Bitter Sweet
3.3K posts

Bitter Sweet
@nixell
show me what you got. don't talk to me about freedom or peace if you do away with innocent people.
Katılım Eylül 2009
114 Takip Edilen33 Takipçiler

@insidefolkative Udahlah, kalau memang merasa tahu
Bantu purbyebye atau ponakan prabs yg lagi bingung itu untuk stop KDMP/MBG…eh, untuk melakukan intervensi segera.
Gk usah banyak bacot di sosmed yg gunanya utk memperkaya diri dgn alibi melakukan edukasi kpd masyarakat.
Indonesia

@KapudS640 program anies yang berhasil di dki jakarta cuma jak lingko aja yang benar2 berhasil. selebih-nya nggak guna kayak tugu bambu, rumah dp 0 rupiah, ah males ah nyebut-nya satu-satu.
Indonesia

Anak Abah kumpul dong.
Spill kenapa kalian pilih Pak Anies?
I'll go first:
- Beneran smart
- Omongannya berbobot/ banyak yang daging
- Visioner
- Mikirin semua kalangan terutama kelas menengah karena menurut beliau kalangan ini yang serba salah
- Tidak anti kritik (didemo ga kabur, malah nyamperin dan mendengarkan)
- Ga pernah kena kasus hukum
- Ga pernah korupsi (berkali-kali dipanggil KPK tetap terbukti bersih)
- Prestasinya banyak sampai dapat penghargaan dari Luar Negeri
- Program²nya keren
cc:threadshelovian
Indonesia

Mohon ijin bertanya, apa hubungannya panen raya jagung dengan prestasi Polri ya? Ada yang bisa menjelaskan? Trims 🙏🏻
tempo.co@tempodotco
Panen Raya Jagung, Prabowo Puji Prestasi Polri di Bidang Pangan
Indonesia

🤣🤣🤣 ngurus jakarta aja gak becus, bermanfaat omon2nya iya.
Gus Choy Markochoy@choymarkochoy_
Sudah banyak bukti bahwa @aniesbaswedan memiliki kwalitas, dan itu bisa bermanfaat untuk negeri apabila diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini
Indonesia
Bitter Sweet retweetledi

Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
Indonesia

@LambeSahamjja Selama pertumbuhan ga diatas 6% artinya negara ga ngapain2.
Indonesia

