@creepyroom otak mereka pada gak beres, usia udah dewasa kelakuan kayak anak remaja sekolah SMP-SMA. tolol. baik pelaku dan korban kekanak-kanakan bro.
Video: creepy.id/2026/04/dua-ab…
Kasus pembunuhan brutal mengguncang kawasan Jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, pada Jumat (10/4/2026) dini hari. Dua anak buah kapal (ABK), Egi Ramadan (30) asal Cirebon, Jawa Barat dan Hisam Adnan (29) asal Semarang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan sadis yang diduga dipicu dendam lama.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula dari perselisihan lama yang kembali memanas saat para pihak berada di bawah pengaruh minuman keras. Ketegangan semakin meningkat setelah terjadi panggilan video yang berisi ancaman, sebelum kedua korban akhirnya mendatangi lokasi pertemuan.
Setibanya di kawasan Pelabuhan Benoa sekitar pukul 03.30 WITA, korban diduga langsung diserang oleh sekelompok pelaku menggunakan tangan kosong dan benda tumpul seperti batu serta balok kayu. Akibat serangan tersebut, keduanya mengalami luka berat.
Tak berhenti di situ, para pelaku diduga kembali mendatangi korban yang sudah dalam kondisi kritis, lalu menyiram tubuh korban dengan bensin dan membakarnya di lokasi kejadian. Aksi keji ini sontak menggemparkan warga sekitar.
Polresta Denpasar bergerak cepat dan berhasil mengamankan lima terduga pelaku, masing-masing berinisial SA, DH, NU, DR, dan IS, hanya dalam hitungan jam setelah kejadian. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa balok kayu, batu, dan botol berisi sisa bahan bakar.
Kasus ini kini dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Para pelaku terancam hukuman berat atas tindak penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
@hope_emak aku heran jalan di indonesia, jalan langsung di aspal ini cepat rusak, jalan lintas antar provinsi ajalah ya itu gak di beton. kalo berlubang cuma di tembel. rusak indonesia ini. coba jalan di beton kokoh udah itu diaspal kan awet. tolol tolol konoha bahlul
Ya Allah Ibu 😭
Turut Berbelasungkawa 🤍
Tragis di Puskesmas Sungai Ambawang, Kubu Raya (8 April 2026). Seorang ibu yang mengantar anak berobat justru menyaksikan anaknya yang lain jadi korban kecelakaan akibat lubang jalan. Sempat ditangani dalam kondisi kritis, namun nyawanya tak tertolong. Duka mendalam, sekaligus pengingat pentingnya waspada di jalan.
@creepyroom bisa begitu karena beda agama
serius gak boong
penduduk india yang hindu
paling benci islam
makanya orang india sampai gila
hormat ama israel.
Video: creepy.id/2026/04/persel…
Insiden berdarah yang mengguncang wilayah Bihar, India, terjadi pada Kamis (9/4/2026) waktu setempat, di kawasan Forbesganj, Araria. Peristiwa yang bermula dari perselisihan sepele terkait parkir kendaraan berubah menjadi tragedi pembunuhan ganda yang menghebohkan warga setempat.
Korban pertama diketahui bernama Ali Hussain, seorang pengemudi mobil pikap asal Jogbani, Araria. Sementara pelaku yang kemudian tewas dalam aksi balasan massa adalah Ravi Chauhan, seorang pedagang kaki lima penjual sattu.
Menurut informasi kepolisian, pertikaian bermula saat terjadi adu mulut antara Ali Hussain dan Ravi Chauhan terkait masalah parkir di area pasar Forbesganj. Perselisihan yang awalnya tampak sepele itu dengan cepat memanas hingga berujung pada tindakan brutal.
Dalam kondisi emosi yang memuncak, Ravi Chauhan diduga menyerang Ali Hussain dengan senjata tajam hingga menyebabkan korban tewas dengan kondisi leher terpenggal. Tindakan kekerasan tersebut terjadi di hadapan banyak warga yang berada di lokasi. Setelah melakukan aksinya, pelaku meninggalkan tubuh korban di tempat kejadian.
Namun, insiden tidak berhenti sampai di situ. Kabar kematian Ali Hussain memicu kemarahan keluarga korban dan warga sekitar. Dalam suasana yang penuh emosi, sejumlah kerabat korban bersama massa setempat mencari keberadaan pelaku.
