@DokterTifa Ganteng sih ngga deh. masih mending juga pak Kasmudjo. cuma aja waktu itu diwajah momon ada aura pejuang nya.
Bandingan dgn sekarang keliatan banget urat² termulnya udh mulai keluar
Rismon pas masih sahabatan sama kita, wajahnya ada ganteng-gantengnya ya.
Begitu temen sama Andi Azwan, Farhat Abbas, dll
Ngnghkhkzhzawrts....krik krik
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, buka suara soal prajurit TNI yang gugur di Libanon.
Menurutnya, hal itu jadi bagian dari risiko yang harus disadari sejak awal ketika para prajurit bergabung dengan pasukan perdamaian.
~the.arkanline~
@NenkMonica Semoga negosiasi mrk deadlock., dan Iran lanjutkan perang, sampai Zionis bersembunyi dibalik batu & Gharqad.
Tak perlu perundingan damai dgn kappir trump dan syaitanyahu.
Abbas Araghchi memberikan jawaban berkelas saat ditanya soal gencatan senjata.
Bukan karena kami takut atau lemah.
Iran justru ingin memastikan perang ini berakhir dengan satu hal:
"Musuh tak akan pernah berani mengulanginya lagi" !!
@CakKhum Korban itu pihak yg tdk mengetahui. Sedangkan bnyk jejak digital rismon yg narasikan bhwa, ada aroma politis yg kuat dibalik pembongkaran ijazah palsu jkowi, ada actor yg backing dgn uang. dipodcast Andi Azwan, dia pun tampak enjoy ketika di singgung gossip tersebut & tdk bantah
@DokterTifa Jgn disesali Bu dokter. Buang deh si momon jauh² ,ngga penting banget di panggil dear lagi.
Segala sesuatu terjadi atas hukum sebab akibat, disesali juga takan merubah yg sdh terjadi. yg bijak ambil hikmahnya aja. Krn bisa jadi kita sesali yg lalu, padahal kedepannya ada kebaikan
Dear Rismon,
Ingatkah kamu,
Tanggal 15 April 2025.
Ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM.
Kita duduk bertiga: aku, kamu, dan dan mas Roy Suryo.
Pertama kali tiga pasang mata kita dan tiga pasang tangan kita, menyaksikan dan memegang Skripsi Palsu milik Joko Widodo.
Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa.
Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan.
Kita menjadi tiga sahabat.
Aku dan Mas Roy,
menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri.
Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Ada keyakinan bahwa kita bertiga adalah satu barisan kecil yang tak akan terpisahkan.
Aku masih ingat caramu berbicara waktu itu,
penuh keyakinan, penuh api.
Seolah kita semua adalah bagian dari barisan kecil yang ditakdirkan untuk menyalakan terang di tengah gelap yang sudah terlalu lama dibiarkan.
Kita tertawa. Kita berdiskusi. Kita merancang langkah-langkah.
Dan di antara semua itu, tidak ada sedikit pun keraguan bahwa kita berada di sisi yang benar.
Tapi Rismon,
jalan yang kita pilih ternyata bukan jalan lurus. Ia berkelok. Ia gelap. Ia penuh jebakan.
Dan yang paling menyakitkan, kadang bukan musuh di depan yang melukai, tapi perubahan arah dari mereka yang dulu berjalan di samping kita.
Ada satu bagian dari perjalanan ini yang sampai hari ini masih mengganjal, dan jujur saja, itu yang paling membuat hati ini terasa berat.
Tentang ijazah Yamaguchi itu.
Tentang surat keterangan kematian yang dikabarkan lawan kita.
Hal-hal yang, aku tahu, membuatmu berada dalam posisi yang tidak mudah. Mungkin kamu merasa terancam. Mungkin kamu merasa sendirian. Mungkin kamu takut.
Tapi justru di situlah, seharusnya kamu kembali ke kami.
Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah?
Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing.
Kita berjalan sebagai tiga sahabat.
Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai adik,
yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi.
Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah, itu bukan akhir dari segalanya, Rismon.
Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur.
Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu.
Tapi yang terjadi, justru sebaliknya.
Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentu… kamu berdiri di sisi yang berseberangan.
Bahkan kamu sekarang memusuhi kami.
Dan di sinilah pertanyaan itu tak bisa lagi aku tahan:
Mengapa kamu berkhianat?
Bukan hanya kepada kami.