Guys, Ferry Irwandi baru merilis video yang menurut gue paling berbahaya untuk reputasi Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Bukan berbahaya karena mengandung fitnah.
Tapi berbahaya karena menggunakan matematika.
Dan matematika tidak bisa dibantah dengan narasi.
Tidak bisa dibantah dengan wawancara di TV One.
Tidak bisa dibantah dengan bilang "Anda tidak mengerti ekonomi."
Matematika hanya bisa dibantah dengan matematika yang lebih benar.
Apa yang Purbaya klaim:
Pertumbuhan ekonomi 5,61%
adalah capaian yang membanggakan.
Fundamental kita kuat.
Konsumsi yang menjadi komponen terbesar bukan government spending yang menggerakkan pertumbuhan itu.
Kalimat Purbaya yang paling terkenal soal ini: pertumbuhan 5,61% tidak digerakkan oleh belanja pemerintah yang besar.
Konsumsinya 54,36% jauh lebih besar dari government spending yang hanya 6,72%.
Kedengarannya masuk akal.
Sampai Ferry Irwandi membuka spreadsheet dan mulai menghitung.
Dan inilah yang sebenarnya terjadi dan ini yang membuat gue berhenti:
Ferry tidak membantah bahwa konsumsi lebih besar dari government spending secara persentase komposisi GDP. Itu benar.
Tidak ada yang menyangkal itu.
Yang Ferry bantah adalah logika yang digunakan Purbaya untuk menarik kesimpulan.
Karena yang penting bukan porsi komposisi tapi kontribusi persentase poin terhadap pertumbuhan.
Dan ketika dihitung dengan benar:
Konsumsi menyumbang 2,94 persen poin dari 5,61%. Investasi menyumbang 1,79 persen poin.
Government spending menyumbang 1,26 persen poin.
Sekarang pertanyaannya:
government spending naik berapa persen untuk menghasilkan kontribusi 1,26 persen poin itu?
21,81%.
Kenaikan tertinggi dalam sejarah modern republik ini. Dalam 10 tahun terakhir range normalnya antara 3 sampai 6 persen. Tidak pernah 21,81%.
Dan Ferry Irwandi melakukan sesuatu yang sangat mematikan:
Dia menghitung counter faktual.
Pertanyaannya: kalau government spending tumbuh normal sesuai rata-rata 10 tahun terakhir yaitu 4,8% bukan 21,81% berapa pertumbuhan ekonomi kita yang sesungguhnya?
Dengan akuntansi: 4,63%.
Dengan ekonometrika memasukkan multiplier effect dari konsumsi dan investasi yang ikut terpengaruh: antara 4,23% sampai 4,43%.
Bukan 5,61%.
Tapi sekitar 4,2 sampai 4,6 persen.
Dan ini yang paling mematikan dari seluruh analisis Ferry:
Purbaya bilang 5,61% adalah salah satu yang tertinggi. Perlu dirayakan. Perlu dibanggakan.
Ferry Irwandi berkata dengan sangat dingin:
"Kalau government spending-nya normal ini bukan salah satu yang paling tinggi.
Ini salah satu yang paling buruk."
Selama 10 tahun terakhir dengan government spending yang normal pertumbuhan 4,2 sampai 4,6% itu ada di bawah rata-rata historis Indonesia.
Jadi yang sedang dirayakan Purbaya setelah dibedah sebenarnya adalah pertumbuhan di bawah rata-rata yang dimanipulasi tampilannya dengan belanja negara yang tidak berkelanjutan.
Dan ini yang bikin gue benar-benar tidak bisa tidur:
Dari mana uang belanja pemerintah yang naik 21,81% itu?
Pendapatan negara naik 10%.
Belanja naik 31,8%. Defisit Q1 saja sudah Rp240 triliun ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun.
Artinya: pertumbuhan 5,61% yang dirayakan itu sebagian besar dibeli dengan utang. Bukan dihasilkan dari aktivitas ekonomi organik rakyat.
Dan utang itu harus dibayar. Dengan bunga. Oleh generasi yang sekarang masih sekolah.
Rakyat yang tabungannya turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta yang kelas menengahnya menyusut dari 57 juta ke 46 juta tidak merasakan pertumbuhan itu.
Karena pertumbuhan itu bukan untuk mereka.
Pertumbuhan itu adalah angka di kertas yang dibiayai dari kantong masa depan anak-anak mereka.
Dan sementara Ferry Irwandi membuktikan ini dengan ekonometrika:
Purbaya tetap keliling media bilang fundamental kita kuat. Gubernur BI mengganti definisi stabilitas supaya rupiah yang di Rp17.600 bisa disebut stabil. Presiden bilang "mau dolar berapa ribu kek." Dan Ketua Komisi XI DPR bilang yang terdampak orang kaya saja.
Market tidak percaya. D
olar tetap ngacir.
IHSG tetap ambruk.
Investor asing terus kabur.
Karena market membaca data bukan narasi.
Dan yang paling telak dari Ferry Irwandi:
"Kalau memang ada yang salah dari matematika saya mohon dikoreksi.
Dengan keilmuan yang benar.
Pak Purbaya kan sering ngaku ekonom.
Tentu ekonom tidak bernarasi.
Tentu Menteri Keuangan tidak beropini.
Jawablah dengan data."
Sampai hari ini belum ada jawaban dengan data.
Yang ada hanya wawancara di TV One.
Narasi tentang fundamental kuat.
Dan kalimat yang menurut Ferry sendiri tidak perlu direspons tapi tetap menggelikan: "
Anda tidak mengerti ekonomi."
Sementara rupiah terus melemah. Defisit terus melebar. Dan orang yang disebut tidak mengerti ekonomi itu punya 2,3 juta subscriber yang menonton matematikanya dan tidak ada satu pun angka yang bisa dibantah.
Purbaya bilang pertumbuhan 5,61% adalah bukti fundamental kuat.
Ferry Irwandi membuktikan dengan ekonometrika bahwa tanpa government spending yang naik 21,81% angka itu tidak akan tercapai.
Dan kalau spending-nya normal pertumbuhannya salah satu yang paling buruk dalam satu dekade.
Ini bukan soal siapa yang lebih pintar. Ini soal siapa yang jujur dengan data.
Dan ketika Menteri Keuangan memilih cherry picking angka untuk membuat kondisi terlihat lebih baik dari kenyataan bukan hanya dia yang menanggung akibatnya.
Yang menanggung akibatnya adalah rakyat yang tidak tahu bahwa pertumbuhan yang dirayakan itu sebagian besar adalah utang yang sedang dicicilkan ke masa depan mereka.

