darling! 💛🏸
35.7K posts

darling! 💛🏸
@pepayaku_
a fangirl-ing diary of 🏸The Minions (Marcus/Kevin) 🏸 🎼2NE1 𓆩♡𓆪 BIGBANG & Fam🎼
Katılım Mart 2019
159 Takip Edilen2.2K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
darling! 💛🏸 retweetledi

Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi.
jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini
apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah?
Yang paling terasa adalah dapur kita
kenapa begitu ??
Gandum seluruhnya impor.
Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti.
Mie instan.
Biskuit.
Kue.
Mi ayam gerobak di depan rumah lo.
Kedelai mayoritas impor.
Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik.
Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah.
Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor.
Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik.
Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar.
Gula mayoritas masih impor.
Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia.
Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000.
Untuk pekerja bergaji UMR.
UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta.
Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji.
Tidak ada notifikasi.
Tidak ada pengumuman.
Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit.
Simulasinya begini.
Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa.
Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan.
Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali.
Inflasi bisa terjadi kapan saja.
Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya.
Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan.
Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah.
Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang.
Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua.
Yang kedua pelaku UMKM kecil.
Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali.
Ambil contoh penjual gorengan.
Minyak goreng naik.
Tepung terigu naik.
Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara.
Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus.
Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun.
Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi.
Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil
Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit.
Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia.
UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah.
Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs.
Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik.
Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran.
Yang ketiga buruh pabrik.
Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus.
Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas.
Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK.
Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi.
Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja.
Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China.
Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan.
Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik.
Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit.
Yang keempat petani kecil.
Paradoks paling menyedihkan ada di sini.
Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar.
Seharusnya petani untung.
Tapi yang terjadi di lapangan berbeda.
Pupuk naik.
Biaya angkut naik.
Bensin untuk pompa air naik.
Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik.
Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen.
Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional.
Marginnya semakin tipis.
Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit.
Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar.
Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor.
Smartphone yang baru.
Laptop.
Komputer.
Peralatan rumah tangga.
Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah.
Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta.
Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta.
Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara.
Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya.
Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik.
Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak.
Subsidi yang sudah jebol 266 persen
dari target di Q1 2026 akan semakin jebol.
Defisit APBN semakin lebar.
Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi.
Lingkaran itu berputar ke bawah.
Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri.
Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off.
Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi.
Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik.
Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua.
Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat.
Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak.
Itu adalah harga beras yang lebih mahal.
Tahu tempe yang lebih mahal.
Ongkos produksi UMKM yang lebih berat.
PHK di pabrik yang lebih banyak.
Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama.
Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.

Indonesia
darling! 💛🏸 retweetledi
darling! 💛🏸 retweetledi

Tak terdengar di tv nasional tak ada perhatian pemerintah pusat. 3 kali banjir tiga nyawa telah melayang.
Pray for lebong 💔
teropongpublik.co.id/tiga-kali-banj…
Indonesia
darling! 💛🏸 retweetledi
darling! 💛🏸 retweetledi

KEADILAN TELAH MATI DI REPUBLIK INI
Dua tragedi dengan jumlah korban yang sama bahkan di Sumatera korban kehilangan nyawa lebih pedih, mereka terpanggang didalam bus dan menghembuskan nafas didalam bara api.
Saat tragedi tabrakan kereta di bekasi para pejabat negara seperti Suami dasco ahmad, Duda purwagandhi, dan raffi ahmad dll sigap mendatangi TKP secepat mungkin dan prabowo mengunjungi korban kecelakaan di siang hari
Tapi untuk kejadian Tragedy di Sumatera perlakuan pemerintah pusat sangat menjijikkan, menunjukkan pola Ketidakadilan dalam bernegara. Apa mungkin kami rakyat di Sumatera tidak dianggap penting di Republik ini, jika iya tolong buang dan campakan saja kami.
Kami rakyat Sumatera tidak meminta banyak, yang kami minta dan tuntut adalah keadilan perlakuan. Negara ini sudah timpang keadilan pembangunan dan sekarang juga negara dan media timpang atas pemberitaan. Jika terus terusan seperti ini kami muak


