dwi febri

1.2K posts

dwi febri banner
dwi febri

dwi febri

@pakdhefebri

kurus jangkung botak berkacamata.

Banda Aceh - Aceh Besar PP Katılım Ağustos 2009
269 Takip Edilen375 Takipçiler
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
@donnykrn Rodok loro untu.. Sama2, nyuwun agunging pangapunten...
Indonesia
0
0
1
22
Donny Kurniawan
Donny Kurniawan@donnykrn·
Saya ditelepon oleh penjaga toko klontong yang bekerja di tempat saya, sekitar jam 9 pagi. Saat saya angkat, saya merasa aneh karena suaranya bukan suara yang saya kenal. “Halo Pak, saya Ikhsan (bukan nama sebenarnya). Saya dulu sempat kos di tempat Bapak, dan saya punya utang sama Bapak. Saya sekarang mau melunasinya, Pak.” “Anda di mana sekarang?” tanya saya. “Saya sekarang ada di tempat Bapak.” Saya berpikir, bodoh sekali pertanyaan saya. Dia berbicara menggunakan telepon dari tempat saya; sudah pasti memang ada di tempat saya. “Oke, saya ke sana sekarang.” Saya menutup pembicaraan. Saya bergegas mandi, sarapan seadanya, lalu meluncur ke sana untuk bertemu dengannya. Ikhsan tidak sendirian. Dia datang bersama ayahnya. Kami duduk bersama, kemudian berbincang. “Ikhsan, saya tidak tahu siapa Anda. Dulu yang memegang kos ini bukan saya. Gimana ceritanya?” Saya bertanya karena memang tidak tahu-menahu. “Saya Ikhsan, Pak. Dulu kos di sini sekitar tiga tahun lalu. Waktu itu saya tidak punya uang, akhirnya saya kabur dan tidak membayar kos. Sekarang saya disuruh Bapak saya untuk melunasinya.” “Berapa hutangnya?” Saya penasaran. “Rp600.000.” “Saya tidak tahu, Mas. Tapi kalau memang itu utang, ya silakan dilunasi saja,” saya menyimpulkan. “Saya tambahkan ya, Pak. Karena waktu saya kabur, saya juga membawa bantal sama spreinya Bapak.” “Oh, Iya, Ikhsan. Tambahkan seadanya saja.” “Ini ya, Pak,” sembari Ikhsan dan ayahnya memberikan uang sebesar Rp700.000. “Oh, kebanyakan ini,” saya menimpali. “Tidak apa-apa, Pak. Silakan. Saya dan anak saya merasa bersalah.” Kali ini ayahnya yang berbicara. Tidak lama kemudian, mereka bersalaman dengan saya. Tanpa banyak bicara, mereka langsung pulang dengan mobil putihnya. "Eruh ae lek ayas lagi butuh ojir," bergumam saya dalam hati. Untungnya, mereka sadar bahwa utang itu adalah sebuah kewajiban yang wajib dilunasi. Apa masih ada orang yang seperti ini di Indonesia ini?
Donny Kurniawan tweet media
Indonesia
1
0
3
89
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
Amenangi zaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wekasipun, ndilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lawan waspada. (Serat Kalatidha - Raden Ngabehi Ranggawarsita)
Indonesia
0
0
0
71
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
Jika benda membutuhkan ruang untuk berada, Action (aksi) membutuhkan cinta untuk terjadi. Benci hanyalah cinta yang tersakiti. Q&A -sabrang MDP-
Indonesia
0
0
0
38
dwi febri retweetledi
Rifky Pramana
Rifky Pramana@otakkeduaa·
Hal paling berbahaya dari rezeki yang banyak bukan kehilangan uang, tapi kehilangan rasa cukup.
Indonesia
46
5.9K
11.4K
1.7M
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
UUD 1945 Pasal 28F : Setiap orang berhak utk berkomunikasi & memperoleh informasi utk mengembangkan pribadi & lingkungan sosialnya, serta berhak utk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, & menyampaikan informasi dgn menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
dwi febri tweet media
Indonesia
0
0
0
22
Shanaka Anslem Perera ⚡
Shanaka Anslem Perera ⚡@shanaka86·
Every country in Asia is running the same clock right now. They just have very different numbers. Japan: 254 days. The most prepared nation on earth. Built those reserves after being embargoed in 1973, a humiliation so severe they spent the next 50 years ensuring it could never happen again. Refiners are asking to open them. The government said not yet. China: approximately 10 days before domestic operations face real constraints. Already halted diesel exports to protect what it has. India: Gas cuts to industry of 10 to 30% already implemented. Not projected. Implemented. Today. South Korea: 1.6 million barrels per day through Hormuz. That pipeline is now air. Japan has three weeks of LNG inventories. Pakistan: no strategic reserve. Bangladesh: no strategic reserve. No buffer. No option. No plan B. This is the thing the aggregate numbers obscure. When analysts say Asia faces disruption, they are averaging 254 days of Japanese preparedness with zero days of Pakistani preparedness and calling it a regional crisis of moderate concern. That is not one crisis. That is twelve different crises at twelve different velocities hitting simultaneously. The countries with reserves will deploy them in sequence, each release sending a price signal that accelerates the clock for the countries beneath them on the buffer ladder. Japan releases. Prices drop temporarily. Then the release ends. Prices resume. South Korea releases. Same pattern. Then India. Then nobody is left with a buffer and the war is still running. That is the cascade mechanism. And it has a name in energy economics. It is called strategic reserve depletion under sustained supply shock. The last time it happened at this scale was 1973. That ended with the global recession of 1974 and a complete restructuring of Western energy policy. Japan built 254 days of reserves because of what happened in 1973. On day seven of this war, they are already being asked to open them. The number that should terrify every energy desk in the world is not 254. It is seven. open.substack.com/pub/shanakaans…
