Doubleu

19.7K posts

Doubleu banner
Doubleu

Doubleu

@nezlliw

Berbeda Pendapat itu Halal.

Jakarta Capital Region Katılım Temmuz 2010
394 Takip Edilen226 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
Seorang tokoh Persia, Mani, pada abad 3: 1. Mengklaim sebagai Nabi Terakhir, penutup para nabi 2. Mempercayai Yesus dan nabi-nabi lainnya 3. Menganggap wahyunya bentuk final dan universal untuk seluruh dunia 4. Meyakini ajarannya menyempurnakan ajaran para nabi 5. Sebelum ritual doa memiliki praktik penyucian ritual yang melibatkan air 6. Berdoa menghadap matahari/bulan 7. Punya ritual doa harian yang beragam seperti 4x sehari Menariknya, Mani tumbuh dalam lingkungan sekte Elcesaites, sekte Yahudi-Kristen Gnostik, bahkan orangtua Mani adalah anggota dari sekte ini. Konsep Roh Kudus digambarkan secara unik/mistis, kadang menyerupai figur malaikat. Menggunakan sebagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan menafsirkannya ulang. Menurut catatan Hippolytus of Rome, seorang penyebar ajaran Elcesaites bernama Alcibiades of Apamea dikisahkan menerima wahyu dari malaikat yang sangat besar, yang disampaikan dalam bentuk sebuah kitab suci. Kemiripan-kemiripan ini dengan Islam kerap memunculkan diskusi tentang keterkaitan historis agama-agama ini.🤔
Doubleu tweet media
Indonesia
0
0
0
694
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
GodLogic menjelaskan sebuah kesalahpahaman yang cukup umum, baik di kalangan Muslim maupun sebagian orang Kristen sendiri: anggapan bahwa adanya subordinasi antara Bapa dan Putra otomatis berarti Yesus bukan Allah. Padahal, dalam teologi Kristen klasik, perlu dibedakan antara subordinasi relasional/fungsional dan subordinasi ontologis. Gereja sejak awal menolak gagasan bahwa Putra lebih rendah dalam hakikat ilahi daripada Bapa (seperti ajaran Arianisme). Sebaliknya, para Bapa Gereja menjelaskan bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus memiliki hakikat ilahi yang sama (homoousios), namun dibedakan dalam relasi pribadi dan peran dalam karya keselamatan. Misalnya, Putra disebut “diperanakkan” oleh Bapa secara kekal, tetapi ini bukan berarti Putra adalah makhluk ciptaan atau lebih rendah dalam keilahian. Konsili Nikea (325 M) justru menegaskan bahwa Putra adalah “Allah dari Allah, terang dari terang, Allah sejati dari Allah sejati.” Ketika Alkitab menggambarkan Yesus taat kepada Bapa atau menerima perutusan dari Bapa, itu dipahami dalam konteks Inkarnasi dan ekonomi keselamatan—yakni peran-Nya sebagai Sang Putra yang menjadi manusia—bukan sebagai bukti inferioritas esensi ilahi-Nya. Karena itu, keberadaan subordinasi dalam aspek relasi atau fungsi tidak dengan sendirinya menyangkal doktrin Tritunggal maupun keilahian Kristus. Yang ditolak oleh iman Kristen adalah subordinasi dalam hakikat (essence), bukan pembedaan pribadi atau relasi dalam Tritunggal.
Beloved of God@Edenlife9

“Does Jesus have a God, yes or no?” “Yeah he submits to the father”

