Panji Agung
3.5K posts


Prakiraan formasi Italia vs Irlandia Utara.
Barella harusnya ganti Cristante aja gak sih?
Italian Football TV@IFTVofficial
Italy’s probable XI vs Northern Ireland 🇮🇹 Still a few decisions for Gattuso: • Buongiorno / Gatti (if Bastoni isn’t fit) • Politano or Palestra • Kean or Esposito Thoughts??
Parungpanjang, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

@LambeSahamjja Pada fear mongering aja akun² ritel.. follower lo pada takut semua tuh
Indonesia

BRO INI GILA SIH… ORANG DALAM PERUSAHAAN LAGI KABUR MASSAL! 🚨
Sebelum market buka hari Senin, para petinggi perusahaan (CEO, direktur, orang dalem) jual saham GILA-GILAAN.
Bukan sekadar ngurangin.
Bukan rebalancing.
Ini mah buang semua likuidasi total.
Dan yang bikin merinding:
👉 0 orang beli
👉 108 orang jual
Serius… SATU PUN GA ADA YANG BELI.
⸻
💀 Direktur NVIDIA Mark Stevens → jual 1,7 juta saham (~Rp4,7 TRILIUN)
💀 CEO Cloudflare Matthew Prince → jual (~Rp1,5 TRILIUN)
💀 Direktur AppLovin → jual (~Rp1,1 TRILIUN)
💀 Orang ConocoPhillips → jual (~Rp1 TRILIUN)
💀 Eksekutif NVIDIA juga ikut jual (~Rp800+ MILIAR)
👉 Bahkan perusahaan kayak Spotify, Dell, Broadcom, dll → IKUTAN JUAL SEMUA
Indonesia
Panji Agung retweetledi

Guys kata Benix saham bank-bank besar Indonesia itu harus nyungsep. Dan itu bukan berita buruk. Itu justru syarat wajib kalau Indonesia mau maju.
Gw jelasin kenapa.
Bank BRI sekarang sudah di bawah Rp3.600. Dua tahun lalu waktu semua orang bilang bakal ke Rp6.000 bahkan Rp7.000 Benix bilang tidak. Bahkan prediksinya bisa turun ke Rp3.000-an.
Sekarang terbukti.
Tapi ini bukan soal sahamnya naik atau turun. Ini soal sesuatu yang jauh lebih fundamental.
Net interest margin selisih antara bunga yang bank bayar ke nasabah penabung versus bunga yang mereka tagih ke peminjam Indonesia tertinggi di dunia.
Bukan Asia Tenggara. Bukan Asia. Dunia.
Purbaya sendiri yang bilang itu.
Lu nabung di bank dapat bunga 3 sampai 4 persen. Lu pinjam dari bank yang sama bayar bunga 10 sampai 13 persen. Selisihnya itu yang masuk kantong bank.
Hasilnya Bank Mandiri laba Rp56 triliun tahun 2025. BRI Rp57 triliun. BCA Rp57,5 triliun.
Kok mirip-mirip semua? Benix curiga ini sudah mengarah ke oligopoli. Dan KPPU perlu cek itu.
Sekarang bandingkan dengan Vietnam.
Vietcombank bunga pinjamannya 2,58 persen. Bahkan bank mikro di Vietnam bunganya bisa 1,2 persen. Dan GDP Vietnam 2025 8 persen. Tahun 2026 mereka target 10 persen.
Indonesia? Masih berjuang mau tembus 5,3 persen.
Dan Benix bilang korelasi itu bukan kebetulan.
Kalau bunga kredit 13 persen pengusaha tidak berani ekspansi. Tidak berani beli mesin baru. Tidak berani hire karyawan. Karena seluruh profit habis buat bayar bunga bank. Mereka jadi perusahaan zombie hidup cuma untuk memperkaya banker.
Petani ambil kredit untuk modal tanam profitnya habis bayar bunga. Nelayan ambil kredit untuk beli solar asetnya disita karena tidak bisa bayar.
Sementara bankernya cetak laba puluhan triliun.
Dan modalnya dari mana? Dari uang pajak rakyat. Pemerintah kucurkan dana ke bank Himbara supaya diputar ke bawah. Tapi ternyata malah dipakai beli Surat Utang Negara yang bunganya dibayar pakai pajak rakyat lagi.
Jadi rakyat bayar pajak dua kali. Dan kalau mau pinjam duit pajaknya sendiri bayar bunga 13 persen.
Solusi Benix ada dua yang paling masuk akal.
Pertama permudah izin bank asing masuk Indonesia. Undang bank Vietnam. Bank China. Bank Jepang yang terbiasa bunga rendah. Biar kompetisi memaksa bank lokal turunkan bunga.
Kedua kembangkan pasar obligasi dan pasar modal supaya perusahaan punya alternatif pendanaan selain bank. Kalau perusahaan bisa IPO atau terbitkan obligasi bank tidak lagi punya monopoli akses ke modal.
Dan ini yang paling penting dari semua yang Benix bilang.
Saham bank nyungsep bukan tanda ekonomi rusak. Itu tanda sistem sedang diperbaiki. Profit bank yang berkurang artinya pengusaha yang membayar bunga lebih sedikit. Artinya ada lebih banyak uang yang berputar di ekonomi riil. Artinya lapangan kerja bisa tumbuh. Artinya GDP bisa naik.
Vietnam sudah buktikan itu.
Kita masih terdiam melihat banker-banker kita cetak rekor laba sementara UMKM di bawah megap-megap bayar cicilan.