Indonesia

Tak Tik Kursi Pendek
Puncak ketegangan kunjungan Donald Trump ke Beijing ternyata terjadi di dalam ruang pertemuan melalui perang psikologis (psywar) yang halus namun mematikan oleh Xi Jinping, bukan sekadar insiden pembuangan oleh-oleh di bandara.
Xi Jinping melumpuhkan gaya agresif Alpha Male khas Trump dengan mengatur posisi kursi Trump agar lebih rendah.
Secara visual, Trump dipaksa mendongak untuk menatap Xi Jinping, sementara Xi bisa menatap ke bawah dengan santai. Taktik ini menegaskan dominasi dan status Xi sebagai "tuan rumah" yang berkuasa.


Indonesia

@SUPRA_Labs @supraosai Hey, scammer! Why are you delaying the unstaking schedule? Are you afraid your worthless tokens will turn to dust?

English

Supra is no longer just a blockchain project.
We are becoming a blockchain and AI organisation. @supraosai is at the centre of that. 🤖
What this actually means:
→ The L1 is the trust layer. Consensus, settlement, verifiable execution.
→ SupraOS is the agent layer. Where autonomous software actually works.
→ Together: rails for AI that can be trusted to act, not just to talk.
We have spent months working toward this shift. This is where we are headed.

English

I've been using FreeModel — fast, cheap, great quality. Sign up with my link and we both get $5 in API credits. freemodel.dev/invite/FRE-86e…
English

sungguh culture shock dengan ketikan pasien bpjs,
setelah 9th aku bekerja di RS swasta non bpjs! ini ketikan puaaling menyinggung dan menyakitkan,
ko bisa si ngetik gini🥹
"situ dokter apa dokter boongan"🥹
bukan kah ada kalimat yang lebih baik untuk diketik dalam maksud menyampaikan kekecewaan? atau kritik dan saran?
cc:threadriskapiranida

Indonesia

Mari kita jernihkan dulu konteks ucapannya, jangan cuma potongan video yg dipakai buat bikin amarah.
Presiden sedang berpidato di depan rakyat desa & koperasi desa di Nganjuk. Beliau ingin menenangkan masyarakat bawah yg sehari-hari transaksi pakai rupiah, beli sayur, beras, tempe, bensin di warung atau pasar tradisional, bukan pakai dolar. Pesannya sederhana: jangan panik berlebihan soal kurs, karena prioritas pemerintah adalah jaga ketersediaan pangan & energi agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Memang benar, pelemahan rupiah berdampak ke barang impor (kedelai, gandum, bahan baku). Tapi itu bukan berarti Pak Prabowo nggak paham ekonomi. Beliau justru sedang dorong solusi jangka panjang:
•> Hilirisasi & swasembada pangan
•> Perkuat produksi dalam negeri
•> Bangun koperasi desa (seperti yang baru diresmikan 1.061 unit)
•> Program makan bergizi gratis biar rakyat kecil nggak terbebani harga mahal
Bbyk negara saat ini juga hadapi tekanan dolar kuat karena faktor global (suku bunga Fed, geopolitik, dll). Indonesia pny cadangan devisa kuat & stabilitas politik yg jauh lebih baik dibanding dulu. Yang bikin heboh justru buzzer & oposisi yg memelintir setiap kalimat jadi bahan serangan.
Rakyat desa yg beliau sebut itu justru yg paling butuh pemimpin tegas seperti Pak Prabowo, bukan drama medsos yg cuma bikin panik. Kalau ada dampak impor, pemerintah sedang kerja keras mitigasinya lewat intervensi BI, subsidi, dan diversifikasi impor.
Kritik boleh, tapi jangan langsung judge “bodoh” atau “goblok” dari satu kalimat. Lihat keseluruhan kerjaan: investasi masuk, proyek strategis jalan, fokus ke rakyat kecil. Indonesia butuh persatuan, bukan saling benci.
Gaspol terus Pak Prabowo! 🇮🇩
Jejak digital.@ARSIPAJA
Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
Indonesia

