Patrick Harimo

26.3K posts

Patrick Harimo banner
Patrick Harimo

Patrick Harimo

@patrickharimo

🇮🇩NKRI-Pancasila-BhinnekaTunggalIka🇮🇩

Jakarta Capital Region Katılım Şubat 2011
3.2K Takip Edilen3.6K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@TheCurut007 @Dennysiregar7 Ini gelagat nyata Indonesia akan gagal memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas. Yang ada Indonesia CEMAS!
Indonesia
2
0
7
1.4K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@MamaLemonmoh Bermimpi dan berharap pejabat negara sekarang memiliki integritas 1/1000 dari integritas Bung Hatta, agar rakyat republik ini TIDAK semakin miskin!
Indonesia
0
0
0
21
Patrick Harimo retweetledi
🍋Mama Lemon 🍋
🍋Mama Lemon 🍋@MamaLemonmoh·
Bung Hatta pernah nemu iklan sepatu di koran,dia gunting dan dia simpan di dompet sepatu itu enggak pernah kebeli sampai beliau wafat Sepatu itu namanya Bally, merek Swiss, mahal terkenal di era 1950-an. waktu itu beliau menjabat sebagai wakil presiden RI, padahal kalo mau tinggal minta satu tlpn beres tapi beliau milih menabung dan tabungannya ga pernah cukup krn beliau selalu pake untuk bantu byk org setelah beliau wafat tahun 1980,keluarganya nemu secarik kertas terlihat rapi di dompetnya itu iklan sepatu Bally yg sama , masih di simpan puluhan tahun zuhud itu bukan berarti tidak punya keinginan Bung Hatta pengen sepatu itu tapi beliau nggak mau pakai jabatan buat kepentingan pribadi coba bandingkan sama pejabat sekarang, ada yang laundry baju keluarga aja sampe 450jt/tahun, ada yg mobil dinas 8,5M dan kaus kaki aja ada yang 6,9M padahal dulu Ada Wapres yg mimpi nya cuma sepatu dan mimpinya pun tidak kesampaian ,Alfatihah buat Bapak Mohammad Hatta🤲
Indonesia
12
58
118
3.6K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@indepenSumatera PLN sudah setua RI. Mosok TIDAK punya sistem cadangan atau Disaster Recovery. Ngapain saja kerja orang-orang pintar di sana, diberi fasilitas super mewah gaji dan tantiem yang wah. Apa hanya gabut dan sibuk menggendutkan “perutnya” saja?
Indonesia
0
0
1
20
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@Jayabay19479190 Hanya satu yang berani TIDAK jujur. Finalis pemimpin terkorup nomor 3 sedunia versi OCCRP tahun 2024.
Indonesia
0
0
2
36
Jayabaya
Jayabaya@Jayabay19479190·
JOKOWI - SUDIRMAN SAID - RIZAL RAMLI - ANIES BASWEDAN - SUSI PUJIASTUTI - 👉 Siapa yang BERANI JUJUR diantara 5 tokoh diatas dan siapa yang BERANI TIDAK JUJUR
Indonesia
23
70
121
2.9K
Patrick Harimo retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan dari Peneliti Senior BRIN yang menurut gue paling jujur dan paling menohok yang pernah keluar dari mulut seorang akademisi Indonesia tentang kondisi negara kita sekarang. Prof. Dr. Siti Zuhro Peneliti Senior BRIN bilang korupsi Indonesia sudah stadium gawat sudah mengakar dan mendarah daging Bukan di warung kopi. Bukan di podcast oposan. Tapi di forum akademik Universitas Paramadina. Dalam diskusi yang judulnya langsung menampar: "Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?" Dan kalimat yang paling mengejutkan dari seluruh pernyataannya: "Nawaitunya menjadi pejabat ternyata untuk kaya. Bukan untuk berdedikasi diri." Dan ini yang paling fundamental dari seluruh analisis Prof. Zuhro: Krisis terbesar Indonesia saat ini bukan krisis ekonomi. Bukan krisis politik elektoral. Bukan krisis rupiah yang melemah ke Rp17.700 atau IHSG yang ambruk ke level terendah sejak COVID. Krisis terbesar Indonesia adalah krisis integritas elite. Dan ini berbeda dengan semua krisis lain yang bisa diselesaikan dengan kebijakan fiskal atau moneter. Krisis integritas tidak bisa diselesaikan dengan menaikkan suku bunga. Tidak bisa diselesaikan dengan membentuk badan baru. Tidak bisa diselesaikan dengan pidato di Rapat Paripurna DPR. Karena sumber masalahnya bukan sistemnya. Tapi manusianya yang menjalankan sistem. Dan ini yang paling menghantam: "Bukan legacy lagi. Justru diternakkan." Satu kalimat pendek. Tapi isinya luar biasa padat. Dulu korupsi dianggap sebagai penyimpangan. Sebagai ulah oknum. Sebagai pengecualian dari norma yang seharusnya berlaku. Sekarang menurut Prof. Zuhro korupsi sudah bukan penyimpangan lagi. Korupsi sudah menjadi budaya yang diwariskan dan dipelihara. Patronase politik yang menjamin loyalis mendapat jabatan. Jabatan yang menjamin