din²⁵ ೀ free tag! retweetledi

Tahu enggak kenapa “Idul Fitri” itu tidak baku, dan “Idulfitri” itu baku?
Hal ini tak terlepas dari asal kata Idulfitri, yaitu bahasa arab.
Jadi gini, Idulfitri (عِيْدُ الْفِطْرِ) itu terdiri dari dua kata
- ‘Id (عِيْدُ) yang bermakna perayaan
- alFitri (الْفِطْرِ) yang bermakna berbuka
Secara khusus, Alif lam (ال) yang membentuk “al” sebelum “fitri” itu disebut sebagai ma’rifah dalam bahasa arab. Fungsinya mirip dengan kata "the" dalam bahasa Inggris, yaitu untuk mengubah kata benda umum (indefinite) menjadi spesifik (definite).
Dengan begitu, Idulfitri bisa dimaknai sebagai “perayaan berbuka yang itu”. Spesifik banget untuk menandakan berakhirnya puasa di bulan Ramadan, bukan hari untuk mokel misalnya.
Nah… kalau penyerapannya dipisah menjadi Idul Fitri, kata “Idul” itu tidak memiliki makna apapun (ada sih Idul di KBBI, tapi artinya bukan hari raya). Kalaupun mau dipisah sesuai kaidah bahasa arab, harusnya Idu-lfitri, tapi jadinya sulit dibaca.
Mungkin karena itulah, Idulfitri akhirnya digabung deh agar tidak mengurangi makna dari bahasa asalnya sekaligus memudahkan bacanya
CMIIW ya bang @fauzanalrasyid
Narabahasa@narabahasa
Meme ini Nara unggah tiap menjelang Idulfitri. 🤣 #idulfitri #narabahasa #bahasaindonesia
Indonesia