Ravi Chauhan yang disebut sempat bersembunyi di dekat rumahnya akhirnya ditemukan dan diseret menuju lokasi kejadian. Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, massa meluapkan amarah dengan menganiaya pelaku menggunakan tongkat dan batang besi hingga tewas, bahkan peristiwa itu disebut terjadi di hadapan aparat kepolisian yang berada di lokasi.
Pembunuhan ganda tersebut membuat suasana di Forbesganj berubah tegang. Kerumunan warga terus berdatangan ke tempat kejadian, sementara aparat keamanan berupaya mengendalikan situasi untuk mencegah bentrokan lebih lanjut.
Pihak kepolisian segera menerjunkan personel tambahan untuk melakukan patroli dan pengamanan di sekitar lokasi. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap secara rinci kronologi kejadian, termasuk dugaan kelalaian pengamanan saat aksi balasan massa berlangsung.
Situasi di wilayah Forbesganj dilaporkan masih berada dalam pengawasan ketat aparat, mengingat ketegangan warga pasca dua kematian tragis tersebut masih belum sepenuhnya mereda.
Nampak seorang wanita memberikan uang 20ribu kepada anak minta2 bersama ayahnya. Namun sang ayah menolak dan meminta dibelikan susu saja, saat ditanya susunya merk apa? Dijawab chilkid, yang harganya termasuk mahal dibanding merk lain.
Sering Kali Dilecehkan 2 Karyawan Hotel, Siswi Magang Ungkap Kejadian Yang Membuatnya Trauma‼️
Seorang siswi magang/PKL di Greenotel Cilegon diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dua karyawan hotel. Kasus ini mencuat setelah korban melapor ke Polres Cilegon dengan pendampingan Komnas Perempuan Banten. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan publik terkait perlindungan bagi pekerja magang di lingkungan kerja.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap terlapor, sementara manajemen Greenotel menyatakan bahwa pelaku bukan lagi karyawan aktif. Organisasi mahasiswa seperti GMNI Cilegon juga menyuarakan keprihatinan dan menuntut adanya tanggung jawab dari pihak hotel.
📌 Sumber: SuaraBanten.id (8 April 2026), RubrikBantenTerkini (8 April 2026), Selatsunda.com (8 April 2026).
Video: creepy.id/2026/04/anak-b…
Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, digegerkan oleh kasus pembunuhan tragis yang melibatkan hubungan keluarga inti. Seorang pemuda berinisial AF (23) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, SA (63), yang dipicu persoalan uang untuk bermain judi online.
Peristiwa ini terungkap setelah korban dilaporkan tidak terlihat selama sekitar sepekan, hingga akhirnya warga menemukan jasad korban terkubur di area kebun di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula saat pelaku mendatangi rumah korban dan meminta sejumlah uang untuk bermain judi daring jenis slot. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh korban. Penolakan itu diduga memicu emosi AF hingga nekat melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Lahat Muhammad Ridho Pradani mengatakan motif sementara pembunuhan ini diduga karena pelaku kesal tidak diberi uang untuk berjudi secara online.
“Motif sementara karena pelaku kesal tidak diberi uang untuk bermain judi daring,” ujar Ridho, dikutip dari Antara, Rabu (8/4/2026).
Menurut keterangan kepolisian, korban diduga dibunuh pada 28 Maret 2026 di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai. Setelah korban meninggal dunia, pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan membakar jenazah. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
Karena panik dan berusaha menutupi perbuatannya, pelaku kemudian memindahkan tubuh korban, memotongnya, lalu membungkusnya menggunakan plastik dan karung. Potongan tubuh korban selanjutnya dibawa ke sebuah kebun di Desa Karang Dalam untuk dikuburkan.
Dalam proses menghilangkan jejak, pelaku disebut sempat meminta bantuan orang lain untuk menggali lubang dengan alasan keperluan kebun. Lubang tersebut kemudian digunakan untuk menguburkan jasad korban.
Tidak berhenti sampai di situ, polisi juga mengungkap bahwa pelaku diduga mengambil emas milik korban seberat 6 gram. Perhiasan tersebut kemudian dijual, dan uang hasil penjualannya diduga digunakan kembali untuk bermain judi online.
