Yang sampai hari ini masih kerja digaji kantor, bekerjalah sebaik-baiknya utk perusahaan. Saat ini bahkan puluhan bisnis raksasa memutuskan menutup bisnisnya.
Perusahaan yg masih mempekerjakanmu hari ini, sedang berusaha melewati ujian yg mungkin kamu ga lihat dan ga paham
Gw selalu ajarin anak2 kantor gw:
Kalau org bersikap X, jgn emosi karena X tadi. Tapi tanya: Kenapa ya dia begitu?
Selalu lihat lapisan keduanya. Dan hampir selalu, setiap orang pasti ada alasannya. Dan kita jadi lebih berempati. Dan kita biasanya ga jadi emosi.
Buat aku menikah itu bukan perihal umur dan siapa yang paling cepat.
Tetapi tentang beberapa hal yang harus kita siapkan, mental, financial , dan tujuan.
Seusil-usilnya manusia menurutku yang mempertanyakan kenapa orang lain belum menikah.
Jikalau kusut, kita urai.
Jikalau tumpul, kita asah.
Yang putus disambung.
Yang terhenti, dilaju lagi.
Tak membiarkan hilang.
Tetap ada di samping;
yang memeluk kuat,
yang menggenggam erat,
yang ada meski selalu dirayu pergi,
tak binasa meski dilumpuhkan berkali-kali.
Harus gue akui, Bu SMI dan pejabat2 di bawahnya emang kerjaannya beres selama covid19, mulai dari gercep bikin aturan shifting ke digital+insentif, perlindungan pegawai, sampai ke hal2 personal seperti pengisian health assessment tiap hari yg diwajibkan kepada masing2 pegawai.
Pemerintah sudah nih.
Giliran kita juga yuk realokasi anggaran nongkrong, jajan, shopping dan hal-hal hedon pribadi lainnya untuk membantu para pasien dan petugas medis yang membutuhkan.
Sementara aja kok, biar situasi cepet pulih dan cepet bisa hedon lagi..