Indonesia
0
0
0
33
Doubleu retweetledi
Jay49er
Jay49er@Jay_49erTikTok·
🚨STUDY FINDS GIRLS REACHING PUBERTY MUCH OLDER DURING MUHAMMAD'S TIME. credit:@InspiringPhilos @ExploringReali2 The “Evolution, Development and Timing of Puberty” study does not prove that 9-year-old girls were normally mature in Muhammad’s time. It points the other way. Muslim apologists often blur the timeline FROM THIS STUDY. They cite the study’s discussion of Paleolithic girls possibly reaching menarche between 7 and 13, then quietly smuggle that into 7th-century Arabia. The actual trend is simple (see graph): In harsh pre-modern societies with poorer nutrition and health, puberty generally came later, not earlier. The major drop in puberty age is a modern phenomenon caused by improved diet, health, and living conditions. The study/graph shows that maybe less than 1% would be 11 years old, and the average would be more between 14-15 years old. Historically, pre-modern puberty was usually closer to the mid-teens, not age 9, during Muhammad's time. SEVERAL SCHOLARS AGREE: see image Credit : @InspiringPhilos
Jay49er tweet mediaJay49er tweet mediaJay49er tweet media
English
10
18
76
3.6K
Doubleu retweetledi
Beloved of God
Beloved of God@Edenlife9·
What kind of doctrine allows a man to put his male member in-between the thighs of a child still weaning?
English
63
360
1.3K
18.7K
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
TEOFANI – KRISTOFANI TUHAN menampakkan diri kepada tokoh-tokoh seperti Samuel, Musa, Abraham, dan Yakub, bahkan digambarkan berbicara secara sangat personal. Dalam teologi Kristen, sebagian penafsir melihat beberapa peristiwa ini sebagai teofani (penampakan Allah), bahkan kristofani (penampakan pra-inkarnasi Kristus), khususnya ketika sosok yang menampakkan diri berbicara sebagai Allah namun juga tampak sebagai manifestasi yang dapat dijumpai manusia. 1 Samuel 3:21 Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya. Keluaran 33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya... Kejadian 32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: ”Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Kejadian 17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Kejadian 48:3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf: "Allah, Yang Mahakuasa telah menampakkan diri kepadaku di Lus di tanah Kanaan dan memberkati aku." Kejadian 18:1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Yohanes 1:18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya
Indonesia
0
0
0
40
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
Kagum dengan wanita ini selalu menpertanggungjawabkan imannya dengan cerdas dan elegan 👏
Indonesia
0
0
1
24
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Indonesia
0
0
0
70
Doubleu retweetledi
Shahriq Khan
Shahriq Khan@RealShahriqKhan·
RANT INCOMING. Let me be real for a second. Imagine someone breaks into your house, steals your blueprints, copies your furniture, builds their own version, and then calls YOU the imposter. That’s how Islam is. Islam borrows the prophets, the scriptures, the Messiah, and then says the original was corrupted. But if the foundation is fake, why does the whole structure depend on it? The Quran says Jesus was born of a virgin, healed the blind, raised the dead—and even breathed life into a clay bird (Surah 3:49). That is a callback to the garden. Because in Genesis 2:7, only God breathes life into dust. So what are we looking at? Just a prophet, or something more? And here’s the issue: The Quran doesn’t actually tell the full story of Jesus. It assumes you already know it. No parables.
No disciples.
No cross.
No resurrection. Just fragments. So now you have a system referencing a story it doesn’t fully contain. Then it says: God gave the Torah and the Gospel (Surah 3:3).
 People should judge by the Gospel (Surah 5:47).
 Muhammad is told to ask those who read the earlier scriptures if he doubts (Surah 10:94). So which is it? If the Bible is corrupted, why is it being used as a reference point? You don’t get to rely on a foundation and then call it broken. That’s not consistent. At some point, you have to ask: If everything keeps pointing back to Jesus, maybe He isn’t a supporting character. Maybe He’s the center.
English
34
109
406
9K
Doubleu retweetledi
Tal Oran
Tal Oran@travelingclatt·
Labour DID THIS to British Patriots 🇬🇧 STARMER MUST GO! @TRobinsonNewEra
English
418
4.1K
20.5K
348.3K
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
Ayub 11:7-9 Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit—apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati—apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.
Indonesia
0
0
0
36
Doubleu retweetledi
ARJUNA SATU
ARJUNA SATU@OneLove4Human·
Terima kasih Abu Janda telah nampakan wajah Islam toleran. Terima kasih juga kepada Buya Syakur Yasin alm, Gus Dur, Islah Bahrawi, Deni Siregar cs. Hormat saya untuk kalian 👍
Indonesia
23
34
121
3.2K
Doubleu retweetledi
chunguskitten
chunguskitten@chunguskitten·
In the beginning was the Tao, And the Tao was with God, And the Tao was God. And the Tao was made flesh And dwelt among us... The Gospel of John, translated from the Chinese Bible
chunguskitten tweet media
English
16
134
1.1K
28.1K
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
Memang kajian mengenai Two Powers in Heaven sangat menarik. Sebelum saya menjadi Kristen, ini salah satu konsep yang membantu saya memahami bagaimana gagasan tentang pluralitas dalam identitas ilahi bisa dibicarakan dalam konteks monoteisme Yahudi. Sebelumnya, pemahaman saya keliru: saya mengira tidak ada sama sekali akar teologis dalam Yudaisme bagi konsep keilahian yang kemudian berkembang dalam Kekristenan. Kajian ini memberi saya jawaban bahwa realitas historisnya jauh lebih kompleks. Tentu, mengatakan bahwa Two Powers in Heaven “identik dengan Trinitas” itu simplifikasi berlebihan—jelas berbeda. Tidak ada yang serius dalam kajian akademik yang menyamakan keduanya secara mentah. Yang sedang dibicarakan adalah kontinuitas konseptual dan perkembangan teologis, bukan identitas doktrin. Pertanyaan historisnya bukan “apakah Yudaisme Second Temple sudah mengajarkan Trinitas Nicene?”—jelas tidak. Pertanyaannya adalah: apakah dalam Yudaisme periode Second Temple ada kategori-kategori teologis yang membuka ruang bagi kompleksitas dalam keesaan Allah? Dan banyak akademisi menjawab: ya, ada. Figur seperti Memra (Firman), Wisdom (Hikmat), Son of Man dalam Daniel 7, Angel of YHWH, hingga diskursus yang kemudian disebut Two Powers in Heaven, menunjukkan bahwa monoteisme Yahudi pada periode itu tidak sesederhana model unitarian rabinik yang belakangan menjadi dominan. Ironisnya, justru Yudaisme Rabinik pasca kehancuran Bait Kedua—sebagian sebagai respons terhadap munculnya Kekristenan—semakin memperketat batas monoteisme dan menolak spekulasi semacam itu sebagai heterodoksi (shtei rashuyot ba-shamayim / “dua kuasa di surga”). Perlu diingat bahwa Rabbinic Judaism yang kita jumpai hari ini hanyalah salah satu perkembangan dari Yudaisme periode Second Temple, bukan satu-satunya representasi dari lanskap Yudaisme saat itu. Faktanya, Yudaisme abad pertama bersifat plural, bukan monolitik. Ada Pharisaic Judaism, Sadducean Judaism, Essene, apocalyptic Judaism, diaspora Judaism (misalnya Philo), serta gerakan Yahudi pengikut Yesus mula-mula (Notzrim/Nazoreans), yang pada fase awalnya juga lahir dari matriks Yudaisme. Karena itu, kurang tepat jika Rabbinic Judaism modern diperlakukan sebagai satu-satunya tolak ukur untuk mendefinisikan seluruh spektrum keyakinan Yahudi abad pertama. Kekristenan mula-mula tidak muncul dari vakum teologis, melainkan dari lanskap Yudaisme yang memang jauh lebih beragam dan dinamis daripada yang sering dibayangkan. Jadi poinnya bukan “orang Yahudi dulu itu Kristen terselubung,” tetapi bahwa Kekristenan tidak muncul dari kehampaan intelektual, melainkan dari konteks teologis Yahudi yang nyata, hidup, dan beragam. Ia lahir dari dunia Yahudi yang memang sudah bergumul dengan kategori-kategori identitas ilahi yang lebih kompleks daripada yang sering diasumsikan hari ini.
Indonesia
0
0
2
39
Doubleu retweetledi
Jay49er
Jay49er@Jay_49erTikTok·
This was a really good live and very informative. I’d recommend everyone watch it on @Acts17David’s channel. IP and Rogers gave some really good nuggets on Two Powers, Daniel 2, and more. Also, I believe @ExploringReali2 will be doing a deep dive on Two Powers in Heaven today on @InspiringPhilos’ YouTube channel. I’m not sure what time yet, but hopefully he’ll let us know here. Christians, go watch it. There has been significant new scholarship and evidence showing that Two Powers in Heaven, and multiplicity within God, was once part of mainstream Jewish thought, not some fringe Christian invention. This is something we are often asked to show and prove
Dr. David Wood@Acts17David

