Sabitlenmiş Tweet
Odilia🌻
17.2K posts

Odilia🌻 retweetledi
Odilia🌻 retweetledi

Cowok-cowok yg tingginya cuman 160-an kayak gua, saran sih jgn pake kemeja reguler size apalgi cuttingan oversized. Badan lu jadi tenggelam malah keliatan makin pendek.
Cobain rekomendasi dari gua, Osakaa wear Boxy Shirt + Trondheim Loose Jeans + Adidas Samba. Cuttingan kemejanya pas dipinggang, looknya simpel tapi rapi, cocok buat ke kantor, kuliah, atau bahkan ngedate.




Indonesia
Odilia🌻 retweetledi

Paus termasuk golongan mamalia.
Baru kali ini nonton video Induk Paus menyusui anaknya.🐋🍼 x.com/TansuYegen/sta…
Indonesia
Odilia🌻 retweetledi
Odilia🌻 retweetledi

In response to a personal attack by President Donald Trump the night before, Pope Leo told journalists on the papal plane to Algeria:
“I have no fear of the Trump administration or speaking out loudly of the message of the Gospel, which is what I believe I am here to do, what the Church is here to do. We are not politicians. We don’t deal with foreign policy with the same perspective he might understand it, but I do believe in the message of the Gospel, as a peacemaker.”
(Video: @OSVNews)
English
Odilia🌻 retweetledi
Odilia🌻 retweetledi

Iman Katolik itu berat. Tapi bukan di bagian yang kebanyakan orang pikir.
Bagian paling beratnya adalah — kita diminta mengasihi orang yang sudah menyakiti kita. Yang berulang kali dan yang bahkan tidak merasa perlu minta maaf. Bukan ajaran yang lahir di tempat yang nyaman, tuntutan ini datang di momen paling ekstrem, seperti:
1. Yesus bicara soal mengasihi musuh di tengah rakyat yang dijajah dan diperas Roma setiap hari. "Kasihilah musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:44).
2. Petrus menyangkal Yesus tiga kali di malam yang paling krusial. Dan setelah kebangkitan, Yesus tidak membuka luka itu — Ia justru bertanya tiga kali: "Simon, apakah engkau mengasihi Aku?" (Yohanes 21:17). Bukan konfrontasi. Tapi pemulihan.
3. Stefanus, orang pertama yang mati karena imannya, dilempari batu sampai mati. Kata-kata terakhirnya bukan kutukan. "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." (Kisah Para Rasul 7:60). Ia mendoakan orang yang membunuhnya.
Konteksnya beda-beda. Tapi tuntutannya sama persis: kita diminta mengampuni bukan setelah lukanya sembuh. Tapi di tengah-tengahnya. Banyak orang ninggalin iman bukan karena gak percaya Tuhan. Tapi justru karena percaya — dan gak sanggup dengan konsekuensinya. Dan itu sangat manusiawi.
Menyimpan kebencian itu diam-diam menghancurkan kita lebih dalam dari orang yang kita benci. Iman yang gak menuntut apa-apa bukan iman. Itu cuma kenyamanan yang dikasih label rohani. Yang diminta bukan mudah — tetap berbuat baik, tetap berbelas kasih, tetap percaya meski lukanya belum sembuh. Tapi mungkin justru di sana letak iman yang sesungguhnya. Setiap hari — kita memilih lagi. Dan itu cukup.
Protestan Garis Lucu@Protestan_GL
Unpopular opinion about Christianity (?) I'll go first: "Kitab Kisah Para Rasul, bagian dari Injil." -- FS
Indonesia
Odilia🌻 retweetledi
Odilia🌻 retweetledi

