ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP
33K posts

ILLEGAL POP
@ogiejogie
tuluz, ikhlaz & cadaazz.
Kota Bogor, Jawa Barat Katılım Eylül 2009
632 Takip Edilen482 Takipçiler

Biaya Pemeliharaannya Rp9 Miliar per Tahun, Dahlan Iskan Pertanyakan Manfaat Bandara VVIP di IKN
inilah.com/biaya-pemeliha…
Baca berita terkini dengan mudah dan nyaman, download aplikasi Inilahcom di iOS dan Android
#inilahcom #inilahdotcom via @inilahdotcom
Indonesia
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi

Warga Desa Pakel, Lumajang, Jawa Timur digegerkan oleh aksi kekerasan terhadap Kepala Desa setempat, Sberjalan
Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok orang di kediamannya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius akibat pukulan dan senjata tajam di bagian kepala, lengan, dan bahu, hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Insiden ini diduga dipicu kesalahpahaman yang berawal dari perselisihan sebelumnya dalam sebuah acara pengajian.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta memburu para terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, sembari menunggu proses hukum berjalan.
Indonesia
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi

Nadiem Makarim menegaskan bahwa tidak ada kerugian negara sebesar Rp2 triliun dalam perkara pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Hal itu disampaikannya saat jeda persidangan pada Kamis (5/3/2026).
"Hari ini sudah jelas bahwa berdasarkan kesaksian para saksi, angka kerugian negara Rp2 triliun itu sebenarnya tidak ada," tegas Nadiem.
Nadiem menjelaskan bahwa angka Rp2 triliun tersebut terdiri dari dua bagian: Rp600 miliar untuk CDM dan Rp1,5 triliun untuk kemahalan harga laptop.
Untuk Rp600 miliar terkait CDM, Nadiem menyatakan tidak ada kerugian sama sekali. "Jadi kita tidak perlu bahas yang Rp600 miliar itu," katanya.
Sedangkan untuk Rp1,5 triliun yang disebut sebagai kemahalan harga, Nadiem menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan selisih antara harga yang seharusnya menurut BPKP dengan harga realisasi. Menurut BPKP, harga wajar satu unit laptop adalah Rp4,3 juta.
Namun, berdasarkan keterangan para saksi, harga tersebut sangat tidak wajar karena harga jual prinsipal ke distributor berada di kisaran Rp4,6 juta—Rp5 juta.
Indonesia
ILLEGAL POP retweetledi
ILLEGAL POP retweetledi