Bukan hanya kepada persahabatan yang kita bangun dengan tulus…
Tapi juga kepada begitu banyak orang yang menggantungkan harapan pada perjuangan ini.
Pada rakyat. Pada kebenaran yang seharusnya kita jaga bersama.
Apakah semua ini sepadan, Rismon?
Apakah rasa takut itu lebih besar
daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan?
Aku tidak menulis ini dengan amarah.
Aku menulis ini dengan luka.
Karena kehilangan seorang lawan itu biasa.
Tapi kehilangan seorang adik dalam perjuangan, itu jauh lebih dalam rasanya.
Namun satu hal yang harus kamu tahu, Kebenaran tidak pernah berubah, meski manusia bisa.
Dan pintu untuk kembali pada kebenaran, tidak pernah tertutup.
Seberat apa pun langkah yang sudah kamu ambil, selama masih ada keberanian untuk jujur,
selalu ada jalan pulang.
Jika suatu hari nanti kamu kembali melihat ke belakang, ingatlah satu hal:
Kita pernah menjadi tiga sahabat.
Kita pernah berdiri di titik yang sama, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus. Tak akan bisa dihapus oleh apa pun.
Aku, dr Tifa, menulis ini untukmu, Rismon,
dengan pilu yang tak terucap.
.
Jangan-jangan...jokowi seperti Almarhum Kakek Aku yang bisanya cuma Menulis, Mengeja, Mengenal Angka, Tapi tidak Pernah mengenyam Pendidikan sama sekali.
Ini jangan-jangan Lho yaa..!
.
Perbandingan ilmiah dengan menggunakan beberapa metode:
- Landmark morphometry
- Rasio antropometri
- Analisis geometri
- Bayesian reasoning
Menghasilkan perhitungan perbedaan antara kedua foto sebesar 92,37%!
Artinya
Kedua foto ini TIDAK MUNGKIN berasal dari orang yang sama.
Salah satu pemilik foto ini entah foto atas atau foto bawah, telah MENCATUT foto orang lain.
Parahnya lagi,
Foto orang wisuda bertoga ini pernah diposting oleh Sekretariat Negara dengan caption
"Foto Wisuda Presiden RK ke-7"
*RK = Republik Konoha
Pancen njelehi tenan, nekat dalam taraf semprul ndlahom!
Kerja cepat tepat Presiden Prabowo Subianto.
Ternyata hutang kereta cepat whoosh sudah hampir lunas, persis seperti apa yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jadi tidak seperti apa yang dahulu digembar-gemborkan akan lunas setelah puluhan tahun.
@SetiawanTj67427@Chynthia_K jkowi itu udh jadi rakyat biasa tolol, walau kelen anggap dia raja atau dewa, tapi buat gw, jkowi sama kayak lu. cuma bedanya jkowi kaya raya, sedangkan lu gembel
😂
@xquitavee@jokowi Simpel saja sebenarnya, soal Ijazah Palsu ini.
Kalo memang PALSU, berarti Jokowi itu bener² PENIPU. Kalo ternyata ASLI, berarti Jokowi itu tukang PEMBUAT GADUH, krn tidak mau membuktikan keaslian ijazahnya..
Sekarang, Pertanyaannya, @jokowi itu PENIPU atau Pembuat Gaduh ?
Buat Yang punya OTAK PEKOK suruh pak @jokowi tunjukkan Ijazah Asli 👇
Bareskrim Polri menyatakan ijazah UGM milik Presiden ke-7 Jokowi adalah asli. Kepastian ini disampaikan usai hasil uji laboratorium forensik menunjukkan dokumen tersebut identik dengan ijazah milik teman seangkatannya
INTINYA LO OTAK TOKAI GA BAKAL PERCAYA KARENA KEBENCIAN ‼️
@xquitavee@jokowi masih bnyk termul yg tak paham. Bukan itu masalahnya. Kesimpulan mabes Polri+GPKnya, lalu pernyataan rektor UGM & segala macam drama reuni bla bla bla..nya, Itu sdh selesai Blo'on.!!
Kini giliran jkowi yg ditunggu pengadilan utk tuntaskan LP nya.
Ingat ada bnyk yg ditersangkakan
@ih_ji76921@Chynthia_K Gimana bisa P21 .,yg diberkas penyidik bareskrim cuma copy ijazah & document lain yg ngga jelas. Dikirim ke kejaksaan ditolak terus, krn bukti utama ijazah aslinya ngga ada.
Shame on you.
Hit the road jack, don't you come back no more