Bapakku cuma pedagang alat pancing di pasar. Tangannya kasar karena tiap hari gulung senar pancing, bajunya sampe tipis karena sering keringatan di pasar. Tapi dari tangan itulah, kami tiga saudara tumbuh.
Tiga anak dari pedagang pasar bisa sampai kuliah tinggi S1, bahkan S2 di kampus PTN yang bagus. Kami dapat beasiswa prestasi. Kata bapak pantang dapat beasiswa kurang mampu, karena bapak masih sanggup pun kuliahin S1 kalau ga dapat beasiswa.
Banyak orang bilang, “Wah enak ya bapakmu, ga perlu keluar biaya buat kuliah anak-anaknya.”
Setiap dengar itu, aku cuma senyum aja hihi. Seneng dikid.
Karena menurutku, bukan bapakku yang beruntung punya anak yang kuliah dengan beasiswa.
Justru kami yang beruntung.
Kami yang dapat privilege paling besar krn dari kecil ngelihat langsung gmn bapak kerja keras. Rezeki dan ilmu itu dijemput bukan ditunggu, berusaha sejak pagi buta saat orang lain masih tertidur.
Bahwa lelah itu biasa.
Bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib.
Sesulit apa pun keadaan keluarga kami, orang tua kami ga pernah menawar pendidikan. Dan pendidikanlah yang jadi titik balik keluarga kami.
Menurutku bukan karena kami lebih pintar dari orang lain, tapi karena kami tumbuh dengan kerja keras, ketekunan, dan KEYAKINAN bahwa mimpi itu layak dan HARUS diperjuangkan.
Bahwa GADA sesuatu yang ga mungkin, dan GADA kesuksesan yang MUDAH.
Hari ini, kalau ada yang bertanya siapa yang paling berjasa, jawabanku tetap sama:
Bukan kami yang hebat karena berhasil sekolah tinggi.
Tapi bapaklah yang hebat.
Mampirlah yang di Bekasi ke toko bapakku biar rame dia seneng😍😋
Tapi adikku belum lulus kuliah, masih semester 8 di unchdeeep. Doain semoga lancar yah🤍

Indonesia
Odilia🌻 retweetledi

Bude Wellness mengatakan bahwa TBC dapat dicegah dan diobati alami dengan tanaman herbal
Sebelum memulai pembahasannya, gue mau berkata bahwa INI MENYESATKAN!
Izin gue bahas fakta ilmiahnya ya.
TB/TBC adalah penyakit infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis. Infeksi ini biasanya terjadi di Paru, namun bisa di organ lain seperti usus, tulang, bahkan otak. Bila tidak ditangani dengan baik, maka TB paru dapat menyebabkan masalah kesehatan berat, hingga kematian.
Pencegahan TBC yang saat ini terbukti efektif antara lain:
- Menggunakan masker
- Ventilasi rumah yang baik
- Vaksinasi BCG
- Terap pencegahan TB bagi yang berisiko tinggi tertular
Hingga saat ini BELUM ADA herbal yang terbukti bisa mencegah TB.
Terapi TB sendiri sudah ada regimen pengobatannya dengan kombinasi 4 obat dilanjutkan oleh 2 obat, durasinya 6 bulan atau lebih tergantung lokasi organ yang terkena TB. Bahkan sudah ada panduan terbaru WHO yang menyatakan bisa lebih cepat jadi 4 bulan.
Terapi tersebut efektif, dimana mayoritas yang tuntas berobat akan sembuh.
Hingga saat ini, BELUM ada herbal yang terbukti dapat mengobati TB. Herbal dapat digunakan sifatnya sebagai terapi pendamping, BUKAN terapi utama.
Postingan Bude Wellness ini berpotensi berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena:
1. Berpotensi membuat orang meninda pemeriksaan
2. Berpotensi membuat orang menunda mulai obat TB karena mau mencoba herbal
3. Orang dengan TB tetap menularkan TB ke keluarga dan orang serumah karena pengobatan tidak adekuat
4. Peningkatan risiko orang menghentikan obat lebih cepat karena merasa “sudah minum herbal”
Semoga bermanfaat 🙏

Indonesia
Odilia🌻 retweetledi

#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be protected in their vital work & able to raise without fear issues of public concern. - @volker_turk
English

90% Handuk mengandung bakteri yang ada di feses, bahkan setelah 3 hari jumlahnya 450x lebih banyak dari dudukan toilet.
Dalam perspektif Mikrobiologi Klinik, Handuk yang hanya digantung setelah digunakan, terutama di ruangan lembap dengan sirkulasi udara buruk, sering kali tidak benar-benar kering di bagian dalam dan lipatannya, sehingga menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Saat handuk yang masih lembap ini digunakan untuk mengeringkan kulit, mikroorganisme tersebut dapat berpindah dan menyebabkan berbagai infeksi, seperti jerawat, folikulitis, infeksi jamur pada kulit, atau iritasi pada area kulit sensitif dan luka kecil. Oleh karena itu, selain memastikan handuk benar-benar kering dengan penjemuran di tempat terbuka dan terkena sinar matahari, handuk sebaiknya diganti dan dicuci setiap sekitar 2-3 hari (3x penggunaan) untuk mencegah akumulasi mikroba dan mengurangi risiko infeksi.
dr. Ayman Alatas SpMK


Indonesia
Odilia🌻 retweetledi
Odilia🌻 retweetledi

















