Andre Redhi

4.6K posts

Andre Redhi banner
Andre Redhi

Andre Redhi

@penyeyeng

I miss the place we never went.

Denpasar Selatan, Indonesia Katılım Şubat 2012
595 Takip Edilen185 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
Niat baik ✅ Kompetensi ❌ Syarat minimal jadi presiden
Indonesia
1
0
1
537
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@primastefan Yaelah, itu mah namanya dominasi, bukan toleransi. Pgn ngomong gitu aja kok pake fafifu tai asu. Bencong aja kalah ribet ini
Indonesia
0
0
0
7
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@myshawti Kayanya maksud dia gini deh: Kl ama mantan, km sayang2 (obati = disembuhkan/disayang2), tp kl ama aku, malah km sakiti (hancurkan). Tp jujur aja, lebih mudah belajar memahami Alkitab ketimbang tulisan abang itu 😭
Indonesia
2
0
4
465
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Nah kan 😭😭😭
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
410
1.6K
24.3K
416.9K
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@iPoopBased @KemenkeuRI Buset! Hal kaya gini aja perlu diverifikasi. Nama akunnya noh, (((poop))). Seterbelakang itukah kita? 😭
Indonesia
1
0
25
1.6K
Indonesian Poop Base
Indonesian Poop Base@iPoopBased·
Sudah ada tanggapan dari atmint pusat loh ya @KemenkeuRI 🫶 jadi ingat ini akun parodi ya ges ya 🙏
Indonesian Poop Base tweet mediaIndonesian Poop Base tweet media
Indonesia
67
27
394
75.9K
Andre Redhi retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Terdengar empatik, tapi bodoh. Gini lho bu menteri, kecelakaan kereta itu nggak selalu tabrakan depan-belakang. Jika terjadi anjlokan akibat masalah wesel atau patah rel, gerbong tengah yg justru bisa mengalami efek teleskopik yg juga sangat mematikan. Lagian gini lho, ini soal crowd management. Gerbong khusus perempuan itu di ujung tujuannya membantu memisahkan arus penumpang laki2 dan perempuan sejak di peron stasiun. Jika gerbong khusus perempuan diletakkan di tengah, bakal sangat kacau saat jam2 sibuk. Kalau solusinya cuma pindah gerbong, menjauhkan satu kelompok dari zona bahaya berarti secara menteri ini sangat sadar utk menempatkan kelompok lain (laki-laki dan penumpang umum) di zona maut. Benar2 komentar nggak etis dalam konteks keselamatan publik. Bukannya ngepush utk meningkatkan standar keamanan, malah pindah gerbong. Heran, anggota kabinetnya prabowo ini kok banyak banget yg nggak mutu dan absun kek gini.
5tePh3N@P3gEl

Sepertinya dia tidak pernah naik KRL, ini namanya memindahkan masalah bukan memecahkan masalah 🙄

Indonesia
674
7.1K
13.3K
496.7K
Stefan A.
Stefan A.@primastefan·
@penyeyeng Mau mecat dan minta kinerja harusnya malu, krn engga pernah kasih kompensasi yg layak.
Indonesia
1
0
0
12
Stefan A.
Stefan A.@primastefan·
Stella ini gambaran manusia yg hidup di menara gading. Kalau mau dapat pengakuan bhw Dikti peduli nasib dosen, naikkan angka serdos dari level AA dan kasih hukuman buat yayasan yg menggaji dosen di bawah UMR.
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha

