Oki Syamsul Arifin
10.4K posts










JANGAN TERPROVOKASI‼️🚨 Kita cuma punya satu sama lain. Dalam situasi protes warga, selalu ada dua arus: pertama, suara tulus masyarakat yang menuntut keadilan; kedua, upaya pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum dengan menyusupkan provokasi. Memahami perbedaan ini sangat penting agar perjuangan tidak disalahartikan. Sejarah menunjukkan, setiap kali ada gerakan warga, pola provokasi hampir selalu sama: > Isu Etnis/Agama: perjuangan rakyat dialihkan menjadi narasi kebencian horizontal. Ini efektif melemahkan solidaritas karena membuat sesama warga saling curiga. > Seruan penjarahan atau perusakan. Ini sengaja dibuat agar gerakan dicap kriminal. BISA DIJADIKAN ALAT LEGITIMASI PENGUASA UTK MELAKUKAN KEKERASAN. > Disinformasi: pesan berantai tanpa sumber jelas yang memicu emosi, bukan logika. Ketika warga ikut terprovokasi, ada tiga konsekuensi serius: 1) delegitimasi gerakan, 2) kriminalisasi massal, 3) retak sosial (jadi RAKYAT VS RAKYAT) TOLONG!!! Verifikasi sumber, KONTROL EMOSI KOLEKTIF (amarah jgn diarahkan ke sesama warga), bangun solidaritas, dan ISOLASI PROVOKATOR.




















