Sabitlenmiş Tweet

Seorang tokoh Persia, Mani, pada abad 3:
1. Mengklaim sebagai Nabi Terakhir, penutup para nabi
2. Mempercayai Yesus dan nabi-nabi lainnya
3. Menganggap wahyunya bentuk final dan universal untuk seluruh dunia
4. Meyakini ajarannya menyempurnakan ajaran para nabi
5. Sebelum ritual doa memiliki praktik penyucian ritual yang melibatkan air
6. Berdoa menghadap matahari/bulan
7. Punya ritual doa harian yang beragam seperti 4x sehari
Menariknya, Mani tumbuh dalam lingkungan sekte Elcesaites, sekte Yahudi-Kristen Gnostik, bahkan orangtua Mani adalah anggota dari sekte ini. Konsep Roh Kudus digambarkan secara unik/mistis, kadang menyerupai figur malaikat. Menggunakan sebagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan menafsirkannya ulang.
Menurut catatan Hippolytus of Rome, seorang penyebar ajaran Elcesaites bernama Alcibiades of Apamea dikisahkan menerima wahyu dari malaikat yang sangat besar, yang disampaikan dalam bentuk sebuah kitab suci.
Kemiripan-kemiripan ini dengan Islam kerap memunculkan diskusi tentang keterkaitan historis agama-agama ini.🤔

Indonesia
















