Sabitlenmiş Tweet
🌼
1.4K posts

🌼 retweetledi

terakhir ke bbw 2019 huft kangen deh
g@kucinghilang_
Jastiper BBW di ICE BSD ngekeep buku2 bagus tp ga dibayar, cuma di-keep sampe ada yg beli. Harusnya yg gini ga boleh ga sih? 😔🥲
Indonesia
🌼 retweetledi
🌼 retweetledi
🌼 retweetledi

@piclouda bisaaa pake polythick onitsuga atau kap mau yg ply nya kecil pake polycherry yaah -a
Indonesia
🌼 retweetledi

Aku wkt itu mau beli ini yg kios dket alun-alun trus masih proofing sekitar 20menitan, jadinya ya tida jadi. Suatu hari masuk lewat pintu parkiran tbtb harum bgt roti bun (taunya dia buka lagi dket salman) trus dengan lempengnya w jalan lurus tuk beli, anjay akhirnya nyobain juga
Hava🍁@haveahava
Daripada Roti O menurut gw mending beli ini sekalian sih. Isian creamnya enakkk
Indonesia
🌼 retweetledi

Selamat datang di Sudut Rajut! 🫶🏻
Di foto terlampir adalah hal-hal yg bisa kalian lakukan dan nantikan di komunitas ini. Saran, masukan, dan support dari kalian will be appreciated!! Boleh reply reply untuk menyapa Minjut A dan Minjut S. Kita #OpenFollowback malam ini jam 8 ya 😘

Indonesia

@piclouda Kak, benang warna pink, yg atasnya sakura lotus, benang apa ya?
Indonesia
🌼 retweetledi

Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆
Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat?
Karena ada yang namanya “disinhibisi online”.
Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan.
Ditambah lagi efek peer pressure.
Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward:
• Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju”
• Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle
• Dopamin naik.
Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal.
Masalahnya?
Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi.
Empati ke perempuan turun.
Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek.
Ini bukan hal sepele.
Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke:
• Pelecehan verbal
• Pelecehan seksual
• Bahkan kekerasan seksual
Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”.
Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur.
Makanya penting banget buat sadar:
Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding.
Itu conditioning.
Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain…
Tapi ke cara otak memandang manusia..
Indonesia
🌼 retweetledi







