bukanrorojonggrang

9.8K posts

bukanrorojonggrang banner
bukanrorojonggrang

bukanrorojonggrang

@pecintartefak

banyak jajan.

Katılım Mayıs 2013
296 Takip Edilen334 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
bukanrorojonggrang
bukanrorojonggrang@pecintartefak·
2025: Exploring 35%, Stabilizing 50%, Challenging 15%🙏🏼
English
5
0
0
319
bukanrorojonggrang retweetledi
risty 👩‍🍳
risty 👩‍🍳@insecuristy·
menurut gw titik tertinggi bucin itu ketika lo bisa compromising things. ketika dua orang tetap milih untuk saling ngerti, bahkan di hal-hal kecil, dan agree untuk adjusting biar bisa ketemu di tengah. thats love + maturity, and honestly i'm a sucker for that!!!
アルダちゃん@aldapstsr

menurut gw titik tertinggi bucin itu ketika lo udah bisa sharing makanan kesukaan lo ke dia dan bertukar cerita satu sama lain, mendukung impiannya dan kegemarannya as long as he's happy, dengerin dia yapping sambil liatin wajahnya, mengingat hal2 kecil tentang dia

Indonesia
102
8.7K
28.6K
834.8K
우리 예린🩵
우리 예린🩵@cikinmogo·
Benedict kalo ga ingat adik adik cewe nya udah kawin lari kali ya ama Sophie "kabur aja kita neng hidup di desa yang penting sama neng abang bahagia" eeaaa
۪@HQbenophie

