kipersedih

1.2K posts

kipersedih

kipersedih

@pecelpapi

Katılım Temmuz 2021
231 Takip Edilen116 Takipçiler
kipersedih
kipersedih@pecelpapi·
@perfedc Kagak semua yeee. Hobi gw masak dan dari kecil gw diajarin masak emak gw, beberes rumah pun iya. Cita² gw masak bareng my bini
Indonesia
0
0
0
26
debby acelina
debby acelina@perfedc·
anak laki-laki ga pernah di ajari masuk dapur, tapi kalo anak perempuan ikut cari nafkah gapapa. simple tapi ga adil
Indonesia
936
3.4K
13.9K
202.1K
kipersedih retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Nnton lengkap video pak prabowo dari awal meski udah seliweran cuplikan soal "rakyat desa ga butuh dollar" Tpi buatku, yg bikin sedih saat dia memberikan banyak pujian untk pejabat & diri sendiri, tpi becanda soal "tangan petani yg kasar", katanya kira2 " saat salaman dgn warga setempat, tangan mreka kasar, bahkan ibu2 nya jga tangannya kasar. Sya harus cuci tangan dengan minyak khusus" Sumpah, emng rakyat ini becandaan doang buat dia... cc:threadmega
txt keresahan WNI tweet media
Indonesia
834
13.5K
45.1K
1.1M
kipersedih
kipersedih@pecelpapi·
@tanyarlfes Klasik, pria butuh validasi, perempuan butuh kepastian. Ini gada dua duanya yaudah cerai aja bro
Indonesia
1
11
611
23.3K
Txt dari Kuliner
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner·
Prabowo lagi sidak ke Koperasi Merah Putih Stand Yang paling depan ada LPG 3KG dengan harga tertulis Rp16 ribu 😅 Di tempat kalian LPG 3kg harganya berapa? 😭
Txt dari Kuliner tweet mediaTxt dari Kuliner tweet media
Indonesia
1.6K
1.4K
11.7K
1.4M
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
270
5.4K
9.7K
430.9K
kipersedih
kipersedih@pecelpapi·
Ya Allah jauhkanlah hamba dari cewe friendly
Indonesia
0
0
0
19
Jejak digital.
Jejak digital.@ARSIPAJA·
Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
Indonesia
16.5K
21.5K
68K
16.1M
Akbar Faizal
Akbar Faizal@akbarfaizal68·
- Lawan St. Kitts & Nevis (4-0). Menang. Lalu saya bertanya dimana gerangan letak negara ini kpd @erickthohir. 10 ribuan chat makian meluncur kpdku. Termasuk dari pengamat bola @antonsanjoyo. Eforia kemenangan atas negara seluas kecamatan. - Lawan Bulgaria (0-1). Kalah. Saya tahu dimana letak negara itu. Tp knp kita hanya bisa menang dari negara gak jelas spt St. Kitts? Jgn bikin alasan dua serangan timnas semalam membentur gawang alias nyaris. Mencintai bola & timnas jg butuh kecerdasan kawan.
Indonesia
326
75
550
130.2K
Suskesorg
Suskesorg@Omsuskes·
Seorang karyawan kantor pusat di SCBD minta izin kerja remote dari Banyuwangi selama 6 bulan. Katanya mau “slow living tapi tetap high performance”. Gajinya di Jakarta 22 juta per bulan. Take home pay bersih sekitar 19,5 juta setelah pajak dan BPJS. Saya bilang silakan. Perusahaan kami mendukung fleksibilitas dan punya kebijakan baru bernama: Program Penyesuaian Keseimbangan Biaya Hidup Nasional. Dia tanda tangan addendum lokasi kerja. Seperti biasa, langsung scroll ke bawah, klik setuju. Bulan pertama ia bekerja dari Banyuwangi. Gajinya masuk. 11 juta rupiah. Dia langsung telepon HR. “Ini salah transfer ya? Kok kepotong 8 jutaan?” Kami jelaskan pelan pelan bahwa, Karena dia tidak lagi sewa apartemen 5,5 juta di Jakarta, tidak lagi bayar parkir kantor 600 ribu sebulan, tidak lagi bensin 1 juta, tidak lagi makan siang 75 ribu di Senopati. Menurut simulasi internal kami, biaya hidupnya turun dari sekitar 14 juta per bulan menjadi kurang lebih 8 juta. Secara teori, disposable income tetap mirip. Dia tetap kaget. Lalu kami jelaskan detail komponen lainnya. Tunjangan transport 1,5 juta otomatis nol karena tidak ada commuting. Tunjangan kemacetan 750 ribu dihapus. Tunjangan representasi kota besar 1 juta dinonaktifkan. Sebaliknya, kami beri: Tunjangan adaptasi lokal 500 ribu. Tunjangan sinyal tidak stabil 250 ribu. Dia menggerutu sembari hitung cepat. “Berarti turun hampir 10 juta dari bruto awal 22 juta?” Saya jawab, bukan turun. Menyesuaikan daya beli. Karena menurut data internal kami: Sewa rumah 3 kamar di Banyuwangi rata rata 2,5 juta. Makan tiga kali sehari di luar kurang dari 2 juta per bulan. Motor cukup 800 ribu bensin dan servis. Ternyata yang ikut pindah bukan cuma laptop, tapi juga struktur nilai diri yang dihitung berdasarkan harga nasi goreng setempat. Yang paling lucu? Dia bilang mau hidup seperti warga lokal. Sekarang benar benar seperti warga lokal. Termasuk gajinya.
Indonesia
280
450
5.6K
1M
Rindradanantara
Rindradanantara@ponakannyaom·
sorry nioh 3 but i'd like to play this first
Rindradanantara tweet media
English
6
4
36
3.9K
kipersedih
kipersedih@pecelpapi·
Pas kuliah : ah males organisasi males networking kerjain tugas ae dah cape, akan kuperbaiki networking mu ntar kalo dah kerja Pas kerja : damn wfh
Indonesia
0
0
0
125
ℙ𝕖𝕥𝕖𝕪
ℙ𝕖𝕥𝕖𝕪@iiiconnicc·
Say hi to Patrick star or have a terrible November
ℙ𝕖𝕥𝕖𝕪 tweet media
English
101.2K
43K
949.6K
38.1M
kipersedih
kipersedih@pecelpapi·
Dulu jaman nganggur ada email rasanya seneng bat skrng ada email degdegan anying
Indonesia
0
0
0
187
kipersedih retweetledi
X T R E M E 𖤐₆₆₆
X T R E M E 𖤐₆₆₆@XtremeMerch·
Chrish Wolstenholme (Muse) main bola sebelum tampil konser besok di Ancol 🤘🏿🗿
Indonesia
7
121
586
47.1K
duck
duck@ExtremeBlitz__·
If you got transported to the last game you played, how fucked are you??
English
220
6
655
58.8K