Pak Marmut

23.4K posts

Pak Marmut banner
Pak Marmut

Pak Marmut

@pak_marmut

Selamat datang di dunia marmut. | Opinions are on my own |

Riyadh, Kingdom of Saudi Arabi Katılım Aralık 2011
316 Takip Edilen329 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Pak Marmut
Pak Marmut@pak_marmut·
Berprasangka baiklah dengan Allah, karena Allah pasti kasih yang terbaik 😊
Indonesia
1
0
5
0
Pak Marmut retweetledi
Rizky Banyualam Permana
Sepanjang sistem perekrutan ASN dari Indonesia merdeka udah ada pernah nanya belum: Apa relevansi baris-berbaris dengan pelayanan? Semakin barisnya semakin baik? Kalau ada sebab-akibatnya, maka harusnya instansi seperti Polri & Bea Cukai pelayanannya 100% terbaik se-Indonesia
Nda ! 🧳@Naandaa27

Disuruh baris aja males. Harus diteriakin dulu kyk ke anak TK ! Gmna melayani masyarakat ?? Apa semua ASN seperti ini ? . . ----- Clara Shinta Sananta Wasit #TimnasDay Hubner

Indonesia
87
1K
3.4K
475.7K
Pak Marmut retweetledi
Sylphyzyr
Sylphyzyr@dyapoke·
@ecwx48 dr twit orgg lain td
Sylphyzyr tweet media
Indonesia
6
52
239
12.2K
Pak Marmut retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Saksi Plt. Dirjen akhirnya mengakui 🚨 Beliau yang memutuskan pengadaan Chromebook tak perlu pengujian, sehingga diduga abaikan masukan Ibam. Beliau juga diduga: 1. Buat SK catut nama Ibam 2. Menugaskan kajian Chromebook 3. Menerima gratifikasi Karena ini, Ibam disalahkan 👇🏼
Indonesia
12
395
1.4K
86.9K
Pak Marmut retweetledi
Eka Wicaksana Putra 📊
Eka Wicaksana Putra 📊@ekawicaksana·
Wes, logikanya entah dimana para jaksa ini. Misal, kalian beli nastar seharga 60 rebu per kaleng. Lalu kata penjualnya, sekitar 1 minggu baru bisa kirim. Ternyata, hari ke-3 dikabarin udah jadi dan siap kirim. Lalu, kalian protes. Katanya 1 minggu, 3 hari dah jadi. Kemahalan itu 60 rebu. Kebanyakan nongkrong di kantin kejaksaan ya gitu 🙃
loid forger 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。@KemenperinRI

Soal kasus Amsal Sitepu kejaksaan menjelaskan karena ketidaksesuaian kegiatan dengan RAB. Menurut kalian gimana guys? Apakah pernyataan kejaksaan ini valid?

Indonesia
36
176
841
209.2K
Pak Marmut
Pak Marmut@pak_marmut·
@bangherwin Masuk lg daftar profesi yg isinya org bodoh selain isilop: jaksa
Indonesia
0
0
0
43
herwin
herwin@bangherwin·
RAB dibuat vendor karena desa gak paham. Vendor bikin. Desa approve. Dana cair. Pas ada masalah: Vendor disalahkan. Kalau gitu fungsi yang approve itu apa? Stempel doang? Makin gak paham gue sama pola pikir jaksa. Pantesan Silfester bisa aman aja
Indonesia
259
3.9K
10.4K
267.5K
Pak Marmut retweetledi
Hembusan Angin
Hembusan Angin@wibowo_choir·
@KemenperinRI Jaksa panik karena kasusnya viral ini. Pernyataannya lain dgn kemarin. Sebelumnya mempermasalahkan jasa edit video seharusnya Rp 0,- sehingga dianggap markup anggaran. Setelah viral, sekarang mempermasalahkan waktu sewa alat yg di RAB 30 hari tapi pelaksanaannya hanya 12 hari.
Indonesia
4
32
258
7K
Pak Marmut retweetledi
Sammy Notaslimboy
Sammy Notaslimboy@NOTASLIMBOY·
Wartawan, kalau jawaban pejabat ngasal kayak si Teddy, mohon lebih berani, cecar. Kalian salah satu harapan kami di garda terdepan. Doaku bersama kalian 🙏
Indonesia
122
6.2K
23.8K
312.6K
Pak Marmut
Pak Marmut@pak_marmut·
@ertigaid Tapi tampilannya ganteng wkwk. Asal ga rewel macem2 kayaknya aku tetap pilih desti wkwk. *skg masih melihara neng erti gen 1 kyk di foto, entah akan sampai kapan bisa upgrade
Indonesia
1
0
1
277
Pak Marmut retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
182
3.9K
7.5K
284.8K
Pak Marmut retweetledi
M Karyo
M Karyo@Makaryo0·
Ngelihat kasus ini dan beberapa kasus serupa, jadi mempertanyakan apakah penegak hukum dan auditor Pemerintah punya skill teknis sesuai dengan bidang yang dia audit/adili. Ada yang masih ingat kasus Bu Ira (eks dirut ASDP)?, dia dituduh KPK melakukan korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN). Perusahaan yang diakuisisi itu masih running, menghasilkan laba, dan punya banyak izin rute, lazimnya divaluasi berdasarkan kemampuan menghasilkan cashflow ke depan. Auditor KPK malah pakai data dari ahli perkapalan ITS dengan metode Condition Assessment Program (CAP) yang hanya pakai observasi visual kondisi kapal, karena kapal udah tua dihitunglah pakai nilai scrap dan disimpulkan kalo akuisisi kemahalan 98,5% sehingga merugikan negara Rp 1,253 triliun. Memang kekuasaan, arogansi, dan inkompetensi adalah tiga kombinasi paling mematikan.
loid forger 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。@KemenperinRI