Indonesia

darling! 💛🏸 retweetledi
darling! 💛🏸 retweetledi

Guys, lu pada tau gak ada kasus keracunan MBG yang baru terkonfirmasi dan ini bukan keracunan biasa yang bisa diselesaikan dengan minta maaf lalu lanjut?
162 siswa dari PAUD sampai SMP di Air Asuk Kepulauan Anambas tumbang serentak pada 15 April 2026.
Bukan karena sakit perut biasa.
Bukan karena makanannya basi.
Tapi karena di dalam makanan yang dikirim negara ke mulut anak-anak itu ditemukan boraks dengan kadar 100 hingga 5.000 miligram per liter ditambah dua bakteri berbahaya sekaligus E. coli dan Bacillus cereus.
Tiga kontaminan.
Satu menu.
Ratusan anak.
yang paling gila ada boraks
sekali lagi boraks
Mari kita bicara soal boraks dulu karena ini yang paling serius dan paling tidak bisa dimaafkan.
Boraks adalah bahan kimia industri.
Dia dipakai untuk membuat deterjen keramik dan pupuk.
Di Indonesia penggunaannya dalam makanan dilarang keras berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan sejak puluhan tahun lalu.
Bukan dilarang karena sedikit berbahaya dilarang karena konsumsi berulang menyebabkan kerusakan ginjal kerusakan hati gangguan sistem saraf dan pada anak-anak yang tubuhnya masih berkembang efeknya jauh lebih destruktif dari pada orang dewasa.
Kadar yang ditemukan di makanan MBG Anambas adalah 100 sampai 5.000 miligram per liter.
Untuk konteks ambang batas yang mulai menunjukkan gejala toksisitas pada manusia dewasa adalah sekitar 5.000 miligram total.
Anak-anak PAUD yang beratnya mungkin 15 kilogram jauh lebih rentan dari angka itu.
Dan yang membuat ini lebih mengkhawatirkan boraks tidak muncul secara alami di telur kecap tempe goreng atau tumis sawi wortel buncis.
Ketua Tim Investigasi BGN Arie Karimah Muhammad sendiri menegaskan bahan-bahan seperti telur tempe dan sayuran tidak membutuhkan pengawet kimia apapun.
Tidak ada alasan teknis yang sah untuk boraks ada di sana.
Artinya hanya ada satu kesimpulan yang bisa ditarik. Seseorang di dalam dapur SPPG Air Asuk secara sadar dan sengaja memasukkan boraks ke dalam makanan yang akan dimakan anak-anak.
Kemungkinan besar untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal lebih menarik dan lebih tahan lama sambil menekan biaya produksi serendah mungkin.
Memotong biaya dari anggaran yang sudah dikucurkan negara dengan cara meracuni anak-anak yang seharusnya dilindungi.
Sekarang soal E. coli dan Bacillus cereus karena keduanya bercerita tentang kegagalan yang berbeda dan sama-sama sistemik.
E. coli ditemukan di sampel makanan yang diuji BPOM. E. coli adalah bakteri yang hidup di usus besar manusia dan hewan.
Kehadirannya dalam makanan mengindikasikan satu hal dan hanya satu hal ada kontaminasi feses di suatu titik dalam proses produksi.
Bisa dari tangan pekerja yang tidak mencuci tangan dengan benar.
Bisa dari peralatan masak yang dicuci dengan air yang terkontaminasi.
Bisa dari sumber air bersih yang digunakan untuk memasak yang ternyata tidak bersih sama sekali. Tapi apapun jalur masuknya E. coli di makanan anak sekolah adalah kegagalan higienitas yang fundamental dan tidak bisa dijelaskan dengan kecerobohan kecil.
Bacillus cereus adalah bakteri yang berbeda karakternya dan justru karena itu lebih berbahaya dalam konteks seperti ini.
Dia berkembang biak di makanan yang tidak disimpan pada suhu yang tepat khususnya makanan yang sudah matang lalu dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan sebelum sampai ke tangan penerima.
Yang membuatnya sangat berbahaya adalah toksin yang dihasilkannya tahan panas.
Artinya bahkan kalau makanan dipanaskan ulang sebelum disajikan toksin itu tetap ada dan tetap bekerja merusak sistem pencernaan.
Ini mengindikasikan ada masalah serius dalam rantai distribusi dari dapur ke sekolah makanan dikirim terlambat disimpan terlalu lama atau tidak dijaga suhunya selama perjalanan.
Tiga kontaminan dari tiga sumber yang berbeda dalam satu paket makanan yang sama.
Ini bukan tentang satu kecerobohan di satu titik. Ini adalah gambaran dari sebuah dapur yang gagal dari hampir semua dimensi secara bersamaan dari penggunaan bahan kimia ilegal dari higienitas dasar yang tidak terpenuhi dan dari sistem penyimpanan dan distribusi yang tidak memadai.
