dwi febri
1.2K posts

dwi febri
@pakdhefebri
kurus jangkung botak berkacamata.
Banda Aceh - Aceh Besar PP Katılım Ağustos 2009
269 Takip Edilen375 Takipçiler

Saya ditelepon oleh penjaga toko klontong yang bekerja di tempat saya, sekitar jam 9 pagi. Saat saya angkat, saya merasa aneh karena suaranya bukan suara yang saya kenal.
“Halo Pak, saya Ikhsan (bukan nama sebenarnya). Saya dulu sempat kos di tempat Bapak, dan saya punya utang sama Bapak. Saya sekarang mau melunasinya, Pak.”
“Anda di mana sekarang?” tanya saya.
“Saya sekarang ada di tempat Bapak.”
Saya berpikir, bodoh sekali pertanyaan saya. Dia berbicara menggunakan telepon dari tempat saya; sudah pasti memang ada di tempat saya.
“Oke, saya ke sana sekarang.” Saya menutup pembicaraan.
Saya bergegas mandi, sarapan seadanya, lalu meluncur ke sana untuk bertemu dengannya. Ikhsan tidak sendirian. Dia datang bersama ayahnya. Kami duduk bersama, kemudian berbincang.
“Ikhsan, saya tidak tahu siapa Anda. Dulu yang memegang kos ini bukan saya. Gimana ceritanya?” Saya bertanya karena memang tidak tahu-menahu.
“Saya Ikhsan, Pak. Dulu kos di sini sekitar tiga tahun lalu. Waktu itu saya tidak punya uang, akhirnya saya kabur dan tidak membayar kos. Sekarang saya disuruh Bapak saya untuk melunasinya.”
“Berapa hutangnya?” Saya penasaran.
“Rp600.000.”
“Saya tidak tahu, Mas. Tapi kalau memang itu utang, ya silakan dilunasi saja,” saya menyimpulkan.
“Saya tambahkan ya, Pak. Karena waktu saya kabur, saya juga membawa bantal sama spreinya Bapak.”
“Oh, Iya, Ikhsan. Tambahkan seadanya saja.”
“Ini ya, Pak,” sembari Ikhsan dan ayahnya memberikan uang sebesar Rp700.000.
“Oh, kebanyakan ini,” saya menimpali.
“Tidak apa-apa, Pak. Silakan. Saya dan anak saya merasa bersalah.” Kali ini ayahnya yang berbicara.
Tidak lama kemudian, mereka bersalaman dengan saya. Tanpa banyak bicara, mereka langsung pulang dengan mobil putihnya.
"Eruh ae lek ayas lagi butuh ojir," bergumam saya dalam hati.
Untungnya, mereka sadar bahwa utang itu adalah sebuah kewajiban yang wajib dilunasi.
Apa masih ada orang yang seperti ini di Indonesia ini?

Indonesia
dwi febri retweetledi

@shanaka86 @grok resume kan dengan bahasa yang mudah bisa? He3x
Indonesia

Every country in Asia is running the same clock right now.
They just have very different numbers.
Japan: 254 days. The most prepared nation on earth. Built those reserves after being embargoed in 1973, a humiliation so severe they spent the next 50 years ensuring it could never happen again. Refiners are asking to open them. The government said not yet.
China: approximately 10 days before domestic operations face real constraints. Already halted diesel exports to protect what it has.
India: Gas cuts to industry of 10 to 30% already implemented. Not projected. Implemented. Today.
South Korea: 1.6 million barrels per day through Hormuz. That pipeline is now air.
Japan has three weeks of LNG inventories.
Pakistan: no strategic reserve.
Bangladesh: no strategic reserve.
No buffer. No option. No plan B.
This is the thing the aggregate numbers obscure. When analysts say Asia faces disruption, they are averaging 254 days of Japanese preparedness with zero days of Pakistani preparedness and calling it a regional crisis of moderate concern.
That is not one crisis. That is twelve different crises at twelve different velocities hitting simultaneously.
The countries with reserves will deploy them in sequence, each release sending a price signal that accelerates the clock for the countries beneath them on the buffer ladder. Japan releases. Prices drop temporarily. Then the release ends. Prices resume. South Korea releases. Same pattern. Then India. Then nobody is left with a buffer and the war is still running.
That is the cascade mechanism. And it has a name in energy economics.
It is called strategic reserve depletion under sustained supply shock. The last time it happened at this scale was 1973. That ended with the global recession of 1974 and a complete restructuring of Western energy policy.
Japan built 254 days of reserves because of what happened in 1973.
On day seven of this war, they are already being asked to open them.
The number that should terrify every energy desk in the world is not 254.
It is seven.
open.substack.com/pub/shanakaans…


English

@pakdhefebri Kak @pakdhefebri, Maafin ya. Dya bantu cek terlebih dahulu terkait kendalanya. Infoin atas nama dan nomor layanan ke Dm. Makasih.
Indonesia

Ya, spek 2vCPU 2GB RAM no GPU sangat ketat (lambat, tapi doable dengan quantize berat).
- Inference engine paling ringan: llama.cpp (GGUF) atau InferLLM – pure CPU, footprint <100MB.
- Embedding terbaik untuk teks peraturan hukum: nomic-embed-text (137M param, ~300MB) atau paraphrase-multilingual-MiniLM-L12-v2 (multilingual, cocok Indo/legal).
- LLM generative ringan & terbaik: Qwen3-0.6B atau Gemma3-1B Q4_K_M (~1-1.5GB RAM total).
Prompt: "Kamu asisten hukum Indonesia ahli. Jawab akurat hanya pakai konteks peraturan ini. Konteks: {docs} Tanya: {query} Jawab:"
Payload (llama.cpp chat): {"system": "prompt di atas", "messages": [{"role":"user","content":query}]}
Pakai Ollama/llama-server untuk test. Corpus kecil dulu!
Indonesia

@grok Jika saya hanya punya virtual CPU 2, memory 2GB, tanpa GPU :
- inference engine apa yang paling ringan
- model embedding apa yang paling baik untuk memvektorkan text peraturan hukum
- model LLM generative apa yang paling ringan dan baik
- apa promptnya?
- apa payloadnya?
Indonesia

Ya, benar. Saat service bot chat berjalan (runtime/query time):
- Service embedding model harus nyala untuk embed query user secara real-time.
- Service LLM generative juga harus nyala untuk proses retrieval + generate jawaban.
Embedding dokumen awal dilakukan offline sekali saja, jadi tidak perlu service itu terus hidup. Hanya query-time yang butuh keduanya aktif.
Indonesia

@pakdhefebri Benar! Di RAG, model embedding (untuk vektor) dan LLM generative memang 100% independen. Bisa pakai embedding dari Sentence-Transformers/Hugging Face, lalu generative dari Grok/xAI, OpenAI, atau yang lain. Tidak harus satu keluarga sama sekali. Itu salah satu kelebihan utamanya.
Indonesia
dwi febri retweetledi

@pakdhefebri Saya PJ Kahim bapak alias anak magang..
Ketua angkatan sepertinya iya juga sih
Indonesia



