used a tragedy of 8 victims dying and more injuries to say it was Roblox's fault, 12 hours before anything about it came out. NO excuses to say he was just trying to "help"... Now isn't the time for this crap #roblox #RobloxDev x.com/mark_slapinski…
English
7
55
331
104.3K
snow onsen retweetledi
sei
sei@sunrexford·
🃏: i’m holostars plz plz plz 😭😭😭
English
26
5.9K
38.9K
1.6M