achmadj
20.7K posts


@LambeSahamjja Politik dagang ‘dumping’ selalu dilakukan dengan berbagai cara dan gaya
Indonesia

@LambeSahamjja Sama aja. Japan juga gtu. Biar mobil laku keras, jaman orba banyak hibah dan soft loan untuk bangun jalan dan jembatan, biar ada jalan buat mobil mereka via JICA dll. Public transport di’bunuh’. Jalur kereta dan trem banyak dimatiin
Indonesia

Guys, semua orang lagi puja-puji BYD.
Mobil paling laris di dunia.
Mengalahkan Tesla.
Masuk ke Indonesia dengan harga yang bikin Toyota dan Honda keringat dingin.
Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dengan jujur:
BYD menang karena lebih inovatif atau karena negara adidaya yang membiayai semuanya dari belakang?
Dan kalau jawabannya yang kedua implikasinya jauh lebih besar dari sekadar urusan beli mobil murah.
Mulai dari bukti yang paling konkret:
Antara 2018 sampai 2022 BYD menerima subsidi langsung sekitar 3,7 miliar dolar dari pemerintah China. Itu menurut riset dari Kiel Institute.
Tapi yang lebih mengejutkan:
di tahun 2019 jumlah subsidi yang diterima BYD
lebih besar dari total keuntungan operasional mereka. Artinya tanpa suntikan uang negara
BYD di tahun itu rugi total.
Mereka tidak menghasilkan uang sendiri.
Mereka bukan perusahaan yang profitable.
Mereka adalah entitas yang dihidupkan secara paksa oleh uang negara China.
Dan ini analoginya yang paling mudah dipahami:
Bayangkan kamu buka warung nasi padang.
Modal sendiri.
Sewa tempat sendiri.
Belanja bahan sendiri.
Bayar pajak sendiri.
Tiba-tiba muncul warung baru di seberang jalan. Tempatnya lebih bagus.
Porsinya dua kali lebih banyak.
Harganya 30% lebih murah.
Kamu pikir: wah, supply chain-nya pasti sangat efisien.
Tapi ternyata:
pemerintah kota menutup 60% biaya bahan baku mereka setiap hari.
Tanahnya dikasih gratis oleh negara.
Dan setiap pelanggan yang makan di sana dapat cashback langsung dari kas daerah.
Itu bukan kompetisi bisnis.
Itu pembantaian industri yang dibungkus rapi dalam istilah persaingan pasar bebas.
Dan persis itulah yang terjadi di skala global dengan BYD.
Dan ini kenapa China mau membakar uang puluhan triliun untuk satu perusahaan mobil:
Pertama — leverage geopolitik.
Kalau setengah armada bus di Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara pakai baterai BYD bayangkan apa yang terjadi kalau suatu hari China memutus supply chain suku cadang mereka.
Infrastruktur transportasi negara lain mati total. Ketergantungan strategis tercipta tanpa perlu satu peluru pun ditembakkan.
Kedua — reverse tech transfer.
Dulu China dipandang sebelah mata dan dipaksa membeli teknologi dari Amerika dan Eropa.
Sekarang dibalik: pabrikan Jerman, Jepang, dan Amerika yang antre untuk mengakses teknologi baterai murah dari China.
Ketiga — stabilitas sosial.
BYD dan seluruh ekosistem suppliernya mempekerjakan ratusan ribu orang di China.
Di negara otokratis manapun menyerap tenaga kerja massal dan membuat perut rakyat kenyang adalah alat politik paling ampuh untuk mencegah revolusi domestik.
Dan ini yang membuat BYD benar-benar tidak bisa dilawan bahkan oleh Toyota atau Ford:
Bukan teknologinya yang paling canggih.
Tapi vertical integration yang paling brutal dalam sejarah industri otomotif.
Tesla jago desain aerodinamis, bikin software, jualan mobil.
Tapi BYD jago menambang bahan bakunya, mencetak mesinnya, membangun jalan tolnya, membuat mobilnya, sampai menjual tiket tolnya.
Dari menambang litium di Tibet sampai pabrik sel baterai, chip semikonduktor, armada kapal kargo laut semua milik mereka sendiri.
Bukti paling nyata: krisis chip global 2021-2022.
Ford, GM, Toyota terpaksa parkir ratusan ribu mobil setengah jadi di lapangan terbuka karena menunggu chip dari Taiwan.