Dan ada satu detail yang menurut gua adalah bagian paling menyayat hati dari seluruh cerita ini.
41 orang tua dan anggota keluarga ikut keracunan. Bukan karena mereka makan di kantin sekolah.
Bukan karena mereka iseng mencicipi makanan anak.
Tapi karena anak-anak mereka membawa pulang sisa makanan dan orang tua yang tidak mau menyia-nyiakan rezeki yang sudah ada di tangan memakan sisa itu di rumah.
Orang tua yang hemat.
Orang tua yang bersyukur anaknya dapat program makan gratis dari negara.
Orang tua yang tidak punya kapasitas untuk tahu bahwa makanan yang dibawa pulang anaknya mengandung boraks dan dua jenis bakteri berbahaya.
Dan justru kebaikan hati mereka untuk tidak membuang-buang makanan itulah yang membuat mereka ikut masuk rumah sakit bersama anak-anak mereka.
Sekarang soal respons pemerintah.
Dan ini adalah bagian yang menurut gua harus membuat semua orang marah dengan alasan yang sangat konkret.
BGN men-suspend SPPG Air Asuk sementara. Meminta SPPG memperbarui Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi sebelum boleh beroperasi kembali. Menekankan perlunya peningkatan pengawasan.
Tidak ada pengumuman proses hukum pidana terhadap siapapun yang terbukti memasukkan boraks ke makanan anak-anak.
Ingat menggunakan boraks dalam makanan bukan hanya pelanggaran administratif.
Ini adalah tindak pidana yang bisa dijerat dengan UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.
Tapi sampai berita ini ditulis tidak ada satu pun nama yang disebut akan diproses secara pidana.
Tidak ada audit nasional terhadap ribuan SPPG lain yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Kalau satu SPPG bisa beroperasi dengan boraks dan dua bakteri berbahaya tanpa ketahuan selama berminggu-minggu sebelum ada korban massal berapa SPPG lain yang kondisinya sama tapi belum ada yang keracunan parah cukup untuk memicu investigasi?
Dan BPOM sendiri sudah mengakui bahwa mereka hanya sanggup mengecek lima dapur MBG secara nasional.
Lima dapur.
Alasannya adalah minim anggaran.
Program yang dianggarkan Rp335 triliun di tahun 2026.
Tapi lembaga yang bertugas mengawasi keamanan pangan di program itu tidak punya cukup anggaran untuk mengecek lebih dari lima dapur dari ribuan yang beroperasi.
Dan ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih besar lagi.
Kasus Anambas bukan kasus pertama dan bukan kasus yang paling banyak korbannya.
Secara nasional kasus keracunan MBG sudah lebih dari 6.000 kasus dari berbagai daerah sejak program ini berjalan.
Dari Sumatera sampai Jawa sampai Sulawesi.
Di sekolah-sekolah yang mestinya jadi tempat anak-anak tumbuh dengan aman.
6.000 kasus keracunan.
Dan baru di Anambas ada hasil lab yang mengkonfirmasi boraks digunakan secara sengaja.
Pertanyaannya adalah dari 6.000 kasus sebelumnya berapa yang juga melibatkan boraks tapi tidak pernah diuji labnya karena tidak ada anggaran?
Berapa yang cukup ringan sehingga orang tuanya hanya berpikir anaknya masuk angin lalu tidak pernah dilaporkan?
Berapa yang tidak pernah masuk data karena tidak ada media yang meliput?
program senilai Rp335 triliun dengan niat mulia memberantas stunting dan memastikan anak Indonesia tumbuh sehat harus bisa menjamin satu hal paling dasar yang bahkan tidak perlu standar tinggi untuk dipenuhi.
Makanan yang dikirim ke mulut anak-anak tidak boleh mengandung racun.
Bukan standar internasional.
Bukan sertifikasi ISO.
Hanya satu syarat jangan ada boraks di dalam telur kecap dan tempe goreng yang dimakan anak PAUD.
Dan syarat sepedas itu ternyata tidak terpenuhi.
Di program yang diklaim akan mengubah generasi Indonesia.
Di negara yang Menkeu-nya baru saja bilang kita sedang survival mode tidak boleh bikin stupid mistake lagi.
Suspend tiga hari dan perbarui sertifikasi bukan jawaban yang proporsional untuk 162 anak yang keracunan boraks.
Yang proporsional adalah proses pidana yang nyata transparansi penuh tentang kondisi semua SPPG di seluruh Indonesia dan pertanggungjawaban yang konkret dari siapapun yang membuat keputusan untuk meloloskan SPPG beroperasi tanpa pengawasan yang memadai sejak awal.

