You never know what someone had to go through, to become this version of themselves.
The silence.
The pain.
The things they never spoke about.
So be gentle.
Not everyone is as okay as they seem.
Mengagumimu adalah caraku untuk tetap waras di antara semua hal yang berantakan. Kamu, dengan segala caramu, adalah puisi yang tidak perlu dituliskan untuk bisa dimengerti.
Ternyata benar, ada tipe jatuh cinta yang sangat tenang. Yang tidak menuntut apa-apa, yang tidak perlu diketahui siapa-siapa. Cukup dengan duduk diam dan melihatmu menjadi manusia yang utuh, hatiku sudah merasa penuh.
KANGEN SLIRAMU
Ing antarane sepine wengi,
Mung pasuryanmu sing tansah ngebaki ati.
Kaya angin sing nggawa crita
Kaya angen sing gawa endahe swara .
Krungu swaramu neng jero sanubari, jenengmu sing kasebut, tanpa mandheg, tanpa lali.
Lalu, masih perlukah kita memaksa seseorang untuk menjelaskan sesuatu yang sebenarnya sudah ia tutup dengan diam?
Tidak semua perpisahan diucapkan dengan kata “selesai”.
CLOSURE
Tanpa kita sadari, diamnya dia sudah menjadi penutup.
Tidak ada balasan, tidak ada kejelasan tapi justru di situlah jawabannya.
Kadang, kita sibuk menunggu kata “selesai”.
Padahal sikapnya sudah lebih dulu mengakhiri.
Obat dari rindu bukanlah pertemuan, melainkan doa ,sebab pertemuan hanya menenangkan sementara,lalu meninggalkan kesedihan saat harus berpisah lagi.Sedangkan doa, diam-diam memeluk dari jauh —𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣
Cinta yang paling tulus ada pada doa-doa tersembunyi di sepertiga malam bagi yang dicinta.
Doa dengan suara lirih merendah dengan hati yang penuh harap, melangit mengetuk pintu Allah.
Jika seseorang benar-benar mencintaimu, namamu ada di setiap doanya.
Kecilkan keluhan, karena Allah Maha Mendengar tanpa perlu kita meninggikan suara.
Kencangkan doa, karena di sanalah harapan tidak pernah sia-sia.
Jangan lelah bersujud, sebab yang kamu anggap rumit, bagi Allah itu sangat mudah.
Akhirnya aku memilih diam, menjadikan dada ini tempat paling ramai,dan air mata sebagai bahasa yang tak pernah sempat terdengar.
Pelan-pelan aku belajar, bahwa menjadi kuat ternyata sering kali hanya tentang menelan luka sendirian.
Kadang aku ingin bercerita,
tentang lelah yang tak sempat kujelaskan, tentang hati yang diam-diam retak.
Namun setiap kata yang hampir lahir, kembali kupeluk erat dalam sunyi takut dianggap berlebihan,
takut dianggap tak pandai bersyukur.
Aku berjalan sendiri di lorong waktu,
tanpa langkah yang menunggu di ujung.
Hanya bayangku yang setia mengikuti,
meski ia pun tak bisa memeluk.
Barangkali begini rasanya tumbuh,
kehilangan satu per satu,
lalu terbiasa dengan kekosongan,
hingga sepi pun terasa seperti rumah.
Sunyi itu tidak selalu tanpa suara,
kadang ia berisik di dalam kepala.
Tentang yang pergi tanpa pamit,
tentang yang tinggal tapi tak lagi hangat.
Sepi ini duduk di sampingku,
tak banyak bicara, tapi tak mau pergi.
Ia tahu kapan aku pura-pura kuat,
dan kapan diam-diam ingin runtuh
At the end of the day, nobody knows how hard you hustle for your goals, how lonely you feel at the times, how much sleep you lose or daily pressures your face . That's why you have to remember to do it for yourself, whatever that thing is.
Supaya dia berdaya dan dia punya pilihan untuk melangkah pergi jika dia tidak dihargai.
Supaya hidupnya tidak didikte oleh orang lain harus begini harus begitu.
Kenapa perempuan harus pintar, berpendidikan, dan punya penghasilan sendiri??
Supaya dia punya pilihan, mau hidup seperti apa, hidup yang bagaimana. Supaya dia tidak diremehkan oleh keluarganya, oleh pasangannya, oleh keluarga pasangannya atau siapapun.