Indonesia
Panji Agung retweetledi
Panji Agung retweetledi

Guys kata Raditya dan Mbak Prita seorang perencana keuangan ini yang paling penting lo pahami soal ngatur duit di 2026.
Mulai dari mana kalau mau benerin keuangan?
Bukan langsung invest.
Bukan langsung beli saham.
Bukan langsung ikut-ikutan beli emas karena lagi naik.
Tapi mulai dari satu hal yang paling membosankan tapi paling penting.
Tau pengeluaran lo berapa.
Kedengarannya simpel.
Tapi kenyataannya mayoritas orang Indonesia tidak tahu persis uangnya habis ke mana setiap bulan.
Dan kalau lo males catat trik paling gampang adalah pisah rekening.
Satu untuk kebutuhan wajib.
Satu untuk senang senang.
Satu untuk tabungan.
Biarkan aplikasinya yang nyatat otomatis.
Lo tinggal lihat mana yang habis duluan.
Terus urutan prioritasnya gimana?
Ini yang paling sering salah kaprah.
Pertama lunasi cicilan konsumtif dulu.
Kartu kredit.
Pinjol.
Apapun yang bunganya mencekik.
Kedua bangun dana darurat.
Minimal 3 kali pengeluaran bulanan lo.
Ini dulu sebelum kemana mana.
Ketiga baru invest.
Paralel sama dana darurat kalau udah nyampai targetnya.
Jangan dibalik.
Banyak yang langsung invest padahal dana daruratnya kosong.
Terus pas ada kejadian darurat investasinya dicairin rugi karena timing yang salah.
Soal piramida pengeluaran.
Ini yang paling gw suka dari penjelasan Mbak Prita.
Must have yang wajib ada.
Kos.
Makan.
Transport.
Ini tidak bisa diganggu gugat.
Should have yang harusnya ada tapi kadang dilewatin. Asuransi kesehatan.
Investasi jangka panjang.
Could have ini yang beda tiap orang.
Ada yang rela makan seadanya asal bisa liburan.
Ada yang tidak peduli liburan asal bisa beli barang yang dia mau.
Tidak ada yang salah.
Yang penting lo tau money dial lo sendiri.
Nice to have yang boleh ada boleh tidak.
Dan ini yang harus paling ketat dijaga kalau kondisi lagi susah.
Tangga keuangan lo sekarang ada di mana?
Ini yang paling bikin gw mikir.
Level pertama surviving.
Hidup dari gaji ke gaji.
Nabung tidak bisa.
Level kedua growing.
Udah bisa nabung tapi tidak konsisten.
Bulan ini bisa bulan depan tidak.
Level ketiga steady.
Sudah punya fondasi.
Badai apapun tidak terlalu goyang.
Level keempat comfortable.
Kerja atau tidak kerja kondisi keuangan tidak jauh berubah.
Dan kata Mbak Prita setelah pandemi mayoritas orang Indonesia masih ada di dua level paling bawah.
Bukan karena malas. Tapi karena banyak yang fondasinya bolong tanpa sadar.
Dan untuk 2026 yang situasinya makin tidak pasti ini.
Satu saran tambahan yang relevan banget punya cash buffer.
Bukan dana darurat biasa.
Tapi simpanan tambahan sekitar 30 juta rupiah yang liquid dan mudah diakses.
Penelitian nunjukkin orang yang punya buffer ini bisa berpikir lebih jernih di situasi krisis.
Stres finansialnya berkurang signifikan.
Dan tidak habiskan banyak waktu bengong mikirin duit.
Yang paling penting dari semua ini
Di tengah situasi global yang lagi kacau sekarang perang di Timur Tengah.
Harga minyak naik.
Rupiah tertekan fondasi keuangan pribadi lo adalah satu satunya hal yang bisa lo kontrol sepenuhnya.
Dunia di luar bisa chaos. Tapi kalau fondasi lo kuat lo bisa hadapi itu dengan kepala jauh lebih dingin.

Indonesia
Panji Agung retweetledi

Akhirnya ada ulama yang ngasih tau Pak @prabowo. kalau jabatan itu datang atas izin Allah Swt. Bukan lewat izin pria solo.
Indonesia
Panji Agung retweetledi
Panji Agung retweetledi

@BungRetweet TV itu cari rating, bukan pembenaran..
Saya udah stop nonton itu TV lokal untuk hal tidak berfaedah..
Indonesia
Panji Agung retweetledi

Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Indonesia
Panji Agung retweetledi

HP Android lo bukan lemot karena tua dan udah waktunya diganti.
Samsung, Xiaomi, Oppo, mereka install 30+ app sampah dari pabrik. Gak bisa di-delete.
Jalan terus di belakang. Makan RAM. Makan baterai.
Lo pikir HP lo udah waktunya ganti. Padahal belum.
Gue bikin Redmi Note 10 yang udah 3 tahun kerasa kayak baru lagi pake cara simpel ini:
Indonesia

@KangManto123 Dikata beras rojolele kali ya konsumsi sendiri 🤣
Indonesia

@Dahnilanzar @prabowo Suruh buat pendidikan dananya kalo gitu nil, biar ga ada kasus anak bunuh diri karena ga bisa beli buku dan alat tulis.. 😓
Indonesia

Saat ini terus dikembangkan isu, seolah Program MBG mengambil hak anggaran pendidikan. Faktanya, tidak sama sekali, program MBG menggunakan anggaran hasil efisiensi yang dilakukan Presiden @prabowo yang nilainya lebih dari 300 triliun, apa saja yang di efisensi Presiden? Perjalanan dinas, dan alokasi-alokasi lainnya yang tidak terkait langsung dengan pelayanan kepada rakyat.
Indonesia



















