quiwi

10.2K posts

quiwi banner
quiwi

quiwi

@nuguyach

mute aja kalo berisikkk

Katılım Ağustos 2021
420 Takip Edilen237 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
quiwi
quiwi@nuguyach·
🌸🌸preloved sweater edition🌸🌸 💸Start from 30-50k ajaa 📌jateng BISA OYENN
quiwi tweet mediaquiwi tweet mediaquiwi tweet mediaquiwi tweet media
Indonesia
1
0
0
506
am
am@smgwaras·
ada fans yg bilang "rambut lu apa dah" trs dia OFFENDED DAN NGELUARIN DEATH NOTE ANJINGGGGG WIBUUUUUU "siapa nama lu" "gw tulis ya" "gw sekarang udah ga nahan2 lagi" "udah cukup jadi rapper pura pura baiknya" sumpah FREAK
Indonesia
172
1.4K
18.2K
1.1M
quiwi retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
363
5.3K
9.2K
484.2K
quiwi
quiwi@nuguyach·
@unicefess Apply nder, aku pas skl keluar lgsg perbaiki cv, upgrade skill, tra apply kerja, jd sblm wisuda bisa dpt kerja
Indonesia
0
0
0
226
UNNES MENFESS🍌
UNNES MENFESS🍌@unicefess·
-ness gimana ya caranya dapet kerja sambil nunggu wisuda? kalian biasanya ngapain aja pas nunggu wisuda
Indonesia
13
8
220
14K
quiwi
quiwi@nuguyach·
aaaaa beneran se ga mood itu duduk di situ bjierrrr
Indonesia
0
0
0
5
quiwi
quiwi@nuguyach·
That’s life, apapun yg tjd jg besok harus kerja kann? 😄😄
Indonesia
1
0
0
5
quiwi
quiwi@nuguyach·
@xpeacessea Misalnya nungguin drakor on going😭
Indonesia
0
0
0
24
ciaa
ciaa@xpeacessea·
ciaa tweet media
ZXX
1.5K
2.6K
18.6K
428.8K
quiwi
quiwi@nuguyach·
Males kerja bgt besokk😭😭
Indonesia
0
0
0
9
quiwi retweetledi
Disappear
Disappear@disappear30·
"this year is gonna be my year" Me in April:
Disappear tweet mediaDisappear tweet media
English
53
9.6K
19.3K
464.9K
quiwi
quiwi@nuguyach·
Sedih bgt
Indonesia
0
0
0
8
aku manusia loh
aku manusia loh@ningbrot·
@worksfess Guyssss kalo ada yg dom Semarang dan sekitarnya, atau mau merantau ke situ, dm aku yaa, aku lagi rekrut buat lumayan banyak posisi ✨️ (Perlu dm soalnya karakter di sini terbatas)
Indonesia
57
1
45
13K
WORK
WORK@worksfess·
INI LOKER JADI SEPI BGT BGT BGT GASIH?? WORK!
Indonesia
192
57
1.7K
125.2K
quiwi retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
setuju ga ?
gara tweet media
Indonesia
360
5.1K
28.1K
355.4K
quiwi
quiwi@nuguyach·
Wkwwkkwkwkwkkwkwkw ketawain dlu kisah cintaku yg jelek bgt itu
quiwi tweet media
Indonesia
0
0
0
17
quiwi retweetledi
໊
@cdoll·
໊ tweet media
ZXX
233
14.4K
86.2K
2.1M
quiwi retweetledi
gábby 2.0
gábby 2.0@peowwny·
gábby 2.0 tweet media
ZXX
507
11.4K
33.7K
685.5K
quiwi retweetledi
nana ୨ৎ
nana ୨ৎ@1nanavx·
please please please
nana ୨ৎ tweet media
English
50
25.3K
122K
1.4M
quiwi retweetledi
Pou.
Pou.@Prastianto__·
Padahal bisa beli sendiri, tapi ngeliat perempuan lain dibeliin dan dirayakan tanpa adanya permintaan, real failur!!
𝑝𝑢𝑟𝑒@purelivn

flower shop

Indonesia
91
2.2K
11K
195.9K
quiwi
quiwi@nuguyach·
@unicefess untung dah pernah nyobain ayam karamel mang udin 😭😭
Indonesia
0
0
0
300
UNNES MENFESS🍌
UNNES MENFESS🍌@unicefess·
-ness walaupun mang udin problematik tapi kangen banget sama ayam karamelnya, udah nyobain ke bu fitri yg masih satu resep tp menurutku beda soalnya punya mang udin sambelnya lebih kentel dan banyak😭
UNNES MENFESS🍌 tweet media
Indonesia
32
3
304
23.9K
quiwi retweetledi
𝚃
𝚃@T_wontmiss·
that one night before the breakup…
English
31
653
5.8K
145.3K
quiwi
quiwi@nuguyach·
@vlailuds Productnya udh ada tinggal cari ayangnya doang inii wkwk
Indonesia
0
0
4
2.8K
aila
aila@vlailuds·
AKKKHHHH gak expect bakal seseru ini 😭, lucu banget buat sleep call an sama ayang 🤣
aila tweet mediaaila tweet media
Indonesia
748
1.7K
30.6K
992.6K
quiwi
quiwi@nuguyach·
TAKUT GUA JUJYUR
Indonesia
0
0
0
14