akses ke anggaran. Anggaran yang mengalir ke lingkaran yang sama. Dan lingkaran itu mereproduksi dirinya sendiri di setiap siklus kekuasaan. Diternakkan. Bukan diberantas. Tapi diternakkan. Dan ini yang paling relevan dengan semua yang sudah kita bahas: Purbaya mengungkap 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing selisih harga ekspor sampai 200%. Tapi namanya tidak boleh disebutkan ke publik. Dirjen Bea Cukai yang bertugas memberantas under invoicing sedang diduga menerima suap di jabatannya. Teddy Indra Wijaya naik pangkat dari Mayor ke Letnan Kolonel dalam 14 tahun dan peraturan panglima langsung diubah agar sesuai dengan masa dinasnya. 108 menteri dan wakil menteri dan AHY sendiri mengakui antar kementerian masih berebut anggaran dan tidak bisa berkolaborasi. Danantara berjalan setahun tanpa laporan keuangan yang dipublikasikan secara transparan. Semua ini bukan anomali. Semua ini adalah sistem yang bekerja persis seperti yang Prof. Zuhro gambarkan. Jabatan sebagai alat mencari kaya. Patronase yang diternakkan. Integritas yang menjadi kemewahan langka di tengah lingkungan yang tidak menghargainya. Dan ini yang paling mengejutkan dari pernyataan seorang peneliti BRIN: BRIN adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional — lembaga pemerintah. Prof. Zuhro adalah peneliti seniornya. Dan dia berbicara seperti ini terbuka, keras, tanpa eufemisme di forum publik yang judulnya langsung merujuk pada laporan The Economist yang menyebut Indonesia menuju jurang. Ini bukan pengamat dari luar sistem. Ini orang dari dalam sistem yang mengatakan: sistem ini bermasalah sangat serius. Dan kalau orang dari dalam sudah berani berkata seperti ini secara terbuka kondisinya mungkin jauh lebih buruk dari apa yang kita bayangkan dari luar. Dan ini diagnosa yang paling mendasar: Prof. Zuhro menyebut tiga akar masalah yang saling memperkuat: Lemahnya integritas — orang yang seharusnya menjaga kepercayaan publik justru menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Rendahnya meritokrasi — jabatan tidak diberikan kepada yang paling kompeten tapi kepada yang paling loyal atau yang paling banyak kontribusinya ke koalisi kekuasaan. Kuatnya patronase politik — sistem bagi-bagi jabatan yang memastikan setiap pendukung mendapat bagiannya. Dan setiap pejabat yang dapat bagian itu harus balik modal dari jabatannya. Tiga hal ini saling mengunci. Tidak bisa diperbaiki satu per satu. Karena yang bertugas memperbaikinya adalah orang-orang yang justru diuntungkan oleh sistem yang ada sekarang. Kalau niatnya sudah salah dari awal maka semua keputusan yang diambil akan diarahkan untuk melayani niat itu. Bukan melayani rakyat. Dan ini yang paling menohok dari semua pernyataannya: "Indonesia bisa miskin, tapi jangan kehilangan integritas dan moralitas." Ini bukan kalimat yang optimis. Ini adalah kalimat yang menerima kemungkinan bahwa Indonesia akan terus miskin tapi memilih untuk tidak kehilangan martabatnya sebagai bangsa. Dan itu lebih menakutkan dari semua prediksi ekonomi yang ada. Karena seorang peneliti senior dari lembaga pemerintah sudah mulai menerima kemiskinan sebagai kemungkinan yang realistis dan hanya berharap agar integritas setidaknya masih bisa diselamatkan. Korupsi Indonesia bukan lagi soal oknum. Bukan soal satu dua pejabat yang ketangkap KPK lalu diganti oleh yang baru. Korupsi Indonesia sudah menjadi ekosistem yang merekrut, menyeleksi, dan mereproduksi dirinya sendiri di setiap siklus kekuasaan. Dan selama seleksi pejabat masih berbasis rekomendasi politik dan kedekatan bukan integritas dan rekam jejak ekosistem itu tidak akan berubah hanya karena ada pidato tentang reformasi. Prof. Zuhro minta panitia seleksi independen yang berani menempatkan kompetensi dan moralitas sebagai pertimbangan utama. Bukan rekomendasi dari partai. Bukan kedekatan dengan lingkaran istana. Tapi selama yang menentukan panitia seleksi itu adalah lingkaran kekuasaan yang sama lingkaran yang menurut Prof. Zuhro nawaitunya sudah salah dari awal maka panitia seleksi independen itu tidak akan pernah benar-benar independen. Dan Indonesia akan terus menuju jurang yang judulnya sudah disebut dalam forum akademik Universitas Paramadina hari Jumat kemarin.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
38
320
642