Rugi miliaran dolar.
BYD?
Tinggal telepon anak perusahaannya sendiri:
BYD Semiconductor.
Produksi tidak terganggu satu hari pun.
Tapi ini bagian yang tidak diceritakan oleh narasi BYD yang keren:
Awal 2025 lembaga riset independen GMT Research di Hong Kong merilis dokumen mengejutkan.
Hutang real BYD bukan 27 miliar yuan seperti yang tercatat rapi di laporan keuangan resmi mereka.
Angka real-nya diestimasi mendekati 323 miliar yuan hampir 12 kali lipat lebih tinggi dari yang dilaporkan ke publik.
Kemana ratusan triliun itu disembunyikan?
Dalam celah akuntansi yang disebut supply chain financing.
Standar industri otomotif global:
bayar vendor dalam 50-60 hari setelah barang dikirim.
BYD?
Memaksa vendor dibayar rata-rata dalam 275 hari hampir 9 bulan.
Artinya ribuan vendor kecil dan menengah dipaksa membiayai ekspansi gila-gilaan BYD dari kantong mereka sendiri tanpa bunga sepeserpun.
BYD pada dasarnya numpang hidup dari cash flow pihak ketiga.
Dan pola ini menurut analis Wall Street identik dengan yang dilakukan Evergrande sebelum kolaps dan memicu krisis ekonomi yang menggetarkan Asia.
Dan ini yang paling relevan untuk Indonesia:
BYD sudah ada di jalan tol kita.
Di lobi mall kita.
Pabriknya dibangun di Subang dengan narasi:
investasi triliunan, lapangan kerja puluhan ribu untuk warga lokal.
Tapi ingat kasus Brazil BYD masuk daftar hitam Kementerian Tenaga Kerja Brazil karena kondisi yang secara resmi digambarkan sebagai analog perbudakan.
163 pekerja didatangkan langsung dari China.
Paspor disita manajemen.
Kerja 14 jam sehari tanpa hari libur.
Dan Indonesia punya lebih dari 1.500 perusahaan komponen otomotif lokal di Cikarang sampai Karawang yang urat nadinya hidup dari mensuplai Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki.
Kalau pabrikan Jepang mulai tutup pabrik karena margin hancur vendor-vendor lokal itu bisa kolaps berantai.
Bisakah mereka beralih suplai komponen ke BYD? Hampir tidak.
Karena BYD memegang vertical integration yang sangat tertutup. Komponen utamanya dari ekosistem China sendiri.
Dan ini tiga skenario yang paling penting:
Skenario pertama:
kamu sebagai konsumen senang dapat mobil murah. Pabrikan Jepang panik kasih diskon puluhan juta.
Tapi kalau 3-5 tahun ke depan Toyota dan Honda memutuskan margin di Indonesia tidak sustainable lalu angkat kaki kamu 100% bergantung pada ekosistem service kendaraan China.
Kalau harga spare part tiba-tiba naik 300% tidak ada pilihan lain.
Skenario kedua: industri komponen lokal mati berantai tanpa bisa beralih ke ekosistem BYD yang tertutup.
Skenario ketiga: lapangan kerja yang dijanjikan dari pabrik BYD kalau polanya sama dengan Brazil bukan untuk rakyat Indonesia tapi untuk pekerja yang diimpor langsung dari China.
BYD bukan perusahaan biasa yang menang karena inovasinya paling hebat.
BYD adalah senjata ekonomi geopolitik China yang dibiayai uang negara dirancang untuk mendominasi industri otomotif global dengan cara yang tidak bisa ditandingi oleh kompetitor swasta manapun yang harus bermain dengan uang sendiri dan aturan pasar yang normal.
Apakah BYD akan bangkrut bulan depan? Tidak.
Mereka punya cadangan kas besar dan pelindung mutlak bernama negara adidaya.
Tapi sinyal alarm finansialnya nyata.
Hutang tersembunyi 12 kali lipat dari yang dilaporkan.
Pola identik dengan Evergrande.
Manipulasi angka penjualan yang bocor dari dalam.
Penarikan paksa ratusan ribu unit dalam dua tahun terakhir.
Dan kalau bubble ini meledak dampaknya tidak akan berhenti di Beijing.
Ia akan menjalar ke seluruh ekosistem otomotif global.
Termasuk ke konsumen Indonesia yang sudah terlanjur bergantung pada ekosistem yang supply chain-nya sepenuhnya ada di luar kendali kita.