Karena ramai sekali di linimasa... Saya coba menonton jawaban Prof. Stella Christie, khususnya soal Market Value di kalangan teman-teman @direktoridosen Q: Seandainya Prof Stella dikasih wewenang untuk membuat kebijakan yang seluas-luasnya. Apa yang pertama kali diubah atau dibikin, diperbarui based on your background? Kalau tidak ada obstacle soal anggaran, enggak ada birokrasi lah. Seorang peneliti itu ada kegeraman individu karena kita sudah tahu knowledge-nya, tapi praktiknya tidak begitu A: Wah ini bisa panjang. Tapi saya kasih yang pendek ya, yang paling penting. Talent Development. Dan saya akan bahkan khusus untuk universitas kita. Kita belum sepenuhnya menghargai secara tepat betapa pentingnya talent kita di Universitas. Artinya pada saat ini, ada suatu problem yang jarang diketahui oleh publik, yaitu begitu sulitnya seorang dosen pindah dari suatu PTN ke PTN lainnya. Dan ini tidak terjadi di negara yang saya sudah lama, seperti di Amerika Serikat maupun di Tiongkok dan saya sangat tahu tentang iklim Eropa. Kalau di tempat-tempat lain, masing-masing individu dosen itu mempunyai kekuatan karena dialah yang menghasilkan hasil riset, dialah yang sungguh-sungguh dicari oleh universitas. Jadi kalau seorang yang sangat mampu, yang sangat berhasil meritokrasi ini, nanti akan dicari oleh Universitas lain, ditawarkan gaji yang lebih tinggi. Di sini susah, karena kita pakai sistem PNS yang semuanya sama rata gitu. Kita harus memberikan market value kepada talent kita terutama di akademia. Tentu saja banyak yang kita bisa ubah. Tapi kalau di swasta, ini sudah market value. Di akademia, di Indonesia, kita belum. Dan ini luar biasa, menjadi impediment kita untuk menghasilkan industri dan perekonomian berbasis sains dan teknologi. Karena kalau kita tidak mempunyai market value terhadap talent kita, terhadap dosen-dosen kita... mereka tidak akan berlomba-lomba menghasilkan pemikiran dan inovasi yang paling baik. Saya gampang saja. Kalau kita tanya, apakah kita punya startup industry yang berbasis teknologi di Indonesia. Tidak ada. Korea punya Samsung. China punya ya sudah tidak disebut lagi, punya banyak banget, Huawei. Tentu saja industri paling maju pada saat ini, paling masif dan banyak uang adalah industri AI, berbasis teknologi. Semua itu berbasis riset. Kita tidak punya itu, atau masih sangat sedikit. Karena kita tidak punya riset yang kompetitif. Kenapa kita risetnya tidak kompetitif, bukan karena dosen-dosen kita tidak mampu, mereka sangat mampu. Tetapi mereka tidak punya insentif untuk menghasilkan yang paling kompetitif karena mereka bahkan untuk bisa dipindah dari satu universitas ke universitas lain itu pun sulit. Jadi ekosistem... beberapa sudah saya mulai, insentif untuk melakukan riset yang terbaik. Insentif finansial kepada orangnya. Kemampuan ini sebagai di-market value. Jadi apa yang mereka kerjakan itu harusnya di-value oleh market dengan sekian. Kita harus bisa berani menginvestasikan, mendatangkan, atau memberikan gaji dan remunerasi yang setara dengan yang dihasilkan. Secara gampang adalah kita belum menghasilkan sesuatu yang kompetisi berdasarkan kualitas di universitas kita. Q: Jadi poinnya adalah memberikan apresiasi by market. Jadi setiap individu itu didorong untuk bisa menghasilkan riset berkualitas dengan insentif yang lebih baik gitu. Jadi itu misinya Prof Stella sekarang. A: Ya itu misi saya. Udah satu yang sudah saya kerjakan. Saya berhasil mengubah, tentu saja dibantu oleh seluruh teman-teman di Kementerian, berhasil mengubah regulasi. Tadinya kita tidak diperbolehkan untuk memberikan insentif finansial bagi dosen-dosen yang memenangkan riset grant funding dari Kementerian. Sejak Januari tahun ini, itu sudah diubah dan teman-teman kita yang berhasil memenang riset grant, mereka mendapatkan insentif finansial langsung kepada dirinya. to the pocket Q: Jadi sekarang dosen, penghasilannya mungkin harusnya lebih baik. Dosen yang berprestasi A: Yes, dosen yang berprestasi. Ini mungkin saya mungkin bicara blak-blakan. Banyak keluhan, mungkin kemarin juga kita lihat ada di koran, berita di PTS Perguruan Tinggi Swasta bahwa gaji-gaji dosen ini miris ya. Yang akan saya bicarakan ini mungkin akan dapat banyak hujatan. Tapi begini, saya sangat mengerti kemirisan ini. Tetapi, terus terang teman-teman, kita tidak bisa menyelesaikan kemirisan gaji ini hanya dengan menetapkan misalnya batas... oke, harus setidaknya sekian. Karena, ini berarti kita lagi-lagi tidak memakai market value. Kita harus... perguruan tinggi kita harus berkompetisi. Dan gaji dan remunerasi itu harus berdasarkan kualitas dan kompetisi. Jadi, bukannya saya tidak prihatin. Sangat prihatin. Tetapi yang kita ingin lakukan adalah bagaimana membentuk ekosistem agar remunerasinya itu lebih tinggi dan setara dengan kualitas yang dihasilkan. Dan jangan sampai ada satu yang tidak pernah tersebut, tetapi saya ingin menyebutkannya. Di Indonesia ini, kita berpikir akademia, universitas, perguruan tinggi itu adalah suatu yang notabene-nya harus dikerjakan tanpa kompetisi. Jadi harus disediakan anggarannya, semuanya harus mendapatkan, terbagi-bagi. Dan tidak sama dengan persaingan industri, persaingan di swasta. Itu adalah suatu pemikiran yang menurut saya, sama sekali salah. Kemajuan sains dan teknologi di semua negara itu karena kompetisi. Dan inilah yang harus kita akui. Dan kalau kita mau menjadi bangsa maju, kita harus bersama-sama untuk 'ayo, kita mau berkompetisi'. Jangan takut kompetisi. Dan jangan berharap dan jangan memikirkan bahwa karena itu di Perguruan Tinggi, tidak perlu kompetisi.

