crumbles 🍎

5.3K posts

crumbles 🍎 banner
crumbles 🍎

crumbles 🍎

@nymphixie_

butuh program satu caleb di rumahku

dnf. akun yapping nan sampah Katılım Aralık 2025
63 Takip Edilen3 Takipçiler
crumbles 🍎 retweetledi
Indonesian Pop Base
Indonesian Pop Base@iPopBase·
‘SONGKO’ is now playing in theaters.
Indonesian Pop Base tweet media
English
1
8
212
4.8K
crumbles 🍎 retweetledi
ffffffu🍉
ffffffu🍉@5h0fur4·
kira-kira ini terinspirasi atau TERINSPIRASI ya?? #nanya
ffffffu🍉 tweet mediaffffffu🍉 tweet mediaffffffu🍉 tweet mediaffffffu🍉 tweet media
Indonesia
7
15
99
5.1K
crumbles 🍎 retweetledi
(Sir) Rafi
(Sir) Rafi@muharafiansyah·
Asik banget ya kuliah tentang kebijakan dan sekelas sama anaknya kepala daerah, terus dia nyeletuk “lengserkan prabowo, lengserkan …… (nyebut nama orang tuanya), kerjo gak becus, menyengsarakan rakyat”. Sekelas reflek ketawa 🤣🤣
Indonesia
6
123
3.1K
58K
crumbles 🍎 retweetledi
mut🐰open catering, jumat berkah & BTS fanmerch📌
Temen-temen minta tolong bantu RT ya🙏 guys yuk bantu order daganganku, aku lagi BU untuk tambahan kebutuhan keluarga. Aku open catering & open donasi jumat berkah. Ada berbagai menu (rice bowl, nasi kotak, bento box, dll) buat acara keluarga/kantor/event birthday idol kalian💜
mut🐰open catering, jumat berkah & BTS fanmerch📌 tweet mediamut🐰open catering, jumat berkah & BTS fanmerch📌 tweet mediamut🐰open catering, jumat berkah & BTS fanmerch📌 tweet mediamut🐰open catering, jumat berkah & BTS fanmerch📌 tweet media
Indonesia
3
468
357
7.7K
crumbles 🍎 retweetledi
ؘ
ؘ@mirraebelle·
Kartini was so hated during her era thats why perjuangan beliau direduksi dengan mendomestifikasi figurnya pada hari ulang tahunnya. Bener-bener cara paling brengsek rezim ini menindas perempuan
eca@champagnecak

sjw yg lu lu pada benci

Indonesia
4
1.6K
5.9K
59.4K
crumbles 🍎
crumbles 🍎@nymphixie_·
Udh buru buru malah kebelet berak sybau
Indonesia
0
0
0
3
crumbles 🍎 retweetledi
klodimsum
klodimsum@klosambat·
@itbfess_x beneran woi ngapain basa basi sama temen sendiri😭 pure gua khawatir
Indonesia
0
0
144
4.4K
crumbles 🍎 retweetledi
Christa Sydney
Christa Sydney@christasyd·
Gak suka Kartini karena Kartini orang Jawa tuh aneh banget anjir, Kartini kan justru mengkritik budaya Jawa yang membelenggu dia.
Indonesia
16
753
6.5K
103K
crumbles 🍎 retweetledi
Christa Sydney
Christa Sydney@christasyd·
Plus membandingkan Kartini dengan Cut Nyak Dien dan Martha Christina Tiahahu hanya karena mereka perempuan adalah bentuk seksisme, karena perjuangan CND dan MCT tidak ada sangkut pautnya dengan gender—mereka setara dengan pejuang laki-laki seperti Kapitan Pattimura.
Lemonaye@Lemonn_Festive

Dan lucunya yg kuliat2 mostly COWO lgi yg banding2in perjuangan kartini dgn tokoh2 pejuang perempuan lain wkwk gausahlah mempertanyakan dia kontribusinya apa cm krn dia gak pegang senjata. we are warriors in our own ways

Indonesia
8
974
3.9K
94.4K
crumbles 🍎 retweetledi
Christa Sydney
Christa Sydney@christasyd·
Fakta bahwa orang Indonesia di tahun 2026 bisa menyepelekan perjuangan revolusioner Kartini yang membuatnya diberi gelar pahlawan dan mereduksinya hanya menulis surat saja seharusnya bisa membuka mata kita tentang parahnya ketimpangan gender di masa Kartini.
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat. Kartini dipermasalahkan karena Jawa. Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda. Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes. Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka? Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya. Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan. Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau? Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu? Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara. Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan. Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi. “Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!” Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus. --- Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜

Indonesia
19
802
2.8K
40.8K