nori #maknaeholic

400 posts

nori #maknaeholic banner
nori #maknaeholic

nori #maknaeholic

@noriorioOn

cowyl

Katılım Ağustos 2025
23 Takip Edilen16 Takipçiler
nori #maknaeholic retweetledi
dna.
dna.@castulips·
temen temen, kalau punya waktu luang tolong tonton documentary 'Pesta Babi' ya. tonton sebelum di takedown dimana mana. at least dari kita nonton, we know what's happening to saudara kita yang di Papua.
dna. tweet mediadna. tweet media
Indonesia
245
17.7K
63K
996.1K
nori #maknaeholic retweetledi
International Poop Base
International Poop Base@iPoopBased·
Tarian Penghancur Raya 🗿
Indonesia
221
7.4K
17.2K
348.2K
nori #maknaeholic retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
WHAT’S UP: Ada Temuan Boraks dan E.Coli dalam Menu MBG di Anambas
Indonesia
371
11K
35.2K
609.5K
nori #maknaeholic
nori #maknaeholic@noriorioOn·
@tempodotco industri kan berkembang ya, klo ini cuma liat jangka pendek kebutuhan industri sekarang dan nnti ‘standar industri’ nya berubah, trs mau dikemanain org2 dr prodi yg ‘relevan dengan industri’?
Indonesia
0
0
0
757
nori #maknaeholic retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
1.8K
3.1K
21.4K
11M
nori #maknaeholic retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Bu Wamendikti, begini loh Pendidikan (termasuk kesehatan, transportasi publik, dsb) itu bukan pasar bebas. Itu Kebutuhan Dasar. Pendidikan seperti sekolah dan kampus negeri itu semestinya gak for profit. Negara butuh supply SDM berkualitas utk generasi berikutnya. Toh, gimana mereka mau compete kalau perutnya kosong? Kalau fasilitas kampusnya ga disediakan?
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

Indonesia
62
1.4K
3.2K
84.7K
nori #maknaeholic retweetledi
Raka
Raka@doimucenah·
Worst case kalau $1 = Rp20.000 (amit-amit jangan sampe) Apa yang bakal terjadi ? Gue jelasin pake bahasa bayi.
Raka tweet media
Indonesia
386
7.9K
27.6K
1.6M
nori #maknaeholic retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
420
20.8K
51.7K
1.4M
nori #maknaeholic retweetledi
Ody Dwicahyo
Ody Dwicahyo@odydc·
Dosen sejarah lain: *pake kutipan Tan Malaka di akhir slide kelas* Aku:
Ody Dwicahyo tweet media
Indonesia
23
718
14.3K
209.6K
nori #maknaeholic retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
Kalo prodi ini relevan sama kebutuhan industri ga? 1. Prodi Strategi Perang Semesta 2. Prodi Peperangan Asimetris 3. Prodi Diplomasi Pertahanan 4. Prodi Strategi Pertahanan Laut 5. Prodi Manajemen Pertahanan 6. Prodi Ekonomi Pertahanan 7. Prodi Magister Keamanan Maritim 8. Prodi Damai dan Resolusi Konflik 9. Prodi Hukum Keadaan Darurat 10. Prodi Industri Pertahanan 11. Prodi Teknologi Persenjataan 12. Prodi Magister Teknologi Daya Gerak 13. Prodi Magister Terapan Rekayasa Pertahanan Siber ayo dong ditutup, berani ga?🤫
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
124
889
4.7K
163.3K
nori #maknaeholic retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Eks Polisi Penembak Gamma Kini Terlibat Narkoba
Indonesia
63
960
5K
77.5K
nori #maknaeholic retweetledi
Mas P1yu🍉🇮🇩
Mas P1yu🍉🇮🇩@Piyusaja2·
Saat dilantik: Rp 15.400 Saat ini: Rp 17.300 cc @prabowo
Mas P1yu🍉🇮🇩 tweet media
Indonesia
528
11.9K
35.2K
492.9K
nori #maknaeholic retweetledi
aril piterpen
aril piterpen@aril_piterpen1·
hasil cut gula & tepung seminggu alhamdulilah bb turun 2 menit
aril piterpen tweet media
Indonesia
505
8.5K
35K
729.8K
undipmenfess
undipmenfess@undipmfs3·
readyy milkbun setiap harii!! harga mulai 15ribuu ajaa bisa delivery ke kos yaaww -selldips!
undipmenfess tweet media
Indonesia
205
8
441
34.3K
nori #maknaeholic
nori #maknaeholic@noriorioOn·
eh di dunia tembalang ini ada yg open jastip iris gasi ak pengen bgt dubai cuki
Indonesia
0
0
1
61