Indonesia
1
0
1
193
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@intinyadeh Melihat org2 berbuat jahat ke anak kecil seperti ini, APALAGI KOLEKTIF, sungguh bikin saya ingin menjadikan ini sebagai urusan personal.
Indonesia
0
2
44
10.4K
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh dugaan kasus kekerasan & penelantaran anak di Daycare Little Aresha Jogja. > Anak2 diikat kaki & tangannya biar gak lari2an > Yg bayi dibedong kenceng > Gak pake baju, tidur di lantai > Satu ruangan 3x3 diisi 20 anak > Bekal yg dikasih ortu dimakan pengasuhnya
𝐒𝐚𝐢𝐧𝐭𝐋𝐮𝐱@irajenar

jahat banget Daycare Little Aresha! para guru di daycare mengikat kaki dan tangan anak anak, ditelanjangi sampai pulang, mulut dibekap. kasus ini baru terkuak semalam saat penggerebekan oleh polisi.

Indonesia
50
1.3K
4.6K
254.7K
Merapi Uncover
Merapi Uncover@merapi_uncover·
Saesuai atensi pimpinan saya yaitu Bapak Kapolda dan Kapolresta Yogyakarta melalui Kabid Humas Polda DIY, para pelaku yang terlibat dalam kegiatan yang tidak wajar di tempat penitipan anak tersebut akan diproses hukum secara maksimal. Terima kasih kepada masyarakat yang telah menginformasikan kepada kami sehingga petugas kami dari @satreskrim.restasleman @polresjogjadapat segera melaksanakan penggrebekan di lokasi tersebut. Jangan ragu dan jangan takut jika mengetahui peristiwa tindak kejahatan agar dapat menghubungi 110 atau datang langsung ke kantor kepolisian terdekat. (Jogja_guardian)
Indonesia
100
347
1.1K
129.2K
Andre Redhi retweetledi
WholesomeMemes
WholesomeMemes@WholesomeMeme·
WholesomeMemes tweet media
ZXX
19
697
8.5K
93.7K
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@liogtttscrp Gerombolan preman, bandit & penyamun. Apa ga ada sedikitpun dalam benak mereka utk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa? Yg ada malah bikin anak2 trauma! 🤬🤬🤬
Indonesia
0
0
1
1.4K
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
PARA IBLIS DAY CARE LITTLE ARESHA DI JOGJA. BIADAB LO SEMUA!!! buka jasa berbayar buat ngehandle anak orang tapi malah lo siksa. Sedih, hancur banget hati gw baca ulasan di google maps. Ada yang diikat, diseret, dipukul, ada yang speech delay dan tidak sedikit juga yang mengalami trauma. Engga kebayang penganiayaan itu terjadi sejak kapan, karena baru terendus sekarang. Stress lo semua, ANJINGG!!!
elzgatza tweet mediaelzgatza tweet media
risa-!@biduanssa

Ceritain apa aja tentang tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia dong. Pengalaman buruk, berkesan, dll gas aja.

Indonesia
400
11.4K
29.3K
1.8M
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@kresbung Mungkin resah krn lokasi warungnya agak terpencil di tepi sawah? Harusnya persis di depan gerbang 🙃
Indonesia
0
0
0
225
krestenisasi terselubung
krestenisasi terselubung@kresbung·
Kalau ada barang bagus tapi ga bisa memiliki itu emang kadang bikin gelisah sih, takut gergoda lalalalalalala~
krestenisasi terselubung tweet media
Indonesia
84
75
387
12.6K
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@idwiki Masih berkerabat dengan pria soloensis kah? Bertanya dengan nada tembok ratapan
Indonesia
0
0
16
2.7K
Wikipedia bahasa Indonesia
Manusia Solo kemungkinan menghuni lingkungan hutan. Selain itu, mereka mungkin merupakan keturunan dari, atau setidaknya berkerabat dekat dengan, Manusia Jawa.
Wikipedia bahasa Indonesia tweet media
Indonesia
156
865
3.8K
121.6K
Andre Redhi
Andre Redhi@penyeyeng·
@AJEnglish Elu, bakal dijadiin bemper ama zionis! Liat aja Wkwkwk
Indonesia
0
0
0
12
Al Jazeera English
Al Jazeera English@AJEnglish·
The first group of Indian migrants claiming to belong to a lost biblical tribe have arrived in Tel Aviv, as part of an Israeli government relocation programme.
English
1.2K
1.2K
3.9K
1.8M