ocha
25.6K posts

ocha retweetledi
ocha retweetledi
ocha retweetledi

Kebohongan yg aku lihat hari ini:
1. Mendisdakmen: 43jt guru ingin MBG dilanjutkan. Meanwhile, JUMLAH GURU DI INDONESIA AJA CUMA 3,47 JUTA ORANG.
2. Polisi: BEM UI belum kirim surat pemberitahuan demo. Meanwhile, UDAH SIAPIN 4500 PERSONEL UNTUK PENGAMANAN.
Semuanya disampaikan pejabat publik.
Di depan umum. Dan tanpa malu.
cc:threadrannyafrs
Indonesia

"horee, tni jg capek" 😭🙏🏻
Kompas.com@kompascom
Mobil berpelat TNI diajak bunyikan klakson untuk dukung demo ~RS
Indonesia
ocha retweetledi
ocha retweetledi

no need to look far to see zionist behavior in israel or america, we literally have them right here!!
ᢉ𐭩@etoiledew
ambulance dipukul mundur
English
ocha retweetledi
ocha retweetledi

gue pngn bikin ginian tapi versi buzzer 02…. mantep gak nih?


YAPPINGFESS@yappingfess
izin mengingatkan hama masyarakat yang bikin negara ancur 🩷
Indonesia

ini kl di kantor pada ngobrol ga si
Transport For UI@tfunivindonesia
"Kami tidak menerima informasi kalau aksi akan diadakan di Bundaran HI"
Indonesia
ocha retweetledi

ocha retweetledi
ocha retweetledi

You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
Indonesia
ocha retweetledi

Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Indonesia
ocha retweetledi
ocha retweetledi
ocha retweetledi
ocha retweetledi

Mau ngingetin lagi. Bodo amat gue ingetin terus.
YAPPINGFESS@yappingfess
izin mengingatkan hama masyarakat yang bikin negara ancur 🩷
Indonesia
ocha retweetledi

cara gampang liat demo yang organik atau engga, kalau organik dihalangin/ditahan........yg satu lg? dijagain🙃
waoui ❤️🔥@kalkunsenang
AMBULANS DITAHAN PARCOK PARJO!!!!!!!’
Indonesia