Indonesia
42
249
3K
115.4K
诺莫49 ೀ
诺莫49 ೀ@ueautie·
Astro bener bener lu ya masa ga ada qc dulu sih, ayamnya bau bgtttt, sayur isinya ulet dan telurnya jadi terpaksa dibuang😔😭
诺莫49 ೀ tweet media诺莫49 ೀ tweet media
Indonesia
508
560
15.3K
1.8M
andi
andi@andihiyat·
Selama hidup lu pernah dibilang mirip siapa
Indonesia
3.6K
119
4.1K
1000K
bukanrorojonggrang
bukanrorojonggrang@pecintartefak·
Gimna gua bisa beraktivitas tanpa kaki gua
Indonesia
0
0
0
27
Txt dari Kuliner
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner·
Spill your honest review about Amanda Brownies
Txt dari Kuliner tweet mediaTxt dari Kuliner tweet media
English
1.4K
227
6K
1.2M
bukanrorojonggrang retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998? Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu. Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya. Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000. Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta. 15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah. Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi. Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional. Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu. Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali. Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur. Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap. Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar. Siapa dalang bom teroris tersebut? Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto. Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum. Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel. Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan. Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC. Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api. Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka? 3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung. Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom. Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak. Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar. Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ. 2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini. Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu. Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah. Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional. Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara. Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan. Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta. Gagal. Tommy tak bisa ditemukan. Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000. Yang ini sangat mengerikan. 23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak. Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja. Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy. Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar. Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom. Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana. Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu. Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana. Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah. Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional. Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi. Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya. Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia. Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto. Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum. Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan. Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh. Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta. Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie. Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden. Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik. Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001. --- Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum. Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dari zaman Orde Baru sampai 2014, kita punya sistem pemasokan suplai bensin se-Indonesia yang aneh. Apabila bensin dari Timur Tengah mau masuk Indonesia, ia tidak boleh masuk lewat sembarang kapal tanker, tetapi harus lewat suatu Perusahaan Misterius X. Monopoli pengimporan ini memberikan kekuasaan bagi Organisasi Hitam Jahat Misterius itu untuk menetapkan biaya pengimporan bensin nasional secara asal-asalan dan sesukanya. Monopoli ini sudah ada sejak zaman Orde Baru. Pada saat itu, keluarga Cendana yang berkuasa telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Untuk setiap liter bensin yang masuk ke Indonesia, harganya dinaikkan serampangan oleh gerombolan mafia ini. Keutungan perusahaan mafia ekspor impor ini tentu fantastis. Ratusan triliun per tahun. Perusahaan ini jelas merampok langsung dari rakyat secara gila-gilaan. Setiap kita beli bensin, sebagian uangnya dirampok oleh Perusahaan Misterius X ini. Mereka seperti hewan parasit cacing pita berbahaya yang menyedot ekonomi nasional secara gila-gilaan. Setiap tahun, uang sebanyak ratusan triliun mereka rampok. Setelah puluhan tahun, ribuan triliun dirampok. Uangnya mereka hamburkan untuk berjudi, hidup bermewah-mewahan di mansion-mansion, menyogok dan mendanai sebanyak-banyaknya orang / parpol / ormas yang perlu disogok, serta dengan paranoid membiayai usaha pembasmian terhadap siapapun yang berani membongkar. Jika usaha ini termasuk mendanai kekacauan besar-besaran yang menggoyang kestabilan nasional setelah 2014, maka ya dilakukan. Siapakah perusahaan ini? Siapa bos-bos mafia misterius ini? OK jawabannya sudah jelas. Perusahaannya adalah Petral. Nama yang muncul dalam catatan sejarah adalah Tommy Soeharto, Bob Hasan, dan lalu Riza Chalid. - Tommy Soeharto adalah anak Soeharto. Selain Petral, ia juga terlibat dan skema Perampokan Nasional fantastis lain seperti monopoli cengkeh BPPC. Ketika gabut ia juga terlibat skema-skema yang lebih kecil, tidak cerdas, dan langsung rampok seperti pencurian nilai aset tanah negara. Tommy sendiri tertangkap dan divonis sebagai dalang pembunuhan jaksa Syafiuddin Kartasasmita yang berusaha mengusutnya pada masa Reformasi. Syafiuddin dibunuh dengan brutal menggunakan senjata api hingga tewas berlubang-lubang. Pada saat yang sama, Tommy Soeharto juga berusaha membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan Menteri Industri dan Perdagangan Luhut B. Pandjaitan dengan bom karena dianggap membahayakan pundi-pundi kekayaan raksasa keluarganya. Pada saat yang sama, tim investigasi di masa kepresidenan Gus Dur mengumumkan bahwa Tommy Soeharto adalah dalang pengeboman Bursa Efek di Jakarta, yang dilakukan untuk merusak kestabilan nasional, membuat investor kabur, dan mencegah pengusutan lebih lanjut terhadap keluarga Cendana. Salah satu gerombolan ormas preman yang dipelihara Soeharto juga terlibat langsung dalam eksekusi pengeboman ini. "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Tim tersebut juga menduga bahwa Tommy terlibat dalam berbagai pengeboman teroris lain, bukan hanya Bursa Efek. Gus Dur sendiri kemudian digulingkan dari kursi kepresidenan. - Bob Hasan "si raja hutan" adalah operator bisnis keluarga Cendana yang sudah beraktivitas kriminal dengan Soeharto sejak mereka masih sibuk merampok hasil gula Jawa Tengah pada akhir 1950an. Ia adalah salah satu dari dua oligarki terbesar zaman Orde Baru. Oligarki satunya adalah Sudono Salim. - Riza Chalid sangat misterius. Ormas preman kalah rampok dibanding Brownies. Brownies kalah rampok dibanding Mafia Ekspor Impor. Dalam hal ini Petral adalah final boss dari Ekonomi Preman Indonesia. Tetapi apa iya yang terlibat hanyalah ketiga nama yang sering muncul ini? Siapa antek-antek mereka? Ketika SBY menaikkan harga BBM sehingga didemo besar-besaran, berapa persenkah dari harga BBM itu yang sebenarnya mereka rampok? Ketika Soeharto menaikkan harga BBM tahun 1998 yang memicu demo meluas oleh rakyat miskin dan menderita, berapa persenkan dari harga BBM itu yang masih saja dengan serakah mereka rampok? (Note: Pada Maret 1998, Bob Hasan ditunjuk Soeharto menjadi Menteri Industri dan Perdagangan. Merampok sampai akhir.) Apa yang mereka lakukan dengan uang itu? Kemanakah semua uang itu mengalir? Kok para politisi terima-terima saja dengan gerombolan preman ekspor impor migas raksasa ini sih? Apakah sistem ini masih ada hari ini? --- Selama puluhan tahun, Petral merampok ribuan triliun dari Indonesia. Dalam beberapa tahun saja, mafia judi online merampok ribuan triliun dari Indonesia. Ternyata ada final boss True Ending yang baru. Indonesia juga sedang dirampok lagi sebanyak ratusan triliun per tahun lewat MBG. Habis Petral terbitlah MBG.

