ohpem retweetledi
ohpem
3K posts

ohpem retweetledi

Wow.. Jujur belum pernah sampe kasih respon kayak gitu.
New insight!
Catholic 𐕣@myshawti
Baca hal yang positive vibes bisa membuat kamu ngerasa dunia ga seburuk yang dipikirkan
Indonesia
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi

gue bukan type orang yang suka minta tolong karena gue ngerasa gue dilahirkan untuk menjadi perempuan gacor dan mantap yang bisa nge handle semua hal yang ada di dunia ini sendirian.
jadi kalau sampe gue minta tolong, GUE BENERAN BUTUH DI TOLONGGG
apalagi kalau udah ngeluarin kalimat “doain gue ya” itu berarti gue udah ada di titik terendah hidup gue
Indonesia
ohpem retweetledi

Gue lebih setuju kalau perokok yang harusnya repot cari smoking room, bukan non perokok yg repot cari non smoking room 🗿
tyaza@horcruxsh
semua opini tentang perokok
Indonesia
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi

bedain gen z sama gen alpha jir
(Bukan) Dosen Killer@buburrkacangg
Gen Z pasti bingung ini apa
Nederlands
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi

Selain Banda Neira, ada satu tempat yg katanya jangan dulu mati sebelum ke sana, yaitu Tana Toraja.
Tana Toraja itu salah satu daerah di Sulawesi Selatan yg menurutku punya vibe beda. Dikelilingi gunung, udaranya dingin, kopinya juga terkenal, tapi yg paling bikin orang penasaran justru tradisinya.
Di sana, kematian bukan sesuatu yg buru-buru diselesaikan. Kalau ada yang meninggal, biasanya tidak langsung dikuburkan. Jenazahnya bisa disimpan dulu di rumah, sampai nunggu waktu pemakaman adat yang dianggap paling pas.
Aku baru benar-benar “ngeh” soal ini waktu teman kantorku yang orang Toraja cerita. Waktu ibunya meninggal, jenazahnya disimpan hampir setahun di rumah. Awalnya aku kaget, tapi buat mereka itu hal biasa. Aku bahkan diajak datang pas upacara pemakamannya.
Banyak kerbau dan babi yang dipotong saat upacara pemakaman. Katanya itu sumbangan dari keluarga besar. Tapi bukan sekadar sumbangan, lebih kayak “utang sosial” yang nanti harus dibalas kalau keluarga si penyumbang juga berduka.
Ibunya dimakamkan di Loko Mata, salah satu tempat kuburan di batu besar yang dipahat. Satu batu biasanya untuk satu keluarga. Yang bikin aku makin takjub, batu itu sudah disiapkan jauh sebelum ada yg meninggal. Jadi kematian benar-benar diperlakukan sebagai bagian dari perjalanan hidup, bukan sesuatu yang datang tiba-tiba.
Katanya, semakin tinggi letak kuburan, semakin tinggi pula derajat dan penghormatan bagi orang yang dimakamkan. Di Toraja, posisi makam bukan hanya soal tempat, tapi juga simbol status sosial, kehormatan, dan perjalanan menuju alam setelah kehidupan. Karena itu, banyak keluarga berusaha menempatkan orang yang mereka cintai di tempat yang tinggi, sebagai bentuk penghargaan terakhir yang penuh makna.
Belum lagi cerita tentang bayi yang dimakamkan di dalam batang Pohon Tarra. Batangnya dipahat, lalu nanti bayi dimasukkan di celah batang pohon tersebut, konon lubangnya akan menutup sendiri seiring waktu. Buatku, itu unik sekaligus menyentuh. Cara mereka menghargai kehidupan sampai ke detail seperti itu di sana.
Setelah dari Toraja, aku selalu ingat, ada tempat-tempat yang bukan cuma indah, tapi juga bikin kita melihat hidup dari sudut pandang berbeda, dan Toraja jelas salah satunya.




ama@itsamarl
spill tempat wisata yang bikin kamu bilang "jangan mati dulu sebelum kalian kesini"
Indonesia
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi

guru penjas coach nadin
SMP pilates amizah
👽🍋@icurina
turning the airport into their personal runway
Indonesia
ohpem retweetledi
ohpem retweetledi

Tuku mau naik harga. dan jujur, wajar banget.
Tuku claimnya pakai 100% biji kopi lokal dari Gayo, Flores, Bali, Garut, Lintong. artinya tekanan harganya dari dalam negeri sendiri: biaya logistik antar daerah yang naik, biaya energi roasting yang ikut merangkak, nilai tukar yang menekan biaya operasional, sampai harga susu segar yang juga bergerak.
semua itu numpuk jauh sebelum konsumen nyadar, dan Tuku kayanya udah nahan lama. penyesuaian ini legitimate respons atas tekanan struktural yang udah numpuk.
satu hal yang perlu dilurusin juga: ini konteksnya beda jauh sama kenaikan BBM non-subsidi. BBM naik itu kebijakan negara yang langsung menyapu semua sektor sekaligus, konsumen ga punya pilihan lain. ini beda guys, kamu sebagai konsumen tetap bebas memilih.
prediksi gw? loyalis Tuku si bakal tetap jabanin, karena brand yang udah jadi ritual pagi jutaan orang itu ikatannya melampaui selisih beberapa ribu perak di struk. dan tinggal tunggu saja, brand kopi susu lain pasti akan ikut menyesuaikan, karena Tuku yang dari awal membuka kategori ini, Tuku yang set the standard.
folkative@insidefolkative
Kopi Tuku konfirmasi akan ada penyesuaian harga mulai besok.
Indonesia























