Sabitlenmiş Tweet
niraaa
4.7K posts

niraaa
@niranadae
You only lived once, that actually your duty to live as fully as possible
Kota Surabaya, Jawa Timur Katılım Temmuz 2012
337 Takip Edilen556 Takipçiler
niraaa retweetledi
niraaa retweetledi

Menstruasi
***
Ini kisah ketika aku masih bestiean sama suami. Kami berdua belum pacaran, belum nikah. Bener2 cuma rekan kerja, rekan nongkrong, dan rekan ghibah.
Saking bestienya hubungan kami, G ini sering banget mampir ke rumahku di sela2 jam kantor. Soalnya kantor dia dan rumahku tuh jaraknya cuma 5 menit, sementara kantornya ke tempat tinggalnya sekitar 1 jam. Makanya kalo lagi jam istirahat, dia suka tidur di sofa ruang tamuku.
Suatu hari, dia datang di saat aku lagi nggak enak badan banget. Dia bilang mau numpang kerja, terus siangnya balik ke kantor.
Aku bilang, "G, aku lagi menstruasi. Aku lagi males banget ngapa2in".
"Ga papa, aku duduk aja di sini. Kerja. Kamu tidur2an aja".
Aku blg, "kamu self-service ya, aku soalnya lagi males banget ngapa2in".
Awalnya dia diam aja di ruang tengah, aku di kamar. Dia kerja, aku tidur.
Sampai akhirnya dia ngelihat sendiri, gimana aku bangun dari kasur dan aku ke kamar mandi. Aku jalan dengan kondisi darah super deras mengalir di kakiku. Lalu darahnya jatuh di lantai, mulai dari kamarku sampe kamar mandi.
Waktu aku di kamar mandi, dia langsung gedor2, "Bri, are you okey?"
"Lu kerja aja sana, gak usah urusin gue".
Ketika aku keluar dari kamar mandi, udah ganti pembalut dan berishin celana dalam, aku lihat dia lagi pegang gagang pel, bersihkan semua darahku dari kamar sampe di depan kamar mandi.
Padahal ekspektasiku dia bakalan meledek dan ngata2in aku lebay. Tapi dia gak komen apa2. Cuma bersihin, habis itu membiarkan aku kembali tidur.
Sejak saat itu, sampai kami nikah, dia udah hafal banget tentang aku yang sedang menstruasi. Pokoknya kalau dia tahu tanggal2 menstruasiku, dia tahu bahwa aku gak mau diganggu. Bahkan dia inisiatif sendiri untuk beliin makan, beliin minuman kesukaan aku, bahkan beliin pembalut yang paling sering aku pake.
Dia tahu kalo mood aku bakalan berantakan. Ya gimana gak bete. Udah hormon begitu, terus ganti pembalut harus 4 jam sekali, belum lg drama tembus. Dia pun mengakui, kalau itu terjadi ke dia, dia juga bakalan bete.
Dia pernah kasih aku bunga juga di hari menstruasiku, dengan quotes, "Every period is proof of strength, resilience, and the beauty of the your body."
Thank you, Paksu untuk memahami diri aku sebagai perempuan.
Indonesia
niraaa retweetledi

jangan pernah takut dan ragu buat menulis cerita fiksi apapun, dengan karakter dalam nama apapun, dan profesi apapun.
di dunia ini ada sekitar 1,2 juta buku fiksi setiap tahun and it shows that everyone has ideas and talents.
setiap hari akan selalu ada orang yang lebih hebat, lebih bertalenta dari lo. kalo lo yang terus bermasalah sama mereka, do not question them. question yourself.
selamat berbahagia dalam berkarya 💗
Indonesia
niraaa retweetledi

Inira yang lo bilang, “Gak jelas ya Inira, jadi banyak banget sakitnya,” is now being heard by more and more people and I am glad she can bring them hopes.
Inira yang lo bilang, “Ah, dia ngikutin karakter gue doang,” is now being seen for people to judge. Whether she is the same, or she is just different the way she is.
Sehat-sehat.
Semoga lo semua bisa lebih percaya diri sama cerita yang lo tulis, diberi kebahagiaan dan rasa nyaman yang cukup, dan diberi hati yang luas untuk lebih menghargai pembaca lo.
Supaya apa?
Supaya lo gak punya waktu dan ruang yang cuma lo isi sama kebencian.
Have a cute day 💗
Indonesia
niraaa retweetledi

