ai

16.6K posts

ai banner
ai

ai

@otakriuh

Ruang aman untuk aku berbicara banyak hal. Jika tidak nyaman, silakan ditinggalkan✨🙏

Katılım Temmuz 2015
198 Takip Edilen90 Takipçiler
ai retweetledi
Tim Wijaya
Tim Wijaya@itsTimWijaya·
Gua baru visit diaspora Indonesia di New York & San Francisco. Ini alasan mereka gak pulang: Di Indonesia, power and wealth are determined by who your family is and who you know, bukan dari ability atau prestasi. Indo is a place where you can be in government or run a VC fund -- just by being golf buddies with the right people. Jadi gak heran, smart people refuse to work for bosses who don't deserve to be there.
English
40
561
2.4K
232.5K
ai retweetledi
Eve
Eve@claaudyf·
ini adegan pindah negara ikut suaminya kapan ya?
Indonesia
484
14.8K
41.7K
635.9K
ai retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
At this point, gw merasa semua orang literally bs dipenjara. Bisa dicari2 kesalahannya. Bisa dibantah semua pembelaan dan bukti2nya. Bisa dibuat2 skenarionya. Semengerikan itu dampaknya. Akhirnya, banyak investor asing juga ga berani masuk. Duit banyak yang keluar. Rupiah kian melemah. Domino effect.
Jeni_Ly again@Jelli_cent

Gilaaaa!!! Tuntutan thd Nadiem Makarim adl *Penjara: 18 Tahun *Denda : 1 Milyar (190 hari) *Uang Pengganti 809 Miliar + 4 T (9th) Pdhl di setiap persidangan dakwaan thd Nadiem terbantahkan.😓 Tetap kuat Nadiem 💪🏻 Masih ada proses selanjutnya. Smoga Majelis hakim memegang asas keadilan & berpikir sangat jernih dlm memutuskan kasus ini. Berani memegang prinsip beyond a reasonable doubt. Amin 🙏🏻

Indonesia
184
8.6K
17.4K
458.8K
ai retweetledi
Cak Dar
Cak Dar@darnanto·
@Boediantar4 Coba ditiru oleh negara ini. Di Indonesia tidak kurang kok orang yang berpendidikan tinggi. Bahkan mereka sangat idealis mencintai negara ini. Bukan ketamakan macam pejabat sekarang.
Indonesia
6
15
418
10.9K
ai retweetledi
Alyn.
Alyn.@linxxxc_·
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally. Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo. Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi. Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak. Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Indonesia
175
9K
20.4K
1.1M
ai retweetledi
Sora 🐼
Sora 🐼@RafayelSunda·
W pernah ngetik di WA sayangnya gada arsip dah intinya tuh menurut w "Orang-orang militer akan selalu membenci kelompok akademik karena pendidikan mengarahkan mu pada kebebasan dan perlawanan. Sedangkan mereka menyukai kepatuhan dan tunduk pada kekuasan"
Meutia Faradilla@meutiafaradilla

Beneran kan. Of course he wouldn't say anything. He hates academician. He hates it to his bone. He doesn't care at all about our educational system. Not an ounce.

Indonesia
63
14.4K
39.9K
495.1K
ai retweetledi
Ogie Hartantyo
Ogie Hartantyo@ogiehart·
Kenal sama beberapa orang yang ga kuliah. Mostly fine-fine aja, banyak yang sukses dan humble Tapi kalo udah “aku ga kuliah, anak buahku S1 S2” “pendidikan formal ga penting” “Kuliah cuma buat ngafalin shorcut software” Punten pisan sih. Agak kurang cocok di aku untuk involve lebih jauh dalam urusan yang lebih serius
Indonesia
77
1.1K
6.5K
177.7K
ai retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Aktivis Perempuan Kalis Mardiasih dan Keluarganya Diintimidasi Usai Kritik MBG
Indonesia
378
14.4K
32.9K
645.3K
ai retweetledi
Fardi Yandi
Fardi Yandi@fardiyandi·
Self-reward: - Beli pengalaman (traveling) - Beli rasa aman & kenyamanan (rumah, investasi, insurance) - Beli mobilitas (mobil) - Beli kemudahan (punya tim, gadget) - Beli penampilan (fashion, grooming etc) - Beli pengetahuan (buku, kelas, mentor) Tiap orang punya alasan sendiri untuk milih prioritasnya. Bagaimana mereka menghabiskan uang buat self-reward. Dan alasan itu gak perlu dibandingkan atau dipertanyakan.
Fardi Yandi tweet media
Indonesia
2
307
1.5K
22.5K
ai retweetledi
Jeya • English Hacks
Jeya • English Hacks@sourvive·
This explains a lot about us! 😂 “Prospective memory” = kemampuan otak buat ingat sesuatu yang HARUS dilakukan di masa depan. Contohnya: Ingat minum obat jam 8, ingat kirim email setelah rapat. Nah, TikTok merusak kemampuan ini karena satu hal: context switching yang brutal. Setiap 15-60 detik otak dipaksa pindah konteks. Dari video kucing, loncat ke tutorial masak, loncat ke berita politik. Terus-terusan. Akibatnya? Otak jadi terlatih untuk TIDAK menyelesaikan satu niat sampai tuntas. Kamu scroll TikTok sambil niat “sebentar lagi mau belajar” tapi niatnya itu literally keburu dilupain sebelum sempat dieksekusi. Twitter beda karena formatnya teks, lebih lambat, dan kamu cenderung masih dalam satu “mode berpikir” yang sama. Jadi bukan soal platform mana yang lebih bagus. Tapi soal seberapa sering otakmu dipaksa ganti jalur dalam satu menit.
Mushtaq Bilal, PhD@MushtaqBilalPhD

Watching TikTok videos damages your prospective memory — the ability to remember to perform a planned task. Using Twitter doesn't.

