dra

10.6K posts

dra banner
dra

dra

@phytphl__

Katılım Nisan 2020
712 Takip Edilen372 Takipçiler
dra retweetledi
goods stuff
goods stuff@dxrkchocolx·
Ada politisi Jepang bilang tegas di parlemen, “Jepang ini negara kremasi. Kalau Muslim mau dikubur, ya pulang aja ke negara asal, biaya sendiri.” Pernyataan diatas mungkin terdengar menyakitkan bagi saudara muslim di Jepang, tapi gw pengen kalian tau sisi sebenarnya. Kalo digali lebih dalam, ceritanya nggak sesimpel itu. Faktanya: Jepang itu negara kepulauan kecil banget. Tanah yang bisa dihuni cuma 37%, sisanya gunung, hutan, plus gempa bumi sering bikin mayat muncul lagi dari tanah. Makanya 99,9% orang Jepang dikremasi. Sekarang bandingin sama Muslim. Populasi Muslim di Jepang cuma 100-200 ribu di antara 124 juta penduduk. Tapi ada kelompok mereka ngotot minta kuburan utuh sesuai syariat (nggak boleh dikremasi). Hanya ada 10 kuburan Muslim di seluruh Jepang, dan itu pun sering ditolak warga karena takut kontaminasi air tanah. Jadi politisi Sanseito (partai populis kanan) naik daun gara-gara bilang “cukup deh, tanah kita terbatas”. Tapi ada kelompok Muslim yang minta pengecualian, dan itu langsung terasa kayak “kami mau parallel society” di negara yang super homogen. Dari sisi Muslim: ini memang berat. Agama melarang kremasi, jadi pilihan cuma kremasi (dosa) atau kirim pulang mayat (mahal + ribet). Mereka bilang ini soal hak minoritas. Dari sisi Jepang: tanah itu barang langka. Kalau mulai bagi-bagi lahan khusus, besok tanah habis buat kuburan. Ini soal negara kecil yang mau jaga identitasnya di tengah gelombang imigrasi. Orang Barat nggak bikin masalah karena mereka fleksibel. Muslim yang ngotot justru terlihat nggak mau adaptasi. Intinya? Tiap negara punya hak nentuin aturan sendiri. Tapi konsekuensinya: kalau budayanya bentrok banget sama tuan rumah, ya memang lebih enak di rumah sendiri. Jepang nggak mau jadi Eropa yang lagi pusing sama “no-go zones”. Mereka lagi bilang keras: “Welcome, tapi jangan ubah kami.” Gimana menurut kalian?
Taya Bass@travelingflying

Japanese politician says that Muslims shouldn’t be buried in Japan. ”Japan is a cremation country. Allocating land for Muslim burials is not appropriate. If they want burial, it should be done in their home countries at their own expense.”

Indonesia
227
435
3K
653.1K
dra retweetledi
sehat wal-afiat
sehat wal-afiat@ROW9BLOKM·
life after prabowo kepleset di kamar mandi
sehat wal-afiat tweet media
Indonesia
192
14K
53.3K
398.3K
dra retweetledi
dra retweetledi
vent🍉🇵🇸
vent🍉🇵🇸@ventushiryu·
@Alohakalading @sweetiesunnn laki2 jagain perempuan dari siapa? yak betol, dari LAKI LAKI 😂 kaum lo rapist kriminal kaga sadar apa? 95% kriminal pelakunya lakik, 99% pelaku pemerkosa itu lakik kaum paling berlogika katanya 🤮 logika apaan logika kontol? kontol terus diurusin kalo ga dikasih ngebunuh
Indonesia
15
386
3.2K
117.1K
dra retweetledi
BELL🚫
BELL🚫@mudahtertawa_·
anak kecil usia 4-5 tahun, diperkosa sama kakeknya sampai meninggal dunia. semoga pelaku membusuk di neraka. ya allah, nangis banget, surga tempatmu nak🙏🏻🙏🏻🥲 lokasi: balam 35 km, riau.
BELL🚫 tweet media
Indonesia
1.5K
10.6K
55.9K
2M
dra retweetledi
d 🍋
d 🍋@ber9itar·
Paham pelecehan klo waktu digrepe gay doang
Stevi00@Teppi_sawah00

@Mjuncht @Homo_sapiens21 bayangkan ada laki2 lagi diam berdiri di dalam kereta ramai, tiba2 digrepe sama gay, apa ga ngerugiin org lain?

