RISANG N. DANUDIHARDJA@selarikisah
โ โ โ
๐๐๐๐๐ฅ๐ง๐,
๐ ๐๐ฅ๐๐ ๐ญ๐ฎโ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ.
Takdir menyimpan banyak rahasia.
Kadang ia datang selembut pelangi yang diam-diam membentangkan warna selepas hujanโindah, tenang, seolah dunia akhirnya berpihak pada kita. Namun di lain waktu, ia menjelma seperti ledakan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya; mengguncang bumi tempat kita berdiri, meruntuhkan setiap rencana yang telah kita bangun dengan harapan dan keyakinan.
Dalam sekejap, semuanya runtuh.
๐๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ.
๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ.
Lalu perlahan berubah menjadi debu yang beterbangan bersama angin yang tak pernah peduli pada siapa pun.
Tawa yang semula memenuhi ruang tiba-tiba lenyap begitu saja, digantikan oleh tangis yang pecah tanpa peringatan. Raungan, rintihan, dan kesunyian yang terasa jauh lebih menyakitkan daripada suara apa pun. Luka-luka yang tak kasat mata merambat pelan di dalam dadaโseperti racun yang mengalir dalam darah. Ia tidak membunuh dengan segera, namun cukup perlahan untuk ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ.
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, takdir tidak pernah memberi aba-aba.
Ia tidak mengetuk pintu sebelum masuk, tidak pula memberi waktu agar kita sempat menyiapkan diri. Tidak ada hitungan mundur. Tidak ada jeda untuk mencerna apa yang terjadi. Ia datang, merenggut apa yang kita cintai, lalu meninggalkan kita berdiri di tengah puing-puing kehidupan yang dulu kita ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ.
Dan ketika semuanya telah runtuh, yang tersisa hanyalah kenanganโrapuh dan samar, seperti bayangan yang perlahan memudar ditelan waktu. Harapan yang dulu terasa begitu dekat kini menggantung di ambang kehancuran, seakan hanya menunggu saatnya jatuh dan menghilang sepenuhnya.
Di sanalah kita berdiri.
๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ข๐ฏ.
Sementara waktu tidak pernah menunggu siapa pun. Ia tidak berhenti hanya untuk melihat seseorang tersesat dalam kesedihan. Ia terus berjalan, tanpa menoleh, tanpa peduli apakah langkah kita masih mampu mengikutinya atau tidak. Semakin lama seseorang tenggelam dalam gelapnya duka, semakin jauh pula waktu meninggalkannya di belakangโmembiarkannya terjebak di tempat yang sama, perlahan membusuk dalam kesunyian yang tak berujung.
Hari-hari berlalu begitu hampa.
๐๐ฐ๐ด๐ฐ๐ฏ๐จ.
๐๐ฐ๐ฏ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ฏ.
Pagi datang tanpa makna, dan malam jatuh tanpa kehangatan. Langkah kaki terasa berat, seolah setiap detik adalah beban yang harus diseret melewati lorong waktu yang panjang dan dingin. Ada saat-saat ketika seseorang bahkan lupa bagaimana rasanya benar-benar hidup.
Namun waktu tetap bergerak.
Ia memaksa kita berjalan bersamanyaโpelan, tertatih, bahkan sambil merangkak. Dan tanpa kita sadari, jarak antara luka dan hari ini perlahan bertambah. Bukan karena rasa sakit itu benar-benar menghilang, tetapi karena hati manusia diam-diam belajar hidup berdampingan dengannya.
Seperti bekas luka yang tidak pernah benar-benar hilang dari kulit. Suatu hari nanti, mungkin kita akan menyadari bahwa rasa perih itu tidak lagi setajam dulu. Bukan karena semuanya telah pulih seperti sediakala, melainkan karena kita telah belajar menata ulang diri di sekitar retakan-retakan yang tersisa. Sebab pada akhirnya, hidup bukanlah tentang selalu sembuh. Kadang-kadang, hidup hanyalah tentang tetap berdiri di antara puing-puing yang tersisaโmenatap langit yang sama, menarik napas yang samaโdan memilih untuk melangkah sekali lagi, meskipun dunia pernah menghancurkan kita tanpa ampun.
โ โ๐ ๐ต๐ช๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฆ ๐ต๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ข๐ด ๐ข ๐ญ๐ช๐ต๐ต๐ญ๐ฆ ๐ฅ๐๐๐ฃ๐๐ช๐ก, ๐๐ถ๐ต
๐'๐ฎ ๐ฐ๐ฏ ๐ฎ๐บ ๐ธ๐ข๐บ. ๐๐ฐ ๐ต๐ฉ๐ข๐ต ๐ ๐ค๐ข๐ฏ ๐ด๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฏ
๐ฆ๐ท๐ฆ๐ฏ ๐ฐ๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ง๐ง๐ช๐ค๐ถ๐ญ๐ต ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ต๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐บ๐ด.โ
๐ฅ๐๐ฆ๐๐ก๐ ๐ก๐๐ฅ๐๐๐๐๐ฃ๐ง๐ ๐๐๐ก๐จ๐๐๐๐๐ฅ๐๐๐,
แฎแฎค แฎแฎแฎแฎแฎช, ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ.โ โ โ
โ
โ โ โ