30.3K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@denni_sauya Kopdes merah-putih kalau tidak mampu bersaing dengan sehat, bubarkan sajalah.
Indonesia
0
0
0
4
Denni Sauya
Denni Sauya@denni_sauya·
🙄🙄 Lucu pejabat Konoha
Denni Sauya tweet media
Indonesia
119
46
132
6K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@Hilmi28 @r3tmono Pejabat Indonesia TIDAK bakal melakukan itu. Mereka pengecut, tidak bertanggung jawab padahal sudah terbukti tak mampu, kulit muke lumayan tebal🙈
Indonesia
1
1
1
84
Hilmi Firdausi
Hilmi Firdausi@Hilmi28·
Maaf, malu dan mundur itu bukan budaya pejabat Indonesia...
Hilmi Firdausi tweet media
Indonesia
136
1.6K
5.4K
44.8K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@abu_waras Sepertinya mirip persidangan di Uni Soviet jaman dulu. Jika seseorang dituntut di Pengadilan, HARUS bersalah dan dijatuhi hukuman, pengadilan hanya legalisasi atas kriminalisasi terhadap seseorang atau sekelompok orang.
Indonesia
0
0
0
7
Lambe Waras
Lambe Waras@abu_waras·
Makin banyak tokoh angkat suara melihat kejanggalan yang begitu telanjang dalam dakwaan dan tuntutan terhadap Nadiem Makarim. Persidangan telah berjalan begitu panjang, tapi publik justru melihat tidak adanya pembuktian yang mengarah pada tuduhan utama. Narasi sudah dibangun besar, tapi fakta di ruang sidang tak sebanding dengan opini yang digiring di luar. Lalu, apakah negara akan tetap memaksakan hukuman tanpa ada dasar pembuktian ❓ 🫣 @prabowo @KomisiIII
Indonesia
7
10
18
1.1K
Jayenlow
Jayenlow@Grock230·
Pigai: Kalau tidak percaya ham dan taat hukum silahkan keluarga dari Indonesia. Guys kita diusir dengan ni orang?
Jayenlow tweet media
Indonesia
16
4
7
583
AirinNz_KembaliLagi
AirinNz_KembaliLagi@AirinDatangLagi·
Para Pejabat di Negara in bnr2 sdng terjangkit Stand Up Comedy Syndrome Bahkan sekelas Menteri aj bicara ddpn Umum sprti in sllu berusaha “MELUCU” Rkyt itu butuh Pemimpin yg memecahkan Masalah bkn Pembuat Masalah. Bkn Badut yg melucu & membual Indonesia sdng tdk baik2 saja😓
AirinNz_KembaliLagi tweet media
Indonesia
19
10
27
707
kiv z
kiv z@triwul82·
Aroma Orde Baru makin menyengat dan vulgar. Setelah aktivis disiram air keras, sekarang rumah Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, dikepung oknum tentara hanya karena vokal mengkritik. ​Kritik dibalas intimidasi militer di wilayah domestik sipil? Ini kemunduran demokrasi yang sangat menjijikkan. TNI jangan biarkan institusi dipakai untuk menakut-nakuti rakyat yang sah secara konstitusi. jakartasatu.com share.google/PMTrW3qUN9fWeg…
kiv z tweet media
Indonesia
86
499
991
19.5K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@Inie_UtyCute Itulah wajah aslinya yang selama ini ditutupi topeng. Seperti kata pepatah: Sepintar-pintarnya Tupai melompat suatu saat akan terjatuh!
Indonesia
0
0
0
25
🅽🅸🅲🅺🆈 🅰🆁🆃🅰 🇮🇩
Tuhan memang baiiikkk banget 🙏 Ribuan foto, ribuan video penuh senyum dan seolah kepedulian, seketika runtuh oleh tepisan tangannya kepada seorang nenek tua yg ingin menjabat tangannya Dan akhirnya topeng yg selama ini dia pake di lepas paksa oleh semesta
Indonesia
26
140
237
9.2K
Denni Sauya
Denni Sauya@denni_sauya·
🫵⁉️ Ape Loe...???
Denni Sauya tweet media
English
253
133
499
568.5K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@tempodotco @xawaluh Pertanyaanya: apakah rakyat sudah hidup sejahtera dan makmur? Makin lama kehidupan rakyat makin parah, daya beli amblas, harga2 kebutuhan pokok naik, PHK terjadi di mana-mana, rakyat menjerit. Sebaliknya, pejabat sibuk pesta berdansa & korupsi. Itulah capaian yg dirasakan rakyat!
Indonesia
0
0
0
32
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah membuat sejumlah capaian sejak menjadi Presiden pada Oktober 2024. Salah satunya keberhasilan mencapai swasembada beberapa komoditas pangan.
tempo.co tweet media
Indonesia
527
165
714
77.3K
Patrick Harimo
Patrick Harimo@patrickharimo·
@Grock230 Maka mundurlah, makin cepat makin baik demi bangsa dan negara!
Indonesia
0
0
0
4
Jayenlow
Jayenlow@Grock230·
Ya pak lebih bagus jangan jadi presiden lagi, Mbg bapak pun lebih cocok di hapuskan!
Jayenlow tweet media
Indonesia
100
27
138
5.7K
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
Pembubaran jemaat gereja GMS Bantul saat beribadah, aparat hanya plonga plongo... bingung mau ngapain, Pancasila cuma slogan prakteknya NOL
Indonesia
51
64
122
5.8K