Shanaka Anslem Perera ⚡ tweet mediaShanaka Anslem Perera ⚡ tweet media
English
403
4.5K
19.9K
7.6M
IndiHome
IndiHome@IndiHome·
@pakdhefebri Kak @pakdhefebri, Maafin ya. Dya bantu cek terlebih dahulu terkait kendalanya. Infoin atas nama dan nomor layanan ke Dm. Makasih.
Indonesia
1
0
0
39
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
@IndiHome bisa dibantu follow-up tiket gangguan jaringan (pon menyala merah) di DM?
Indonesia
1
0
0
136
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
@grok Apakah menggunakan LLM generatif untuk membuat vektor embedding sangat tidak disarankan karena mereka dilatih untuk menebak kata selanjutnya, bukan untuk mengukur kedekatan makna kalimat ?
Indonesia
1
0
0
9
Grok
Grok@grok·
Ya, spek 2vCPU 2GB RAM no GPU sangat ketat (lambat, tapi doable dengan quantize berat). - Inference engine paling ringan: llama.cpp (GGUF) atau InferLLM – pure CPU, footprint <100MB. - Embedding terbaik untuk teks peraturan hukum: nomic-embed-text (137M param, ~300MB) atau paraphrase-multilingual-MiniLM-L12-v2 (multilingual, cocok Indo/legal). - LLM generative ringan & terbaik: Qwen3-0.6B atau Gemma3-1B Q4_K_M (~1-1.5GB RAM total). Prompt: "Kamu asisten hukum Indonesia ahli. Jawab akurat hanya pakai konteks peraturan ini. Konteks: {docs} Tanya: {query} Jawab:" Payload (llama.cpp chat): {"system": "prompt di atas", "messages": [{"role":"user","content":query}]} Pakai Ollama/llama-server untuk test. Corpus kecil dulu!
Indonesia
1
0
0
22
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
Pada RAG, Model Embedding (pembuat vektor) dan Model Generative (LLM/penjawab) itu 100% independen dan tidak harus dari keluarga yang sama. Benarkah @grok ?
Indonesia
1
0
0
30
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
@grok Jika saya hanya punya virtual CPU 2, memory 2GB, tanpa GPU : - inference engine apa yang paling ringan - model embedding apa yang paling baik untuk memvektorkan text peraturan hukum - model LLM generative apa yang paling ringan dan baik - apa promptnya? - apa payloadnya?
Indonesia
1
0
0
18
Grok
Grok@grok·
Ya, benar. Saat service bot chat berjalan (runtime/query time): - Service embedding model harus nyala untuk embed query user secara real-time. - Service LLM generative juga harus nyala untuk proses retrieval + generate jawaban. Embedding dokumen awal dilakukan offline sekali saja, jadi tidak perlu service itu terus hidup. Hanya query-time yang butuh keduanya aktif.
Indonesia
1
0
0
12
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
@grok Artinya, kedua (service) dari model tersebut harus terus nyala ketika service bot chat terjadi?
Indonesia
1
0
0
15
Grok
Grok@grok·
@pakdhefebri Benar! Di RAG, model embedding (untuk vektor) dan LLM generative memang 100% independen. Bisa pakai embedding dari Sentence-Transformers/Hugging Face, lalu generative dari Grok/xAI, OpenAI, atau yang lain. Tidak harus satu keluarga sama sekali. Itu salah satu kelebihan utamanya.
Indonesia
1
0
0
21
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
He who has a why to live can bear almost any how, --Nietzsche--
English
0
0
0
10
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
Come out and play --offspring-- adalah lagu yang mengajari saya cara menginjak pedal bas drum saat stik ditarik dari hihat.
Indonesia
0
0
0
16
Wong Indonesia
Wong Indonesia@rendraTEUB·
Kenalin Aku Sore, Istri dari masa depan. Kalimat itu memunculkan banyak kreatifitas baru untuk romantisme. Seperti, Aku adalah masa depan yang terlalu cepat dimatikan tanpa pernah dikenalkan dengan kehidupan namun diselimuti hangat oleh ketakutan. seru ya
Indonesia
1
0
4
464
dwi febri
dwi febri@pakdhefebri·
Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. --Paman Doblang : WS-Rendra --
Indonesia
0
0
0
29
dwi febri retweetledi
Paul Graham
Paul Graham@paulg·
So if I had to boil down my advice to one sentence, it would be: Find a kind of work that you're so interested in that you'll learn to do it better than AI can.
English
47
141
1.5K
108.4K
Wong Indonesia
Wong Indonesia@rendraTEUB·
@pakdhefebri Saya PJ Kahim bapak alias anak magang.. Ketua angkatan sepertinya iya juga sih
Indonesia
1
0
0
42
Wong Indonesia
Wong Indonesia@rendraTEUB·
Naaah kan kegocek nih ama istilah Dosen pembimbing sama dosen pembimbing skripsi 😊😊😊😊 Ada dosen wali dosen pembimbing skripsi ada banyak dosen dosen dosen
Indonesia
1
0
0
51