We're LIVE! youtube.com/live/6k9rfI4YY…

English
3
5
30
4.3K
Doubleu
Doubleu@nezlliw·
@rahmawatipoda @bagaswaras_s @Andria75777 gaada imam syafii ngomong gitu kochak, itu perkataan hoax yg sering dinisbatkan ke imam syafii padahal realnya gaada, sama kayak “ulama yg benar adalah ulama yg dibenci kafir” itu juga ucapan hoax yg dinisbatkan ke imam syafii. belajar lagi dungu.
Indonesia
0
0
2
88
Rahmawati
Rahmawati@rahmawatipoda·
@bagaswaras_s @Andria75777 Kenap loe yg baper😄, kenap loe yg marah mmngnya gue sebut nama loe. Sy jd teringat kata2 imam syafi'i jika kamu menyampaikan kebenaran ada 2 reaksi yg kamu dapatkan orang bijak akan merenung dan orang bodoh akan tersinggung. Dan anda bagian yg mana😄
Indonesia
4
0
1
1.1K
@Topi_Merah Influenza pilek
@Topi_Merah Influenza pilek@Andria75777·
SEKARANG PARA 9 NAGA PARA KONGLOMERAT SEDANG BERLOMBA MENDIRIKAN BISNIS KESEHATAN DAN PENDIDIKAN . MENGIKUTI BISNISNYA MUHAMMADIYAH .
Indonesia
60
824
7.2K
184.6K
Doubleu retweetledi
Ojo Nesu
Ojo Nesu@sanderkilap·
Bpk² Ibu² Hati-hati sama yang paling keras ngomong soal agama di depan umum. Seringkali,yang paling suci di mulut, paling busuk di celana. Jaga anak² kalian. Apalagi yg disabilitas. Predator suka sembunyi di balik jubah dan peci. #KrisisMoral para pemuka agama tertentu.
Indonesia
41
164
341
24.7K