pica ₊˚⊹ ᰔ

11.8K posts

pica ₊˚⊹ ᰔ banner
pica ₊˚⊹ ᰔ

pica ₊˚⊹ ᰔ

@piiwca

pica yang ini dan yang itu // ESFJ // gryffin's ❾¾⌁☍

Katılım Aralık 2018
656 Takip Edilen549 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
pica ₊˚⊹ ᰔ
pica ₊˚⊹ ᰔ@piiwca·
buat temen rl, maafin aku ya kalo ada twit yang ternyata menyinggung. sesungguhnya aku gada maksud nyindir or apalah ke klean smua...
Indonesia
0
0
0
2.2K
cc survival mode
cc survival mode@inicicott·
hamil pentol panas bgt brengsek
cc survival mode tweet mediacc survival mode tweet mediacc survival mode tweet media
Indonesia
2
0
2
1.2K
pica ₊˚⊹ ᰔ retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Merayakan Kartini Secara Radikal Kita telah melampaui era memperingati hari Kartini dengan hanya melihat sosok tubuhnya dan memaknainya cukup sebatas busana kebaya, lomba memasak atau menyanyikan lagunya. Peringatan hari Kartini yang demikian menumpulkan pemikiran. Sebab Kartini tidak pantas hanya dinilai dari sosok tubuhnya semata melainkan ide-ide brilian yang lahir dari otaknya yang cemerlang tentang kesetaraan dan kebebasan perempuan, justru inilah yang harus kita rayakan. Jadi hendaknya kebaya Kartini disimbolkan sebagai pembebasan perempuan, bukan ornamen tubuh semata, namun untuk merangsang kegairahan pemikiran melawan dominasi. Segala bentuk dominasi seperti penjajahan, pembodohan, pengekangan agama, dan tradisi serta penindasan perempuan. Sebab Kartini perempuan Jawa yang hidup di abad ke-19 telah memikirkan semua itu dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang dimuat di buku “Habis Gelap, Terbitlah Terang” (HGTT). Kartini mengungkapkan kegeramannya pada tradisi yang mengekang anak perempuan termasuk dirinya yang “dipingit” dari umur 12 hingga 16 tahun.    "Teringat aku, betapa aku, oleh karena putus asa dan sedih hati yang tiada terhingga, lalu mengempaskan badanku berulang-ulang kepada pintu yang senantiasa tertutup itu, dan kepada dinding batu bengis itu." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:30). Perang melawan kebodohan dipahaminya sebagai cara untuk membawa bangsa Bumiputra maju dan keluar dari penjajahan. "Pemerintah tiada akan sanggup menyediakan nasi di piring bagi segala orang Jawa, akan dimakannya, tetapi Pemerintah dapat memberikan daya upaya, supaya orang Jawa itu dapat mencapai tempat makanan itu ada. Daya upaya itu ialah pengajaran. Memberi anak negeri pengajaran yang baik, sama halnya seolah-olah Pemerintah menyerahkan suluh ke dalam tangannya, supaya dapat ia sendiri mencari jalan yang benar, yang menuju ke tempat nasi itu. Bapak akan berusaha sekuat tenaganya akan mengajukan anak negeri, dan aku pun akan turut membantunya." (12 Januari 1900, HGTT, 2009:34). Sikapnya menentang poligami sangat jelas. Kadang Ia menganggap bahwa perkawinan itu menindas dan bukan membahagiakan. "Mengertikah engkau sekarang apakah sebabnya maka sangat besar benciku akan perkawinan? Kerja serendah-rendahnya maulah aku mengerjakannya dengan berbesar hati dan dengan sungguh-sungguh, asalkan aku tiada kawin, dan aku bebas." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:29). Pemikiran Kartini tentang agama termasuk permikiran yang moderat dan toleran. "...sebenarnya agamaku agama Islam, hanya karena nenek moyangku beragama Islam... Orang diajar di sini membaca Qur’an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti. Pikiranku, pekerjaan gilakah pekerjaan semacam itu. Sekalipun tiada jadi orang saleh, kan boleh juga orang jadi orang baik hati.." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). "Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu?" (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). Kartini memang tidak pernah terlibat dalam sebuah pergerakan apalagi mengorganisir sebuah protes di lapangan. Bentuk protes yang ia lakukan hanyalah lewat tulisan-tulisannya yang mencoba memahami apa yang terjadi di lingkungannya. Tulisan-tulisannya tidak dituangkan ke dalam bahasa Melayu atau Jawa melainkan ke dalam bahasa Belanda dan ditujukan kepada teman Belandanya di Belanda.  Apakah karena Kartini menyadari tulisan-tulisannya tidak akan ditanggapi bila ia menggugat masyarakatnya secara langsung?  Atau bahkan dapat membahayakan dirinya bila pemikirannya diketahui oleh masyarakatnya sendiri? Semangat Kartini pada zamannya adalah semangat yang juga dirasakan oleh sebagian perempuan pada zaman itu. Beberapa pemikir perempuan lainnya seperti Dewi Sartika juga memiliki pemikiran yang maju tentang hak-hak perempuan, dengan nyata membuat sekolah di tahun 1904 yang disebut dengan “Sekolah Istri”. Kartini memang bukan sekedar kebaya. Tapi makna kebaya Kartini hendaknya diinterpretasikan secara kritis. Pemikiran Kartini masih terus harus direnda agar “kebaya” itu menjadi sempurna. Merenda pemikiran Kartini di segala ruang dan sudut bangsa, menjadikan bangsa kritis yang menghargai kesetaraan. --- Satu lagi cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari @jurnalperempuan, yang ditulis oleh Gadis Arivia. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜 (Link artikel lengkap di utas berikutnya)

