f🌵

5.5K posts

f🌵 banner
f🌵

f🌵

@pattologist

bukan akun study twt‼️

Katılım Temmuz 2022
80 Takip Edilen21 Takipçiler
f🌵 retweetledi
Mahisa Aspartam
Mahisa Aspartam@Mahisa_Aspartam·
1/ Kasus FH UI itu udah beyond moral & ethic. It's a class clash. Mereka menganggap diri mereka punya privilege sehingga merasa berhak exercise power abuse dalam relasi kuasa mereka thd orang lain. Saat ini yg jd korban adalah wanita, besok2 bisa jadi pegawai mereka.
Jorgiana Au.@jorgianaaa

tapi asli dah (speaking from personal experience) emang lebih baik dikatain, "dasar polisi moral lo" daripada ngebiarin awful rapey men tumbuh subur. you might be protecting a lot of girls in the future tanpa disadari.

Indonesia
4
1.1K
3.8K
85.6K
f🌵 retweetledi
Lala Bohang
Lala Bohang@lalabohang·
basi sekali POV ini. kalau harus membayangkan perempuan adalah Ibu/saudara/anak (mesti ada fungsi/peran) baru bisa menghargai perempuan jelas ada yang salah sama otak laki-laki. kebodohan jangan dipelihara. perempuan adalah MANUSIA bukan objek, perlakukan berbasis kemanusiaan.
dhan@raespoire

marak bgt yg ngelecehin perempuan skrg.. lu pada dilahirin sama siapa sih? sama pantat monyet? bayangin yg lu lecehin itu emak lu/anak/cewek yg lu sayang. sinting bgt anjr

Indonesia
1
569
1.1K
26.7K
f🌵 retweetledi
Rachel Gratia
Rachel Gratia@rchlgrtl·
Denger ya Vincent Ricardo bajingan, sejuta pun kasus KS lu dampingi, lu tetep cishet seksis dengan ego segede kontol kuda, yang harus dibanggakan itu bukan jumlah dampingan KS, tapi keadaan yg kita jaga bersama sampai bisa NOL KASUS. Harmoni di masyarakat, bkn ego heroisme.
Vincent Ricardo (柯仙森)@vincentrcrd

Woi dongok. Itu tweet yg gw blg dongok udah dihapus X dgn alasan violated X rules karena jelas-jelas promoting torture. Gausah sok virtue signaling lo kalau ada kasus KS cuman bisa ngetweet. Gw yakin gw dan tim gw lebih banyak ngebantuin korban KS daripada lu. Gausah ngerasa paling oke dah.

Indonesia
17
514
1.9K
58K
f🌵 retweetledi
✿
@floralatl·
YA TUHAAAANNNNNNN KAMI PEREMPUAN ITUUUU CUMA MARAHHH. MARAHHH. aduh sumpah KITA CUMA UNGKAPIN SEMARAH APA KITA SETIAP HARI SELIWERAN KASUS KS, KITA MARAHHHH KITA CAPEKKKK VINCENTTTTT UDAH ITU DOAAANGG knp sihhhhh jadi projecting trauma dan siapa yang paling berkontribusi AAAAAAAA
Vincent Ricardo (柯仙森)@vincentrcrd

Iya, memang gw dan tim pernah ngebantu beberapa kasus pelaporan dari NCMEC yang diteruskan ke Unit PPA & Cyber Polda Metro. Gw pernah ngebantu korban ancaman revenge porn menargetkan jurnalis sampai influencer. Perlu gw kasih kontak penyidik unit PPA & Cyber Polda Metro & Mantan Wakil Ketua Komnas Perempuan? Performative activism dan trauma projecting lu untuk encouraging torture gak guna. Mending lu ke psikiater. x.com/user4768346296…

Indonesia
9
1K
3.9K
57.9K
f🌵 retweetledi
Dodi Gamaliel
Dodi Gamaliel@dodigamaliel·
Ada sejumlah dosen FHUI yang dilecehin di group chat tersebut. Kalo Bang Parul dan Bang Bryan nggak merasa itu cukup untuk nge-DO para pelaku, mengecewakan banget sih.
Indonesia
19
1.1K
8.4K
133.6K
f🌵 retweetledi
DewiTuwuh
DewiTuwuh@DewiTuwuh·
Stella emang amunisi legit kemarahan massa di forum Stella konsisten memainkan narasi forum agar pelaku konsisten diperlakukan sama yaitu dipermalukan juga Kombinasi maut fhui Stella dan steffany kalau di forum debat persidangan pasti keren bngt kalau jd pengacara nanti
Indonesia
0
558
5.7K
73.7K
f🌵 retweetledi
miel... 💭 #ResetIndonesia
tiktok ni emang tempat paling insufferable and beyond saving kalo ada kasus KS. like wdym LU BUAT JJ JEDAG JEDUG dari forum kemarin??? some of y'all drgaf about the victims cause why r y'all treating this forum as some sort of entertainment....
English
10
748
3.7K
40.9K
f🌵 retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
33
6.7K
11K
205.6K
f🌵 retweetledi
Fazaa
Fazaa@arastraea_·
Bukti bahwa forumnya jalan ampe jam 3 dan masih rame adalah tanda kalau kemarahan ini organik, sayangnya forum harus ditutup karena “kemaleman”, padahal pelakunya udah sempat tidur dulu sedangkan kita nungguin mereka keluar dari ketek orang tua
Indonesia
8
2.3K
14.1K
93.7K
f🌵 retweetledi
tace
tace@baymaxsad·
lagi-lagi amaze sama perempuan melihat kasus ks fhui. how come, yang merana perempuan tapi mereka justru yang paling kuat berdirinya. at the end, kita cuma punya sesama kita. hidup perempuan yang melewan. semoga ruang aman dan ruang nyaman perempuan semakin nyata “adanya”.
Indonesia
10
7.9K
21.7K
189.4K
f🌵 retweetledi
ZyNah
ZyNah@wine_018·
"He's just a kid. Don't ruin his life." She's also a kid. But you're ready to ruin hers with trauma, stigma, and silence. Your mercy has a gender.
English
53
15.2K
43.4K
334.1K
f🌵 retweetledi
Meutia Faradilla
Meutia Faradilla@meutiafaradilla·
Whistleblowernya yg di lasus chat grup FHUI itu laki² tapi itu juga setelah ketauan pacarnya. Again it's women who take care of women. Teman² mahasiswa di UI, kawal prosesnya. Akan melelahkan, tapi semoga diberi energi melimpah. 16 orang yg ketauan ini harus dihukum
Indonesia
37
12.3K
39.5K
952.1K
f🌵 retweetledi
rx
rx@thxorns·
PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP 7 DOSEN ‼️‼️‼️ TELAH BEREDAR PERCAKAPAN ANTARA IRFAN KHALIS (lagi), RAFI MUHAMMAD, DIPATYA SAKA WISESA, MUNIF TAUFIK, DAN SIMON PATRICH BUNGARAN PANGARIBUAN BYSTANDER: MUHAMMAD KEVIN ARDIANSYAH (ketua angkatan) MUHAMMAD VALENZA RABBANI PUTRA HARISMAN
rx tweet media
rx@thxorns

OH INI @keoezra YANG NGANCEM ORANG BILANG GAADA IKUT NGELECEHIN TEMENNYA TAPI MALAH NGELECEHIN DOSEN SENDIRI? UP UP

Indonesia
772
15.3K
61.6K
4.7M
f🌵
f🌵@pattologist·
satu satunya hal yg gue benci dr diri gue : perasaan bersalah yang gue punya
Indonesia
0
0
0
20