Kasus ini mulai terkuak setelah pihak keluarga merasa curiga karena korban tidak kunjung terlihat selama beberapa hari. Kecurigaan semakin menguat ketika warga mencium bau tidak sedap dari area perkebunan di sekitar rumah korban.
Penemuan jasad korban dalam kondisi terkubur di kebun membuat warga setempat geger. Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti, polisi mengarah kepada AF yang ternyata merupakan anak kandung korban sendiri. Pelaku kemudian ditangkap di sebuah penginapan di wilayah Lahat pada Rabu (8/4/2026).
Saat ini, AF telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 458 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan dampak serius kecanduan judi online yang dapat memicu tindakan kriminal.
@Xbacottetangga nah kalo mau nangkap pelaku kejahatan jangan teriak-teriak ya wahai wanita, santai aja tapi pasti. lalu mintalah pertolongan kepada para pria. ini wanita jenius ngerti ahli strategi perang Sun Tzu dari china yang legendaris.
Pria tak dikenal tiba-tiba berperilaku aneh & tidak pantas di depan rumah warga.
Setelah diusir, dia masih keliling sambil megang burungnya. Akhirnya diamankan Polres Depok.
Warga trauma, terutama yang punya anak kecil.
Hati-hati ya di lingkungan masing-masing!
@neVerAl0nely___ orang riau budaya emang lembut-lembut gak suka kekerasan berlebihan, kalo di pulau makassar habis pelaku digebukin warga, diseret pake motor, dll. sampai meninggal
Biad4b!!! Seorang Ayah Di Rokan Hulu Tega Perk4os Dua Putri Kandungnya, Pelaku Babak blur Dihajar Massa
Sebuah peristiwa yang menggegerkan warga di SP 1, Desa Sungai Kuti, Kecamatan Kunto Darussalam (Kota Lama), Kabupaten Rokan Hulu, Riau, pada Rabu malam (08/04/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Seorang pria paruh baya yang akrab di sapa Wak Ireng, jadi bulan-bulanan massa hingga babak belur di desa tersebut, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.
Ia diduga kuat telah melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji kepada dua orang Putri kandungnya sendiri yang masih dibawah umur. Satu berusia 16 tahun dan yang satu masih usia 5 tahun.
Berdasarkan informasi yang beredar, pengakuan anaknya yang usai 16 tahun. udah lama dia mendapatkan perlakuan bej4d dari ayahnya, sekitar 1 tahunan belakangan ini, karna sudah tidak tahan, si anak kabur dari rumah dan pergi ke tempat abangnya, disitulah si anak bercerita semua soal kelakuan bapaknya.
Pengakuan anak itu, dia mendapatkan perlakuan itu dari ayahnya dalam seminggu bisa tiga kali paling banyak selama setahun belakangan ini.
Kondisi Korban Bikin Prihatin, Laka Lantas Terjadi di Depan Bengkel
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Bandung, tepatnya di Jl. Nanjung, Kecamatan Margaasih, pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Insiden yang terjadi di depan sebuah bengkel ini membuat kondisi korban menjadi sorotan karena terlihat cukup memprihatinkan.
Belum diketahui secara pasti kronologi kejadian, namun peristiwa ini mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berkendara, terutama di area ramai dan padat aktivitas. Pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada demi menghindari kejadian serupa.
@sosmedkeras dia nangis bukan karena pindah sekolah, dia menangis karena terlahir dari keluarga yang menyedihkan. padahal dia pengen keluarga yang teman-teman rasakan.
Sebuah video yg dibagikan pengguna tt @/xbusnisretail2 memperlihatkan momen haru saat seorang siswa dri SMK Islam YPI 2 Way Jepara hrs berpindah sekolah karena masalah keluarga.
Dalam unggahannya, @/xbusnisretail2 menuliskan pesan perpisahan yg menyentuh: “Selamat berkelana di sekolah barumu teman, ingat kita pernah tertawa bersama, semoga kita bertemu di titik terbaik suatu saat nanti.” Momen trsbt pun membuat bnyk warganet ikut tersentuh melihat perpisahan sederhana namun penuh makna itu. 🥺