Indonesia
683
12.1K
35.3K
3.1M
bukanrorojonggrang
bukanrorojonggrang@pecintartefak·
Tetiba ditanyain kabar bapaknya katin. Well that’s what i need. Hari ke 15 capek bgt woy
Indonesia
0
0
0
16
glennmars
glennmars@glennmars·
Dari awal kasus ini aku iba. Tanpa tau apa & kenapa. Tapi berpura-pura berangkat kerja agar orang rumah tenang, ada banyak di sekitar kita.
Never@neVerAl0nely___

Khairun Nisa ternyata korban penipuan berkedok lowongan pekerjaan Polisi mengungkap latar belakang kasus Khairun Nisa, perempuan yang menyamar sebagai pramugari di Bandara Soekarno-Hatta. Aksi tersebut dipicu rasa putus asa setelah dirinya menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja dengan kerugian mencapai Rp30 juta. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan, Khairun Nisa yang berasal dari Palembang datang ke Jakarta dengan harapan mengikuti seleksi pramugari. Namun, ia justru bertemu dengan oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Menurut Yandri, korban sempat meminta izin kepada ibunya untuk mengikuti proses pendaftaran. Di Jakarta, ia kemudian menyerahkan uang puluhan juta rupiah kepada pelaku, namun janji tersebut tidak pernah terwujud dan pelaku menghilang. “Pada dasarnya dia korban. Dia ingin menjadi pramugari dan sudah menyerahkan uang Rp30 juta, tetapi gagal dan orangnya tidak bisa dihubungi,” ujar Yandri. Setelah menyadari dirinya ditipu, Nisa merasa malu untuk pulang dan tidak ingin mengecewakan keluarganya, terutama sang ibu. Kondisi itu mendorongnya berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari. Ia bahkan mengunggah konten di media sosial untuk meyakinkan keluarga bahwa dirinya benar-benar telah bekerja di maskapai penerbangan. Menanggapi kasus tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan lowongan kerja. Polisi menegaskan bahwa proses rekrutmen pramugari harus dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur yang berlaku. “Jangan mudah percaya dengan iming-iming masuk kerja dengan membayar sejumlah uang. Ikuti proses resmi dan SOP perusahaan,” pungkas Yandri.

Indonesia
269
4.2K
26.1K
1.2M
bukanrorojonggrang retweetledi
potha
potha@bvttercrisp·
i love this quotes : ternyata bener ya, hidup bakalan jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, not everything deserves our energy — karena ada hal hal yang lebih baik di biarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat ataupun dibahas. save your energy for what truly matters.
Indonesia
57
18.2K
40.2K
674.1K
bukanrorojonggrang retweetledi
Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro·
Bertemu itu menggembirakan. Tapi karena bertemu, kita mengalami perpisahan. Memiliki itu menggembirakan. Tapi karena memiliki, maka kita akan mengalami kehilangan. Setiap kegembiraan adalah pintu yang entah kapan, mau nggak mau bikin kita bertemu kesedihan.
Indonesia
13
666
1.6K
44.8K
Film Indo Source
Film Indo Source@FilmIndoSource·
Happy 33rd birthday to Baskara Mahendra!
Film Indo Source tweet mediaFilm Indo Source tweet media
English
518
1.3K
11.4K
428.8K
bukanrorojonggrang
bukanrorojonggrang@pecintartefak·
Pengen bikin komposter sendiri gtu, tapi rumah gua ga ada halaman yang ada tanahnya gitu:(
Indonesia
0
0
0
8
bukanrorojonggrang retweetledi
acha
acha@cloudysnowys·
if you have wide feet and love girly shoes, this is your sign... "TAKKAN" a local Indonesian footwear brand, truly offers great quality 🥹⭐️ denim material & full sizing up to 43 👏🏻
acha tweet mediaacha tweet media
English
44
376
3.6K
174.1K
bukanrorojonggrang retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Pengemudi ojol biasanya menunggu order sambil bermain HP, tapi baru kali ini saya melihat seorang pengemudi menunggu sambil membaca buku. Terharu 😢 Ini layak dinormalisasi.
Dosen Pembimbing tweet media
Indonesia
162
8.6K
58K
586.9K
Mumut. ☽
Mumut. ☽@beautiaf·
menamatkan Blok M dengan jajan obihiro nikudon. waktu antri: 5,5 jam😁🙏🏻
Mumut. ☽ tweet mediaMumut. ☽ tweet media
Indonesia
437
404
7.6K
1M