Indonesia
59
6.4K
17.7K
1.2M
eca!
eca!@nyusunskripsii·
beli apa lagi ya buat sidang
Indonesia
1
0
0
26
cc survival mode
cc survival mode@inicicott·
pgn seblak, mie ayam, gacoan, dimas mentai, wonton
Indonesia
3
0
2
398
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Baru nyadarr asliiii... difilm ghost in cell ada tahanan yang bernama : Prakasa Kitabuming Tempat Lahir : Solo No. Tahanan : 21061961 Tahana tipikor Apakah kebetulan???
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
251
1.2K
12.4K
762.1K
Jawafess
Jawafess@jawafess·
Nggeh su 🙏🏻
Jawafess tweet media
Indonesia
835
2.6K
25.7K
573.1K
pica ₊˚⊹ ᰔ
@tanyarlfes tiap ada yang beginian, aku slalu heran cara kerjanya gimana skskksks kek wowwww tidak terbayangkan olehku ada orang yang masukin barang ke gendang telinga
Indonesia
1
0
9
3.8K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 day 1 UTBK di undip. ketahuan metal detector pakai alat yang dipasang di gendang telinga.
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
219
278
7.5K
1.2M
cc survival mode
cc survival mode@inicicott·
ih pusing deh gw bca mandiri expired sibuk gbs ke cabang😹
cc survival mode tweet media
Indonesia
4
0
0
317
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Bukan artis, sih. Tapi ada tuh, suatu entitas, yang hampir saben Kamis didatengin Ibu Maria Catarina Sumarsih selama 19 tahun, tapi sombong beut gamau nemuin. Padahal belio cuma mau nanya perihal anaknya yang bernama Wawan, '28 tahun silam tuh dia ditembak negara karena apa?'
ciaa@xpeacessea

Indonesia
46
8.5K
30.4K
780.9K
pica ₊˚⊹ ᰔ retweetledi
FM
FM@helloautumn_m·
Ini yg dilakukan pas renov rumah 20th lalu. Nyokap request ke tukangnya pk foil. Beliau emang suka baca tabloid "Rumah", jd tau tips ini Org2 klo baru msk blg adem bgt ini rumah. Malah sampai skrg pun gak pk AC. Jgn lupa, ventilasi & tinggi ruangan yg cukup biar sirkulasi bagus
Georitmus 🇮🇩@zakiberkata

Kenapa ya rumah2 di Indonesia kurang populer penggunaan peredam panas matahari ? Padahal keuntungannya cukup signifikan terutama di iklim Indonesia. Jika kamu pakai AC bisa hemat listrik, krn AC ngga kerja terlalu berat. Kalopun ngga pake AC, suhu dalam rumah bisa lebih rendah, dan kipas angin ngga perlu muter 24 jam. Dinding ruangan yang menghadap matahari ngga panas kalo diraba, tidur malam hari jadi lebih nyaman.

Indonesia
38
3.4K
23.2K
862.7K
pica ₊˚⊹ ᰔ retweetledi
Arman
Arman@dipanggilarman·
di jateng ada beberapa kota yang menurut keyakinan saya cocok untuk buat slow living. 1. SALATIGA Suhu di salatiga ini sejuk, bebas dari polusi berat Salatiga sebagai kota toleran di indonesia kalo masalah macet sepertinya seringnya hanya di exit tol salatiga kalo ga ya jalan salatiga-semarang 2. Magelang dikelilingi 5 gunung (Merapi,merbabu,Sumbing,Sindoro dan menoreh) udah pasti mata dimanjakan sama pemandangan indah tiap hari pusat kota nggak ada kawasan industri, jadi polusinya gak terlalu berat mau ke borobudur? deket banget 😂 3. Purwokerto Kota pelajar di jateng, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan dan kafe kafe ada semua. lokasi di bawah kaki gunung slamet, udah pasti sejuk udaranya pokoknya purwokerto ini hidden gemnya jawa tengah
Arman tweet mediaArman tweet mediaArman tweet media
aca@brzchaa

kalo misalkan disuruh milih buat slow living, kamu pilih jogja, bandung, solo, atau malang guys?

Indonesia
173
305
2.1K
303K
pica ₊˚⊹ ᰔ
pernah ngerasain lagi 👉🏻👈🏻
bibiy@bunnybanbinbun

@iranovittt Iya sm kek gua. Pacaran di postnya di story wa doang. Sosmed dia yg lain bersih. Eh pas udh putus, punya pacar lagi dia pamerin di semua sosmed dia. Tau ga si ini bikin insecure bgt dan ngerasa ga pantes buat siapa-siapa

Indonesia
0
0
1
44
mutiara
mutiara@ayamgota·
Gue lagi dengerin podcast horror di kamar (youtube nadia omara), trus dari pintu ada bunyi *KLETAK gitu, pas gue noleh salib ini goyang-goyang dengan posisi udah begini (goyang karna baru copot kan). Masih gemeter & speechless alias WHAT TF DID JUST HAPPEN?????
mutiara tweet media
Indonesia
308
676
22K
783K