Tim Pencari Berkat
2.6K posts

Tim Pencari Berkat
@pep868
Humanity will meet friendship
central java Katılım Ocak 2022
3K Takip Edilen223 Takipçiler
Tim Pencari Berkat retweetledi
Tim Pencari Berkat retweetledi

This might be hard to believe, but In Japan,
a rural train line was going bankrupt.
They appointed a stray cat as the official station master.
Her name was Tama. She wore a tiny conductor's hat.
She greeted passengers from a converted ticket booth.
She attracted 55,000 extra passengers in her first year.
Over her career, she brought in 1.1 billion yen to the local economy. That's about $10 million.
Generated by a cat. In a hat.
When she died, 3,000 people attended her funeral.
She was enshrined as a Shinto deity.
Her successor was called Nitama.
That means "Tama the Second.

English
Tim Pencari Berkat retweetledi

Sejak 1973, Rudolf Smend jatuh cinta pada budaya Indonesia dan mendedikasikan hidupnya untuk merawat koleksi batik di Köln, Jerman. Hinggi kini, ia masih membuka museum batik miliknya untuk umum secara gratis, tanpa bantuan pemerintah.
#KoranJakarta #RudolfSmend #BatikIndonesia
Indonesia
Tim Pencari Berkat retweetledi
Tim Pencari Berkat retweetledi

@rizalakbarm_ Tapi percayalah 5- 10 tahun mendatang bangunan sd n akan tetap berdiri & digunakan untuk kegiatan belajar mengajar
Indonesia
Tim Pencari Berkat retweetledi
Tim Pencari Berkat retweetledi
Tim Pencari Berkat retweetledi

@DravenweX Pada tahun 2018 ada anak muda yang mengaku tdk tertarik terjun politik, ia lebih senang menjadi pebisnis dan menekuni dunia usaha, kuliner pada saat itu. Berkat ketekunan sang ayah akhirnya....
Indonesia
Tim Pencari Berkat retweetledi

Tahun 1984, seorang bocah kecil bernama Lorenzo Odone divonis ALD, penyakit genetik langka yang merusak otak.
Dokter bilang “Maksimal dua tahun lagi.”
Orang tuanya, Augusto dan Michaela, bukan dokter, bukan ilmuwan. Tapi mereka nggak terima vonis itu.
Siang malam mereka nongkrong di perpustakaan medis, belajar biokimia dan anatomi dari nol.
Banyak dokter yang nganggap mereka gila.
Hasilnya? Mereka meracik sendiri campuran minyak dari olive dan rapeseed yang kemudian dikenal sebagai Lorenzo’s Oil.
Formula itu berhasil menghentikan kerusakan saraf otak Lorenzo. Bocah yang divonis mati muda akhirnya hidup sampai 30 tahun.
Cerita ini bukan cuma soal “cinta orang tua”. Ini juga tentang betapa kadang “orang biasa” bisa lebih gigih daripada sistem medis yang sudah nyerah.
Kadang vonis dokter bukan akhir segalanya. Tapi ya, butuh nyali dan kerja keras level dewa buat nantangnya.
Lo pernah denger cerita Lorenzo’s Oil ini sebelumnya? Atau ada kisah inspiratif lain yang bikin lo mikir “manusia emang luar biasa”? Cerita di reply ya

Indonesia

@rizalakbarm_ Lafadz rajah;
Akan terbuka sembilan belas juta lapangan pekerjaan
Makan bergizi gratis
Hidup jokowi
Hai antek antek asing
Indonesia



