@Hasbil_Lbs @prabowo Liat seluruh rantai produksi yang pakai bahan baku impor, gimanapun biaya produksi naik efeknya bakal sampe ke desa
Indonesia

Saya sepakat apa yang disampaikan Presiden @prabowo, kurs dollar hari ini tidak terlalu berdampak di desa. Kenapa? berdasarkan data yang ada, impor bahan konsumsi misalnya, buah, daging, baju dan sepatu, ponsel, laptop, kosmetik dan skincare, angkanya baru 9%. Kecuali pada kedelai, 90% impor.
Justru kurs dollar hari ini, menguntungkan ekspor Indonesia. Nilai total ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 282,91 miliar (meningkat 6,15% secara tahunan). Kinerja ini memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD 41,05 miliar.
Saya percaya, semua selalu diperhatikan secara detail, semua salalu bekerja keras menjaga keseimbangan, dan yang terpenting ekonomi kita tetap tumbuh diatas 5% ditengah dinamika global.
Demikian opini pribadi saya 🙏

Indonesia

@yosephsamodra @SEdit2321840 Gimana pun tetap ga boleh, udah jelas dalilnya. Ada aturan ga boleh terobos lampu merah aja masih ada yang terobos. Bisa dan boleh beda banget.
Indonesia

@SEdit2321840 tapi boleh kan dibuat dan dipajang? setidaknya saat itu?
Indonesia

@Hidupsebagai62 Ini sebenarnya peluang gw sebagai perekayasa bagaimana umkm bisa memiliki laporan keuangan yang proper
Indonesia

Prabowo beneran ngk ngerti alasan kredit Ultra Mikro lebih tinggi bunganya?
Belajar Risk Matrix gak sih?
Bukannya Ortunya Banker, pendiri Bank BNI ya?
ALASAN nya nih biar pada ngerti!!
1. Tidak Ada Agunan
Usaha ultra mikro tidak punya aset yang bisa dijaminkan. Bank tidak pegang apa-apa.
Kalau macet, mau sita apa? Gerobak?
2. Tidak Ada Laporan Keuangan
Usaha besar punya auditor, neraca, laporan laba rugi. Usaha ultra mikro catatannya di buku tulis, bahkan di kepala. Bank susah mengukur seberapa sehat usahanya.
3. Tidak Ada Credit History
Belum pernah pinjam formal sebelumnya, jadi bank tidak tahu rekam jejak pembayarannya. Ketidakpastian ini diterjemahkan jadi bunga tinggi.
4. Biaya Operasional Penyaluran Tinggi
Menyalurkan kredit 2 juta ke 1000 orang biayanya jauh lebih mahal daripada menyalurkan 2 triliun ke 1 perusahaan. Biaya survey, administrasi, monitoring, dibagi ke peminjam kecil, makanya mahal.
5. Tingkat Gagal Bayar Lebih Tinggi
Usaha kecil lebih rentan guncangan ekonomi, musim, atau sakit. Satu masalah kecil bisa langsung macet. Bank memasukkan risiko ini ke dalam bunga.


Indonesia