Sekarang karena makin banyak orang yang udah terima buku HariIni, biar gue ngomong ya soal apa yang terjadi selama ini wkwkwkwk.
Gue gak pernah ngomong apapun karena gak pernah ambil pusing orang lain mau ngomong apa karena selain gak penting, I am living in a very loving environment where I am surrounded by the ones who know me, support me, and love me but also call me out when I do wrong.
But come to this far, gue merasa perlu nulis ini dan menyuarakan suara gue karena gue juga punya hak.
Ada masanya dan mungkin sampai sekarang, banyak orang jadi gak mau baca atau lanjutin HariIni karena ada sesama author yang kasih narasi ke mereka, “Ih kok lo baca HariIni sih?” dan jelek-jelekin nama gue di saat yang gue lakukan cuma berusaha baik dan ramah ke semua orang, dan gak pernah merasa punya masalah dengan siapapun.
Sampai ada beberapa yang ngomong langsung, “maaf ya kak, aku gak bisa baca cerita kamu karena aku gak enak sama dia.” atau “aku jagain perasaan dia juga makanya gak bisa hype HariIni kayak yang lain..”
First thing first, gue cuma mau bilang, no writers would ever lose a reader if they treat them more than just numbers.
Penulis yang lo lihat ceritanya rame sekarang, adalah penulis yang sepuluh tahun lalu cuma punya 2 pembaca over the year and expected nothing from them but still love them so much😊
Membaca itu pilihan hidup, bukan beban.
Fiction is either teaching you lessons and giving you fresh air to breathe. To laugh. To have fun.
Jadi sekali lagi, jangan dijadiin beban.
BE HAPPY WITH WHAT YOU READ AND WHAT YOU WRITE. PERIOD.
Gue ada di fandom ini bukan buat cari pembaca, tapi untuk seneng-seneng karena I deeply love my muses and rooting for them no matter what.
Dan maksud gue, emang gue ngapain sih? wkwkwkwkwk.
Selama ada di fandom ini, sebut deh, gue pernah ngapain sampai lo harus mengumpulkan masa buat, “Ayo benci HariIni dan authornya!”
Kenapa harus mengada-adakan cerita yang sebetulnya bisa langsung lo kroscek ke gue dan menyebarluaskan fitnah?
Was it really my fault, or simply your insecurity roaring louder than the truth?
Now I say it clearly ya.
Dari awal, gue gak pernah punya masalah sama siapapun.
I am friends with everyone here to respect their choice of decision and opinion regarding what I heard or else because I stand on my own principles.
Setiap orang BERHAK punya opini dan menggunakan sosial media sesuka hati mereka, selama mereka gak merugikan orang lain.
Tapi sampai niat banget ketemuan cuma untuk spread hate about someone they don’t even know in person? Wow, banyak waktu sekali.
And again, over a writings? LMAO.
Banyak ya waktu lo.
Regardless, this is the dynamic I discover during writing HariIni, and I am really really grateful.
Gue jadi bisa rasain langsung apa yang Inira rasain when random people threw hate on her for no reasons.
I have been in this industry over 10 years, dan bahkan gue gak pernah diginiin sama sesama penulis buku 😊
As writers, we always.. always respect each other’s books karena kita tahu perjalanan menulis siapapun gak akan pernah mudah. We really put our whole heart on it. Gue selalu merasa diterima, diberi banyak ilmu, diajarin banyak hal dan bahkan digandeng untuk bareng-bareng berjuang supaya lebih banyak masyarakat di Indonesia yang gak takut berkarya dan membaca karena aksesnya masih sulit.
It’s WAY BIGGER problem than your ego, really.
So it’s such a fun and new experience, knowing di belahan bumi lain, ada orang yang bisa se-invested itu sama cerita orang lain supaya bisa dia jelek-jelekin.
Now, thanks to you.
Indonesia
niraaa retweetledi

Percaya nggak?
Tuhan akan menghadirkan seseorang yang mirip denganmu, yang setulus dan sebaik dirimu, yang benar-benar pantas untukmu. Seseorang yang memahami jiwamu, sehingga kamu tidak perlu lagi menghabiskan hidup hanya untuk menjelaskan.
Teruslah menjadi baik, karena energi tidak pernah berbohong.
Tetaplah tulus, tetaplah jadi dirimu sendiri. Biarkan waktu yang mengantarkan seseorang yang benar-benar satu frekuensi dengan jiwamu.
Indonesia
niraaa retweetledi
niraaa retweetledi

nemu kata-kata cantik banget :
"kalau sesuatu hilang atau terlepas dari tangan kita, ingat kalimat ini "yang buruk sengaja Allahlepaskan, agar yang baik mempunyai kesempatan untuk datang."
jadi, ayo belajar setelah udah give ur best effort didoain, tawakal, berdamai, dan ikhlas terhadap hal-hal yang tidak bisa kita ubah.
Indonesia
niraaa retweetledi
niraaa retweetledi
niraaa retweetledi
niraaa retweetledi
niraaa retweetledi

Personal Branding Wanita Berkelas adalah :
Di saat hidupnya tidak baik-baik saja.
Namun auranya tetap berdaulat.
Bukan karena ia ingin menipu dunia,
melainkan karena ia telah menguasai dirinya.
Berdamai dengan dirinya sendiri sebab ia menyadari bhw ada hal-hal yang memang tidak bisa untuk di rubah.
#Gitu_Ceunah 🤗
Indonesia
niraaa retweetledi