Indonesia
darling! 💛🏸 retweetledi

Stop wak✋️
Kalian harus lihat ini💔
Empunya hutan Kalimantan, primata kharismatik , kini berada di titik-titik kritis Habitat yang terfragmentasi oleh tambang, sawit, dan proyek besar memaksa bekantan keluar dari hutan, masuk ke jalan raya hingga permukiman.
Fenomena ini adalah alarm ekologi: kekayaan sejati Kalimantan bukanlah batu bara atau beton, melainkan hutan yang lestari.
Indonesia
darling! 💛🏸 retweetledi

Wkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwk aura stress nya menembus layar pak. Pasti gabisa bab dari kemarin yaa xixixixi
Faizal@zalkad
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, memberikan klarifikasi terkait potongan video viral Buruh menjawab “Tidak!” saat Presiden Prabowo bertanya “MBG Bermanfaat atau tidak?” pada peringatan May Day 2026 di Monas. Sumber Suara.com
Indonesia
darling! 💛🏸 retweetledi

darling! 💛🏸 retweetledi

VIRAL🔥
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, mengirimkan DM meminta izin kepada pendaki sekaligus konten kreator (Canro Simarmata) untuk menggunakan cuplikan video drone jalur Torean,
Kemudian dibalas dengan sangat soft spoken dan mengirimkan rate card 10 juta untuk penggunaan videonya.
Cetaaaasss ✨



Indonesia
darling! 💛🏸 retweetledi
darling! 💛🏸 retweetledi
darling! 💛🏸 retweetledi

Setelah gajah Sumatera ditemukan mati 2 ekor kini ditemukan lagi se-ekor harimau Sumatera di temukan mati di bentang alam seblat bengkulu.
Kamis 30 april 2026 Bengkulu.
Buk @susipudjiastuti 🙏
Source: tempo.co/lingkungan/set…

Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera
Lagi dan lagi, mati di areal konsesi korporasi. 2 ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati dlm areal PT Bentara Arga Timber (BAT)
Indonesia











