my name is bor

13.3K posts

my name is bor banner
my name is bor

my name is bor

@oktaBOR

eat cook read..

Katılım Mart 2009
803 Takip Edilen687 Takipçiler
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@glimpseofmeh Duh. Iya lagi..dulu pas SMP - kuliah saya gitu juga wkwkw.. kok sempet ya dulu bikin prakarya romansa wkwk
Indonesia
1
0
0
24
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@glimpseofmeh Tetep perlu cek untuk tau apakah perhitungannya sudah sesuai atau belum. Karena seringkali gaji yang dijadikan Acuan BPJS TK mu bukan gaji real yang kamu terima.
Indonesia
0
0
0
27
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@adityapramoudya HRD di kawasan industri punya banyak peluang fraud. Baik lewat rekrutmen, serikat buruh, outsourcing, main dengan driver, atau jual beli SP
Indonesia
1
2
26
3.2K
adityapram
adityapram@adityapramoudya·
Unpopular opinion tentang HRD.
adityapram tweet media
Indonesia
62
68
262
2.3M
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@debiaguss 1. Soekarno : berkharisma, yakin dg apa yg diucapkan 2. SBY : tenang, tertata, textbook 3. Soeharto : tenang, PD, 4. Prabowo : tegas, 1 arah & cuma dia yg paham 5. Mega : Terlalu pakai emosi 6. Gusdur : informal & kurang kharisma 7. Jokowi : trlalu pelan, patah2, dan tdk tajam
Indonesia
1
0
1
77
Debi Agus S.
Debi Agus S.@debiaguss·
Jawab jujur!! Menurutmu, siapa Presiden Indonesia dg Public speaking dan komunikasi terbaik, di bawah ini? Alasannya? - Prabowo Subianto - Joko Widodo - Susilo Bambang Yudhoyono - Megawati Soekarnoputri .
Debi Agus S. tweet mediaDebi Agus S. tweet mediaDebi Agus S. tweet mediaDebi Agus S. tweet media
Indonesia
1.3K
41
451
283K
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
Film Adaptasi ‘SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI’ Umumkan Benidictus Siregar jadi tokoh utama
Muklis Nonton tweet media
Indonesia
357
289
4.6K
1.5M
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@RidhaIntifadha Pernah baca di buku yg saya udah lupa judul & penulisnya, buah terlarang itu sebetulnya hanya kiasan tentang ilmu seksualitas. Jadi setelah Adam & Hawa "makan" buah tersebut mereka jd paham tentang organ seks masing2 dan paham tentang cara berkembang biak.
Indonesia
0
0
10
725
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Tahu enggak sih, buah pisang inilah yang dipercaya sebagai buah terlarang dari surga. Yup. Sebagian orang berpendapat bahwa buah yang menyebabkan terusirnya Adam dan Hawa bukanlah apel, melainkan pisang. Tapi kok bisa begitu...? Gimana sejarahnya? [SEBUAH UTAS]
Khanif Irsyad@khanifirsyad

Kenapa dulunya pisang berbiji banyak, sekarang bisa tanpa biji? Kalau kita hidup ribuan tahun lalu, kita akan menemui semua pisang yg bijinya banyak. Bahkan tidak enak untuk dimakan! Tapi, kok bisa sekarang jadi mulus tanpa biji? Mari kita bahas. 🍌