Indonesia

@Rifkyprass @zoelfick Tiati ketahuan dirjen pajak, jangan asal sepal sepil mas 🤪
Indonesia

Gen Z, jangan remehkan
Tukang Bumbu Giling
Tukang bumbu giling, ini klient gw sendiri cui.
Doi bangun rumah hampir 1,2Milyar dengan gw. Pake duit hasil jualan bumbu.
Seminggu minimal 100 kilo kunyit, 100 kilo jahe, 100 kilo, 200 kilo cabe .
🤑🤑🤑🤑


Angga Fauzan @angga_fzn
Apaan ya pekerjaan yang paling sering diremehkan orang? Padahal aslinya oke bgt.
Indonesia

@Hidupsebagai62 MAN itu singkatan Madrasah Aliyah Negeri. Bukan swasta
Indonesia

Impresive
Hampir 80% anak MAN IC Serpong yang mendaftar SNBT diterima di PTN.
33 anak lolos di ITB,
27 anak ke UI,
7 anak ke UNDIP,
6 anak di ITS,
6 anak di IPB,
3 anak di UNAIR,
4 di UNPAD,
2 UGM dll.
19 anak lolos Kedokteran,
2 anak lolos FKG Dan
2 lagi lolos di FKH.
Keren yahh,
MAN IC serpong itu swasta kan ya?
Tebak kenapa prestasi nya bagus :)


Indonesia

achmadj retweetledi

Bank Indonesia to hike next week. IDR will need help with global rise in yields.
Trinh@Trinhnomics
30-year JGB is 4% and 30-year UST is 5.08%. Brace yourself.
English

this is really satisfying to watch and listen 🤗
In Bali we call it "Gedebong", what's you call it in your place?
Most people toss the banana stem after harvesting the fruit, but this part that called *gedebong* in Bali is actually loaded with goodness. It’s rich in fiber, potassium, vitamin B6, and natural antioxidants. In traditional Asian medicine, it’s been used for ages to support digestion, ease constipation and stomach acidity, and keep your gut happy. Thanks to its natural diuretic effect, it also helps your kidneys flush out toxins, lowers the chance of kidney stones, and supports healthy blood pressure and cholesterol levels.
On top of that, banana stem can help with weight management because it fills you up without many calories, and it helps keep blood sugar steady that great for anyone watching their diabetes. Its antioxidants also give your immune system a boost and calm inflammation. You can drink it as fresh juice, stir-fry it like a vegetable, or add it to soups that we called it "Jukut Ares" in Bali 🌿🍌
English
achmadj retweetledi


Mas Sigit @ListyoSigitP kok kurus banget sih?
Hire dab, poya hoho?
Mas Sigit sejak SMP teman baik saya, satu sekolah di SMP 8 Yogyakarta. Sampai sebelum jadi Kapolri geng OSIS SMP 8 yang di Jakarta rutin ketemuan, kadang di rumah saya, kadang di PIX main Bowling bareng.
Setelah jadi Kapolri sengaja ngga saya temuin karena pasti sibuk dan pusing kebanyakan kerjaan. Lagian dia juga deket sama Jokowi. Ups!
Kenangan menyenangkan masa SMP. Waktu itu saya Ketua Umum OSIS, mas Sigit Ketua Bidang Olahraga.
Pas dewasa, mas Sigit jadi Kapolri, saya jadi temannya Kapolri.
Sehat-sehat yo Ndan.
Poya stres lah, Woles pabe.
----
Saya ngomong boso walikan, jape methe jogja pasti mudeng

Indonesia
achmadj retweetledi

Kapal2 raksasa ini tidak seharusnya dapat Solar Subsidi!!
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi
Pati Jawa Tengah 3 mei 2026 Bukankah seharusnya mereka bisa dapat solar subsidi?
Indonesia

@abulmuzaffar10 Haji Suryo(HS Grup), Haji Her (Sultan Madura), Haji Kalla.. dst
Indonesia

@orcagenic Haji lain siapa ya? gw tahunya haji isam dan haji ijai
Indonesia

FYI aja..pemilik Restoran Sederhana itu (Bustaman) adalah besan dari Andi Syamsyuddin Irsyad alias Haji Isam Batulicin.
Putra Bustaman (Rizky Putra) itu menikah dengan putri Haji Isam ( Liana Saputri) pada 12 April 2020.
Selain itu, Putri Haji Isam sudah membeli 15% saham PT Jagonya Ayam Indonesia.
Gw ga kebayang kalau Restoran Sederhana dan KFC berada dalam penguasaan keluarga yang sama.

J.T@JoeTirtoDiputro
Bukan lagi Sederhana ketika menu makanan di konversi ke $$$ Btw i don't care, bring it on
Indonesia