Indonesia
4
882
2.6K
54.6K
ai retweetledi
🐟🍉🌺🐝🍯
🐟🍉🌺🐝🍯@hanif_aa·
Ngeliat artis yang operasi plastik bikin aku jadi inget materi kajian di Blok M tempo hari... Sabar itu sifatnya aktif. Justru yang lebih butuh kesabaran itu ketika kita menghadapi sesuatu yang kita inginkan. Ketika ga ada yang bisa larang dan halang keinginan kita. Sabar dibutuhkan supaya kita tidak gunakan kenikmatan kita di jalan yang haram. ITU SABARNYA SUSAH BANGEET. 🥲
Indonesia
4
369
1.5K
43.4K
ai retweetledi
Nur Hasyim
Nur Hasyim@KANGMASBO·
Menghakimi para ibu yang anaknya menjadi korban kekerasan di daycare Jogja adalah bentuk sikap misoginis atau membenci perempuan karena sikap serupa tidak ditujukan kepada para ayah.
Indonesia
37
9.8K
27.8K
441.3K
ai retweetledi
🐂
🐂@ppppanteqqqq·
sekarang setiap ada tragedi, kek kebakaran kantor dan kecelakaan kereta, lebih kerasa makdeg dan kena bgt karena korbannya seumuran. maksudnya, dulu tuh kalo ada kejadian gini, mikirnya orang dewasa yg meninggal, tapi ini bisa aja kita sendiri atau temen. umur gak ada yg tau 😭
Indonesia
75
11.5K
48.3K
510.2K
ai retweetledi
Indonesian Poop Base
Indonesian Poop Base@iPoopBased·
Sci-Hub nyolong 85 juta+ jurnal ilmiah dan bagiin gratis ke semua orang. Sekarang malah tambah AI (Sci-Bot) buat jawab pertanyaan sains pake artikel full-text. Jangan dipake ya. Kasihan dong penerbit akademiknya, masa jadi hak bisa foya-foya lagi. Linknya ada di bawah, supaya kita waspada dan kita hindari! x.com/MushtaqBilalPh…
Mushtaq Bilal, PhD@MushtaqBilalPhD

Sci-Hub is an evil website that pirated 85M+ research papers and made them freely available And now they've added AI to their database to make Sci-Bot. It answers your questions using latest, full-text articles. But DO NOT use it. We should all try to make billion-dollar academic publishers richer. I'm putting the link below so you know how to avoid it.

Indonesia
204
3.3K
19.2K
1.1M
ai retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
gue suka banget kalimat ini: “Orang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran. Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.” Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin. Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri. Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu. Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang. Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik. Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja. Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.
Indonesia
114
12.4K
33.8K
536.8K
ai retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
#NasihatPernikahan Akhir2 ini, saya lagi nyari sebanyak-banyaknya ilmu tentang pernikahan. Nemu video ini, Bu Rani Anggraini Dewi, seorang konselor keluarga. Berikut catatannya: "Harusnya suami-istri itu adalah pilot dan co-pilot. Mereka duduknya berdampingan. Co-pilot gak duduk di belakang, tapi di samping pilot. Makanya perlu tau tujuannya juga, mau dibawa ke mana keluarga" "Pernikahan yg sehat harus didasari oleh kesadaran dari dalam diri (kebutuhan biologis, emosional, dan spiritual), bukan sekadar tekanan lingkungan atau ekspektasi orang lain" "Pernikahan seharusnya menjadi ruang untuk bertumbuh bersama. Pasangan harus saling support agar potensi diri tetap bisa berkembang setelah menikah"
Khanif Irsyad tweet media
Khanif Irsyad@khanifirsyad

Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita? Rasa tenang. Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi. Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya. Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan. Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik. Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap. Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.

Indonesia
38
2.4K
8K
213.8K
ai retweetledi
Bambang
Bambang@sibambaang·
Ada yang menasihati. Mau lewat jalur haram atau halal, rejeki kita sudah ditetapkan. Kita tidak akan meninggal sampai semua rejeki kita diberkan. Jadi, jika sedang di posisi dilema karena dapat tawaran pekerjaan yang prospek dan cuannya gede banget tapi haram, yakin saja saat memutuskan. Misal ambil yang haram dan uang yang diperoleh sangat besar, maka rejeki lainnya akan berkurang. Misalnya kesehatan, ketenangan, anak, pasangan dll. Misal ambil yang halal tapi uang yang diperoleh sangat sedikit, maka rejeki lainnya akan ditambah. Misalnya kesehatan, ketenangan, anak, pasangan dll. Ambil halal atau haram, takaran rejeki kita sudah ditetapkan.
Angga Fauzan @angga_fzn

Momen apa yang paling ngubah cara kamu lihat uang?

Indonesia
75
1.9K
6.1K
226.1K
ai
ai@otakriuh·
Di titik overwhelmed jadi nakes. Boleh gak jadi cintamu saja?
Indonesia
0
0
0
17