@Pujakesssuma@KucengTerbanggg itu yg dia ngomong jing ditiup maksudnya “jing ditipu” yg fruit order maksudnya “first order” alias dia pikir dia ditipu seller pdhl selernya lg modoolll
Akhirnya per-hari ini beliau menalak aku. Berawal dari keluhan beliau karna merasa milik istrinya ini sudah longgar karna melahirkan 3x dengan normal dan beliau kehilangan hasrat. Gak tau talak seperti ini sah atau tidak, tapi bismillah.. aku ikhlas ya Allah.
cc : colekegomu
MENURUT GW
ini opini, chat putri ke si SPV sama sekali ga gatel. gaada flirty flirty, dan dia juga manggil nama dia sendiri karena mungkin di kantornya ini memang kaya gitu. jadi gw bisa bilang kalo istrinya ini overreacting sama chatnya si putri. setakut itu sm pelakor sampe semua interaksi suaminya di sus-in.
cuy bayangin, ni anak baru masuk kerja, nanya nanya ke SPV karna gatau apa apa. terus istri SPVnya bikin utas kaya gini. kasian bangettttt:(
@reshypau In this economy mah overprice sih. Di china, korea, sm negara2 maju lainnya harga makanan tuh ga lebih gede dri sekian persen penghasilannya. Lah ini negara berkembang, yg jualan2 pada overprice. Ga balance.
Tapi ttp aja byk yg beli, jdi seakan menormalisasi. Seblak jga kaya gt
Istri ke istri ya, menurut kalian yang aku lakuin ini udah bener belum? Aku langsung ngomong to the point ke istrinya, soalnya suamiku orangnya nggak enakan kalau harus nolak langsung. Apalagi suaminya memang temen deket suamiku. Menurut kalian aku lebay nggak sih?
Jadi suamiku punya temen dari kampung yang sekarang sama-sama merantau. Entah kenapa belakangan ini mereka sering banget ngerepotin kita. Bukan gimana-gimana ya, awal-awal mereka main aku sambut baik kok, namanya juga tamu.
Masalahnya, mereka sering datang jam 12 malam ke atas. Kan itu jam orang istirahat. Aku juga nggak enak sama tetangga karena kita masih ngontrak.
Sekali dua kali masih oke. Tapi lama-lama jadi sering banget. Pas mereka libur kerja pun mainnya ke kontrakan. Aku sama suami sampai bingung, kok bisa segabut itu maunya nempel terus sama kita. Bahkan waktu kita bilang lagi di luar atau ke rumah mamah, mereka rela nungguin sampai kita pulang. 😭🙏🏼
Suamiku juga sering cerita soal mereka. Jujur aku awalnya kaget. Di kampung mereka sekeluarga memang udah punya cap kurang baik gara-gara urusan utang. Dari situ aku langsung bilang ke suami, berteman silakan, tapi kalau urusan uang mending jangan.
Eh bener aja. Terakhir mereka datang ternyata mau minjem KTP suamiku buat pengajuan kredit. Kenapa nggak pakai data mereka sendiri? Soalnya data mereka udah jelek banget. 😂
Mereka ngomongnya cuma ke suamiku. Karena suamiku nggak enakan, dia langsung ngadu ke aku. Dia bilang, "Mereka mau pakai data aku, tas aku juga ada di depan." Aku langsung teriak, "Yang bawa tas kamu ke sini, aku mau ambil powerbank." Jujur aku juga nggak enak, tapi tangan mereka usil banget. Berani pegang-pegang barang orang sembarangan.
Abis ditolak, mereka masih chat suamiku terus. Nanya bisa pakai data siapa lagi, berkali-kali. Menurutku jatuhnya maksa. Akhirnya aku chat istrinya. Eh istrinya bales ke aku beda, tapi malah curhat ke suamiku yang emang nggak enakan. Nggak lama setelah itu aku malah disindir-sindir terus. Sebel.
*FYI ya, suaminya mau ngajuin kredit iPhone karena permintaan istrinya. 😭 Padahal sebelumnya istrinya juga sempat nanya ke aku kalau data jelek harus gimana. Aku udah saranin nabung aja, tapi selalu ada alasannya. Nggak nyangka aja mereka seberani itu ngambil langkah kayak gini. 🤣
Ini chat mertua ke group keluarga, yang di maksud beliau "salah satu anaknya menghindar" tuh suami saya, karena kebetulan kita lagi drumah ibu saya. Rencana kerumah ibu saya pun udh dr jauh2 hari ga ada kaitannya dengan menghindar.
Sekarang ngapain menghindar? Inget ulang tahun dia aja ngga.
cc:giitayulia
cc