Indonesia
1
239
664
12.6K
dra retweetledi
yia🌙
yia🌙@lvusmuch·
siapa setuju rezim bubar dan gfriend comeback
Indonesia
189
6.6K
17.1K
201.1K
dra retweetledi
Dai メ𝟶 (ia)
Dai メ𝟶 (ia)@_afterpartyguy·
kejatuhan negara dimulai dari direndahkannya pendidikan
Indonesia
50
24.7K
58.6K
565.9K
dra retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
420
20.8K
51.6K
1.4M
dra retweetledi
BlackSword
BlackSword@Blacksword011·
BlackSword tweet media
ZXX
43
3.8K
22.7K
129.3K
dra retweetledi
Penerbit Shira Media Group
Penerbit Shira Media Group@shiramediagroup·
Ayo baca buku penulis perempuan yang karyanya diterbitkan Shira Media.
Penerbit Shira Media Group tweet media
Indonesia
3
71
482
9K
dra retweetledi
Chris Wibisana
Chris Wibisana@ChrisWibisana·
@sinepilgadungan Sesudah menerbitkan "Panggil Aku Kartini Sadja", Pramoedya Ananta Toer mempersiapkan naskah "Wanita Sebelum Kartini". Dari judulnya, ini adalah tribute perjuangan perempuan pendahulu Kartini, mungkin juga dari luar Jawa. Naskah itu dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965.
Indonesia
4
263
1.6K
23.9K
dra retweetledi
lalapan kyai🇵🇸🇸🇩
lalapan kyai🇵🇸🇸🇩@dienth0ught·
for the love of God not liking suatu kaum ga seharusnya bikin kalian jd fasis.
Indonesia
7
49
873
19K
dra retweetledi
Jefry Wenda
Jefry Wenda@jefry_wnd·
Aarat TNI bantai Masyarakat sipil KECAMATAN KEBRU, KABUPATEN PUNCAK, PAPUA Tanggal Kejadian: Senin, 14 April 2026 05:00 pagi (dini hari) Operasi militer Indonesia ng dilaporkan menjatuhkan amunisi peledak di daerah yang diyakini sebagai pangkalan TPNPB.
Jefry Wenda tweet mediaJefry Wenda tweet mediaJefry Wenda tweet media
Indonesia
34
3.2K
5.8K
175.3K
dra retweetledi
vackra
vackra@dcmentcr·
ortu indonesia lebih milih anaknya punya rapist mentality dripada jadi gay 😂😂 "dua²nya ttp salah" tapi knp klo gay lgsg dikutuk tpi pelaku SA malah mau dibela mati²an 😂😂
Indonesia
14
7.3K
27.3K
365.3K
dra retweetledi
rx
rx@thxorns·
PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP 7 DOSEN ‼️‼️‼️ TELAH BEREDAR PERCAKAPAN ANTARA IRFAN KHALIS (lagi), RAFI MUHAMMAD, DIPATYA SAKA WISESA, MUNIF TAUFIK, DAN SIMON PATRICH BUNGARAN PANGARIBUAN BYSTANDER: MUHAMMAD KEVIN ARDIANSYAH (ketua angkatan) MUHAMMAD VALENZA RABBANI PUTRA HARISMAN
rx tweet media
rx@thxorns

OH INI @keoezra YANG NGANCEM ORANG BILANG GAADA IKUT NGELECEHIN TEMENNYA TAPI MALAH NGELECEHIN DOSEN SENDIRI? UP UP

Indonesia
761
15.2K
61.3K
4.7M