Indonesia
41
499
4.8K
454.6K
aril piterpen
aril piterpen@aril_piterpen1·
nama yg cocok buat masakan ini :
aril piterpen tweet media
Indonesia
907
51
1.3K
158.2K
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@sosmedkeras Saya ex aales mobil (2013-2017). Sales dpt komisi bagus klo jual kredit. Komisinya bkn dr dealer, tapi dr leasing. Komisi dr leasing jg bkn dr bunga kredit, tapi dr fee asuransi. Jadi sebetulnya klo jual cash bs aja dpt komisi lumayan, dg cara bantu masukkan mobilnya ke asuransi
Indonesia
0
0
3
1.2K
my name is bor
my name is bor@oktaBOR·
@kicknost Di ranah sepatu basket, ada brand Ardiles yg menurut saya design dan fungsinya bagus. Ditambah secara marketing mereka cukup niat .
my name is bor tweet mediamy name is bor tweet mediamy name is bor tweet mediamy name is bor tweet media
Indonesia
0
0
2
31
Kick Nost
Kick Nost@kicknost·
Brand Lokal Tidak Kekurangan Kualitas, Tapi Kekurangan Kepercayaan Ada satu pola yang terus berulang setiap kali membahas brand lokal. Kualitasnya sebenarnya bagus, desainnya menarik, harganya kompetitif tapi tetap saja, banyak orang masih ragu. Ini bukan soal produk, ini soal kepercayaan. Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan brand lokal Indonesia sebenarnya cukup signifikan. Di industri fashion, misalnya, nama-nama seperti Erigo, Eiger, hingga Aerostreet berhasil membangun pasar yang kuat. Bahkan dalam survei konsumen terbaru, brand lokal mulai masuk dalam daftar pilihan utama, sesuatu yang jarang terjadi satu dekade lalu. Fenomena ini menunjukkan satu hal penting, brand lokal tidak lagi hanya menjadi alternatif murah, tapi sudah mulai dipertimbangkan sebagai pilihan utama. Namun di balik pertumbuhan tersebut, ada satu tantangan yang masih terasa konsisten yang keberlanjutan. Banyak brand lokal tumbuh cepat karena momentum digital. Mereka hadir dengan desain menarik, harga kompetitif, dan strategi pemasaran yang agresif di media sosial. Dalam waktu singkat, brand tersebut menjadi populer, bahkan viral. Namun setelah hype mereda, tidak semuanya mampu mempertahankan posisi tersebut. Masalahnya bukan pada kreativitas, masalahnya adalah ada pada konsistensi. Ketika skala bisnis meningkat, tantangan mulai muncul yaitu produksi massal, kontrol kualitas, distribusi, hingga layanan purna jual. Di titik inilah beberapa brand lokal mulai kehilangan momentum. Sebaliknya, brand lokal yang berhasil bertahan biasanya memiliki satu kesamaan, mereka membangun sistem, bukan sekadar momentum. Eiger, misalnya, berkembang dengan pendekatan jangka panjang dan positioning yang jelas. Contoh lain ada Aerostreet berhasil menjaga harga terjangkau tanpa meninggalkan identitas produknya. Sementara beberapa brand fashion lokal lainnya mulai berani masuk pasar internasional, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi. Ini menunjukkan bahwa brand lokal sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Yang sering tidak disadari, brand lokal Indonesia saat ini berada dalam fase yang mirip dengan industri sepakbola yang sedang membangun ulang fondasi. Potensinya besar, pasarnya berkembang, dan kualitasnya semakin meningkat. Namun sistemnya belum sepenuhnya matang. Itulah sebabnya persepsi terhadap brand lokal masih naik turun. Unpopular opinion: Brand lokal Indonesia bukan kalah kualitas. Mereka hanya belum konsisten dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Jika konsistensi itu mulai terbentuk, bukan tidak mungkin brand lokal akan menjadi pilihan utama, bukan lagi alternatif. Tanda-tanda itu sebenarnya sudah mulai terlihat, tinggal menunggu siapa yang mampu bertahan paling lama. Pertanyaannya sekarang sederhana, kalian membeli brand lokal karena percaya kualitasnya atau karena sekadar ingin mencoba dan sedikit ikut-ikutan saja? Komen yuk 👇🏻
Kick Nost tweet mediaKick Nost tweet media
txtdaribrand@txtfrombrand

unpopular opinion about local brand

Indonesia
74
93
654
73.4K
uchill✨
uchill✨@glimpseofmeh·
@oktaBOR astagaa masih ada ya sushi ini… kirain udah tutup. kapan2 makan situ yuk
Indonesia
1
0
0
35
✮⋆˙
✮⋆˙@Kiiokiiio·
pernah semiskin apa pas ngekost?
✮⋆˙ tweet media
Indonesia
304
86
636
3.4M
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gue punya temen yang kecanduannya lebih gila dari alkohol atau narkoba dan ini bukan lebay. Namanya kecanduan layar HP. Temen gue ini, sebut aja Dika, hidupnya literally nggak bisa lepas dari HP. Bukan karena kerjaan, bukan karena darurat. Murni karena nggak bisa. Pagi-pagi matanya belum buka beneran, tangan udah otomatis nyari HP di bawah bantal. Belum ngapa-ngapain, scroll udah jalan duluan. Instagram, X, TikTok semua dibuka satu-satu kayak ritual pagi yang nggak boleh kelewat. Makan? Wajib ada tontonan. Biasanya dia buka YouTube, dan favoritnya itu Windah Basudara marathon gaming, horror challenge, apapun. Kalau nggak ada itu, rasanya kayak makan nasi tanpa lauk. Hampa. Yang bikin gue mikir keras soal dia itu bukan kebiasaannya tapi reaksinya kalau HP-nya nggak ada. Sekali waktu HPnya ketinggalan di rumah waktu kita nongkrong. Dia gelisah. Nggak bisa fokus ngobrol. Tangannya sibuk sendiri, kayak mau ngambil sesuatu tapi nggak ada apa-apa. Persis orang yang lagi sakaw. Dan ini yang bikin serem Kecanduan HP itu nggak keliatan kayak kecanduan. Nggak ada bau alkohol, nggak ada jarum, nggak ada yang narik lengan bilang "bro lo harus berhenti." Semua orang di sekitarnya juga lakuin hal yang sama. Jadi rasanya... normal. Padahal otaknya lagi dirampok pelan-pelan. Dopamin yang harusnya keluar dari pencapaian nyata, dari ngobrol sama orang, dari ngerjain sesuatu sekarang cuma keluar dari notifikasi dan scroll tanpa ujung. Di Indonesia ini udah parah banget sebenernya. Kita salah satu negara dengan rata-rata screen time tertinggi di dunia. Warung kopi, angkot, antrean semua pada megang HP, semua pada diem. Dan yang paling berbahaya dari kecanduan ini? Nggak ada yang anggap itu masalah.
by@beyoumf

name an addiction worse than alcohol and drugs

Indonesia
11
95
427
56.1K