Ini kasus viral yang menurutku menunjukkan betapa bodohnya penegak hukum kita. Amsal Sitepu dianggap mark-up anggaran karena jaksa dan auditor menganggap jasa edit video harusnya bernilai Rp0. Mereka anggap jasa digital ini tidak ada nilai ekonominya. 🤷🏻‍♂️ medan.inews.id/read/681204/ba…

Indonesia
35
428
875
45.3K
Pak Marmut retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Kalo belom nikah, coba cari pasangan guru sekolah swasta internasional yang bs masukkin anaknya gratis. Dijamin hemat ratusan juta, or bahkan 1M lebih kalo dari TK sampai SMA. Networknya juga bakal luas melipatganda. 🤙🏼
Abid@abid0588

Unpopular opinion about education ?

Indonesia
545
2.6K
32.3K
1.7M
Pak Marmut
Pak Marmut@pak_marmut·
@akurisih Pilihan sulit, pempek dan musmid sama-sama enak.
Indonesia
0
0
0
11
oci
oci@akurisih·
Jika cuma boleh pilih satu, kalian bakalan milih pempek atau dimsum?
oci tweet mediaoci tweet media
Indonesia
3K
363
7.4K
538.6K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Ada rumor yang bilang kalo edisi/cetakan pertama Kambing Jantan ini diboring sendiri oleh Raditya Dika dan keluarganya agar bukunya masuk kategori best seller dan bikin orang tertarik beli.
Kick Nost@kicknost

Dulu pertama kali mengenal Raditya Dika sebagai “anak blog” yang tulisannya absurd, jujur, dan terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerita tentang cinta yang gagal, teman yang nyebelin, sampai kejadian receh yang justru jadi lucu karena ditulis dengan gaya Deadpan yang jadi ciri khasnya. Buku-bukunya seperti Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, sampai Marmut Merah Jambu bukan cuma laris tapi jadi identitas generasi. Raditya Dika saat itu seperti teman yang duduk di sebelah kita, bercerita tanpa berusaha terlihat pintar, tapi justru terasa cerdas karena kejujurannya. Raditya Dika sekarang berbeda. Bukan lagi sekadar penulis cerita konyol, tapi kreator yang lebih matang. Podcast tentang hubungan, konten observasi kehidupan, bahkan pembahasan yang lebih reflektif dan filosofis. Humor masih ada, tapi lebih halus dan smart banget. Tidak lagi meledak-ledak, tapi lebih dalam dan improvisasi. Yang menarik, Raditya Dika sekarang juga banyak dilihat sebagai role model. Bukan karena hidupnya glamor, tapi justru karena terlihat sederhana. Hidup tenang, keluarga kecil, pilihan hidup yang realistis dan cara dia bicara tentang uang, karier, serta kehidupan terasa semakin relevan. Ia tidak lagi sekadar membuat orang tertawa, tapi juga memberi perspektif. Tentang pentingnya mengatur keuangan, membangun karier jangka panjang, dan menjalani hidup tanpa harus terlihat sibuk mengejar validasi. Dulu Raditya Dika membuat kita tertawa karena “hidupnya berantakan”. Sekarang Raditya Dika membuat kita tersenyum karena “hidupnya mulai tertata”. Mungkin itu bukan cuma perubahan Raditya Dika. Tapi juga perubahan kita yang tumbuh bersamanya. Dulu kita tertawa karena patah hati pertama. Sekarang kita tertawa karena tahu hidup memang seperti itu. Raditya Dika dulu terasa seperti teman sebangku. Raditya Dika sekarang terasa seperti teman lama yang sudah banyak belajar. Letak menariknya kita tidak kehilangan Raditya Dika yang lama. Kita hanya melihat versi yang lebih dewasa. Menurut kalian dalam posisi sekarang ini, lebih relate Raditya Dika dulu atau sekarang? Atau justru kamu tumbuh bersama perubahan itu? Reply di bawah 👇

Indonesia
318
230
4.4K
1.4M
Pak Marmut
Pak Marmut@pak_marmut·
@sswijaya_ Bang @alditaher_indo katanya buka tanggal 28, tapi hari ini tgl 29 tadi siang mau pesan lewat grabfood/gofood kok tutup 😂 Pengen beli nih.
Indonesia
0
0
0
115