yellowpinkeu
4.5K posts

yellowpinkeu retweetledi

POTENSI KESUKSESAN HIDUP
BERDASARKAN TANGGAL LAHIR
1. juara 1: 26, 13, 8, 22, 17, 4 lahir untuk menang. tantangan menyemangati mereka, dan mereka jarang gagal. ketika mereka mengincar sesuatu, tidak ada yang menghalangi jalan mereka.
2. juara 2: 29, 10, 6, 15, 20, 24, 2 tenang dan cerdas. mereka mungkin butuh waktu, tetapi kesabaran dan konsistensi mereka selalu membuahkan hasil.
3. juara 3: 27, 19, 23, 1, 14, 5, 11 penuh potensi, tetapi rasa takut atau ragu dapat menahan mereka. begitu mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka dapat mencapai apa saja.
4. juara 4: 25, 12, 3, 7, 16, 21, 9 berbakat, tetapi zona nyaman memperlambat mereka. mereka bersinar saat melangkah keluar dan mengambil risiko.
5. juara 5: 30, 28, 31, 18 kreatif dan cerdas, tetapi tindak lanjut adalah tantangan. disiplin membuka kesuksesan sejati mereka.
Indonesia
yellowpinkeu retweetledi
yellowpinkeu retweetledi

Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.

Indonesia
yellowpinkeu retweetledi
yellowpinkeu retweetledi

From this to this
Sehat selalu papaku 🤍


teh susu【ML4NO】【IKNRCNG】@tehsususatu_
IH AK PEN POST FROM THIS TO THIS APAKAH BOLEH TEMAN TIMUNNNNN
Indonesia
yellowpinkeu retweetledi

syarat jadi pasangan hidup versi gw:
1. Islam dan Single (Bukan Duda)
2. Stable income (wajib diatas gw, i can’t deal with ur insecurities)
3. Decent look ( gak harus ganteng, tapi wajib enak dilihat)
4.Tidak punya riwayat selingkuh
5. Willing to grow together (biz partner, parenting and travel partner its a must)
6. BI checking harus bagus
7. Tidak ada riwayat pinjol, judol dsb
8. Tidak patriarki, kasar, dan pelit
9. Wajib menafkahi lahir batin (di luar kebutuhan rumah tangga)
10. Bersedia membuat perjanjian pranikah
11. Should be the same degree or above (top 10 PTN or Top 10 PTS is a plus)
12. Not to be rasis, tapi ortu tidak setuju dg beberapa suku, u should tell me about ur ancestors.
Indonesia

@womanfeeds_id Bagus kakk, aku kmrn makeup wisuda juga 300
Indonesia
yellowpinkeu retweetledi

Kemarin ada tetangga (dia masih muda) yg jualan sayur di CFD, awalnya dia jualannya kayak di warung2 sayur. Pembeli ngambil, ditimbang, dan bayar.
Tapi, beberapa kali jualan, sayurannya sisa masih banyak. Terus mereka nyoba opsi jualan sayur yg packingan. Ternyata bisa habis.
Satu pack harganya 5K. Sementara pembeli jg masih bisa beli sayur eceran. Pembeli tertarik beli yg packingan, tapi jg tetep dapet pelanggan yg mau beli dikit.
Saya ngasih saran lagi, biar gak repot ngasih kembalian, bisa pake QRIS. Soalnya sempet pas rame gak ada kembalian. Jadi bakal mengefisienkan waktu buat ngelayanin pembeli.
Ada saran lagi, buat yg lagi jualan kayak gini?
Dan kira2, per pack sayuran dijual 5K itu kemahalan atau kemurahan, guys?

Indonesia
yellowpinkeu retweetledi

@khanifirsyad Waw. Sama. Sy juga pelapak sayur pack d CFD perumahan sy tiap ahad. Barusan selesai beberes.
Termasuk murah, karena value yg diberikan bs lebih:
-Kemasan cakep
-Isian sdh tersortir
-Packingan spt itu bs bantu tahan lebih lama tanpa pengawet d kulkas.

Indonesia
yellowpinkeu retweetledi
yellowpinkeu retweetledi

tau ga yang bikin nangis seember tuh apa? pas day one tuh keluarga juun mau family trip tapi mereka bersedia ngajak carmen karena tau dia bakal sendiri aja selama 4 hari.. sepanjang vlog day one juga keliatan banget carmen nya seseneng itu, mau makasih banyak ke keluarga juun 🥺
Hearts2Hearts@Hearts2Hearts
[vlog] 주은이 가족 여행 브이로그 (With.르멘카)ㅣ춘천 닭갈비 먹방・하늘이 재롱잔치・응원봉 언박싱・엄마랑 쇼핑데이・강릉 동해 바다・실내 스파ㅣ어느 주은 날 youtu.be/sw9LHzw8WRM #Hearts2Hearts #하츠투하츠 #H2H #JUUN #주은 #VLOG #어느_주은_날
Indonesia
yellowpinkeu retweetledi
yellowpinkeu retweetledi
yellowpinkeu retweetledi

istri ngidam pukis,
syaratnya:
- saya harus beli sendiri gak boleh gofood
- harus di abang2 jualan langganan dia belinya
kalau dulu awal nikah gini aja pasti ribut karna saya maunya gofood aja, apa bedanya?? kalau enggak ada di gofood pun tinggal go shop beres
tapi setelah nikah 7 tahun saya paham love language dia itu act of service, dia happy kalau saya keliatan usaha beli sendiri.
ternyata resep utama langgeng itu bukan siapa yg paling bener, tapi siapa yg menganggap hal2 kecil untuk pasangannya itu penting.
now playing : harta yg paling berharga adalah keluarga~~~

Indonesia
yellowpinkeu retweetledi

Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Anggra@adrwp
@khanifirsyad Bang, tanda-tanda "kalo jodoh, jalannya bakal keliatan" itu gimana?
Indonesia



















