ᵕ̈

8.8K posts

ᵕ̈ banner
ᵕ̈

ᵕ̈

@noomehted

♊️ fungirling✨️🧚‍♀️

Katılım Mart 2023
192 Takip Edilen50 Takipçiler
ᵕ̈ retweetledi
Volcaholic 🌋
Volcaholic 🌋@volcaholic1·
🇮🇩 Significant flooding in Babakan Madang, Bogor Regency, just southeast of Jakarta in Indonesia today.
English
67
2.1K
4K
267.2K
ᵕ̈ retweetledi
찬 acoustic
찬 acoustic@shuaashoot·
definisi TENGIL TAPI JAGO baaaahhh😮‍💨
Indonesia
1
214
1.5K
11.7K
ᵕ̈ retweetledi
ana
ana@chocosshua·
btw gue suka banget deh kalo liat shua ngomong dan cerita gini, karena sebenernya shua tuh bawel apalagi dia extrovert, cuma orangnya males nyalain kamera aja 😭 karena kalo di live member lain/varshow dia termasuk yang aktif ngomong 😆
Indonesia
1
323
2.1K
18K
ᵕ̈ retweetledi
ann
ann@summercrumbs·
prinsip saya terkait jajan merch kpop in this economy
ann tweet media
Indonesia
91
11.9K
31.3K
414.8K
ᵕ̈
ᵕ̈@noomehted·
@myshawti Eh tapi aku mau nanya beneran kalau bekas minuman keras gitu udh dicuci dan dibersihin apa ngga apa apa? Maksudnya takutnya kn nyucinya ga bersih atau apa gitu..
Indonesia
1
0
2
887
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Bumbu nya lebih mahal dibanding toge nya
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
123
528
12.9K
1.4M
ᵕ̈ retweetledi
Vee_ranghae
Vee_ranghae@shingibangi1317·
SURUH MBG MATIKAN KOMPOR, BIAR YOON JEONGHAN YANG MEMASAK. SURUH YAMAHA GANTI SLOGAN, BIAR JEONGHAN YG SEMAKIN DI DEPAN. SURUH INDOMIE GANTI MERK, BIAR JEONGHAN SAJA YANG JADI SELERAKU Yoon Jeonghan gila.. hilang kewarasan gue yg tinggal seperempat ini..
Indonesia
39
3K
8.7K
68.2K
✶
@mendadaknih·
orang yang resign without backup plan, backingan lu pada siapa jir😭😭😭😭
Indonesia
2.6K
3.4K
26.9K
1.2M
ᵕ̈
ᵕ̈@noomehted·
@LambeSahamjja Sekolah sekolah aja masih belum dibangun ulang di aceh udh mikirin bioskop pada nyawit nih
Indonesia
0
0
0
24
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
879
7.7K
14.9K
648.8K
ᵕ̈
ᵕ̈@noomehted·
@lewolunay Pemanasan dulu sebelum jd idol lg
Indonesia
0
0
0
15
29살레오
29살레오@lewolunay·
bahkan selama ini kyknya ga pernah ga sih jeonghan upload video nge-dance sendiri gini? i swear his first day back on the job is gonna make everyone piss their pants
Indonesia
1
0
0
30
ᵕ̈ retweetledi
jepri
jepri@callmejeprian·
dibilang antek-antek asing saya diam, dibilang ndasmu saya diam, dibilang warga desa tidak pakai dolar saya diam, dibilang “tidak bermimpi kaya raya?” SAYA AKAN LAWAN!!!
Indonesia
939
44.1K
93.7K
908.9K
ᵕ̈
ᵕ̈@noomehted·
Kenapa makin tambah umur makin gampang nangis terharu dan sedih yah
Indonesia
0
0
0
9
ᵕ̈ retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Semalem gue baru belajar istilah baru Kalian pernah denger “duck syndrome” gak? Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri. Kenapa dianalogiin sama bebek?
Indonesia
375
30.4K
126K
1.8M