Sabitlenmiş Tweet
Nanasiyu🍍
4.1K posts


@yappingfess Cancelled cancelled dah. It's always me and my earphone against the world❤️🔥
English
Nanasiyu🍍 retweetledi

Apalagi yang lebih gelap dari ekonomi Indonesia?
Jawabannya adalah pendidikan Indonesia.
Secercah fajar pun belum kelihatan, masih gelap gulita.
Dari dulu emang gak bagus2 amat juga sih. Tapi sejak pandemi dengan belajar online, terus kena kurikulum merdeka, kok bukannya membaik malah tambah gelap.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Dan jangan lupa, guru dan dosen itu buruh loh.
(ini bener2 double blow buat Ki Hajar Dewantara. Sudah Internationale yang terjemahkan dibuat joget, keesokan harinya ide pendidikan beliau juga dikhianati)
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

@baseconvo Mirip sama ex-ku. Aku nge-stan NCT Wish. Cuma ga yang jor²an gitu. Sesekali aku post di SW, kurleb sama responnya kek doinya sender. Dia minta kita udahan aja kalo aku lebih milih kpop. Aku tanya salahnya di mana? Giliran dia nge-hype cewe² BA gamers aku ga komplen :)
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

5 Islamic Habits to Reduce Overthinking
1. Stop saying “what if”
“What if they leave?” “What if I fail?” “What if everything goes wrong?”
Shaytan thrives on hypothetical fear. He keeps your heart stuck in possibilities that may never happen.
Replace it with:
قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
QaddarAllahu wa ma sha’a fa‘al
“Allah has decreed, and whatever He wills, He does.”
The Prophet ﷺ said: “If” opens the door to Shaytan. (Muslim 2664)
2. Stop complaining
Complaining trains your heart to focus on what’s missing instead of what’s already there.
The more you speak نقص (lack), the more you see it everywhere. The more you speak gratitude, the more Allah increases you.
Say it now, from your heart:
الحمد لله
Allah says:
“If you are grateful, I will surely increase you.” (Qur’an 14:7)
3. Stop rehearsing disasters
Constantly imagining worst-case scenarios makes your heart fear creation more than the Creator. You don’t need to live a pain that hasn’t even arrived. Your job is effort. The outcome belongs to Allah.
“Do not grieve; indeed Allah is with us.” (Qur’an 9:40)
4. The 10-second waswas rule
When a thought comes, pause and ask:
Is this bringing me closer to Allah or pulling me away?
Not every thought deserves attention.
If it’s from Shaytan, seek protection:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Then recite:
• Ayat al-Kursi
• Surah Al-Ikhlas
• Surah Al-Falaq
• Surah An-Nas
This is your spiritual protection.
5. Stop comparing your life
Comparison steals peace faster than anything. Your life, your timing, your rizq… all written specifically for you.
When you see something you like, say:
اللهم بارك (Allahumma barik)
The Prophet ﷺ said:
“Look at those below you and not at those above you, so that you do not belittle the blessings of Allah upon you.”
English
Nanasiyu🍍 retweetledi

Setelah dipikir-pikir, nalar dan pola pikir para pemangku negara memang membikin kita beristigfar berkali-kali, ya. Misalnya,
1. Negara punya visi ingin memberantas stunting; diciptakanlah embege. Tetapi implementasi awal bukan pada bumil dan busui, melainkan pada anak-anak sekolah. Setelah berjalan beberapa bulan, mulailah untuk menjangkau bumil dan busui. Tapi sajiannya? Jangankan untuk mengatasi stunting, untuk bisa jadi sajian umum untuk bumil dan busui saja amat sangat tidak pantas. Semua masukan pakar dan ahli diberangus, saran dan kritiknya difitnah sebagai bentuk hinaan dan cacian.
2. Negara ingin (dianggap) hadir dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi alih-alih membuat alur koordinasi yang ciamik antar kementerian dengan daerah untuk memperbaiki sistem rekrutmen guru, menaikkan upah dan taraf hidup guru, memperbaiki bangunan dan sarpras sekolah yang sudah ada, membangun perpustakaan sederhana di setiap kecamatan, negara malah membangun sekolah rakyat. Mengabaikan sekolah negeri dan kurikulum yang sudah ada, menciptakan GAP di antara pekerja pendidikan dan guru.
3. Negara ingin menciptakan banyak lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran. Namun alih-alih menaruh perhatian lebih pada sekolah-sekolah vokasi, memperbaiki kinerja menristekdikti, membungihanguskan praktik nepotisme pada jabatan lembaga dalam negeri, memperbaiki sistem antar perguruan tinggi dan perusahaan yang pro dengan lulusan diploma, sarjana, hingga magister, memperbaiki upah dan taraf hidup dosen, negara malah keukeuh melestarikan praktik nepotisme, polisi dan TNI diberi pekerjaan yang bukan tupoksinya, menciptakan cara instan nan cacat lewat program SPPI, membangun banyak SPPG dan KOPDES, mengabaikan pembludakan lulusan perguruan tinggi dan rendahnya serapan perusahaan.
Yang dipikirin langgengnya kekuasaan terus? Tiap dikritik keras nanti jawabnya, "percaya dengan kepemimpinan saya." Terus habistu nyebar teror, para pejabatnya melakukan komunikasi publik yang jelek, aktivis-aktivis direpresi, dijadikan korban rencana pembunuhan. Pakar, ahli, dan 'orang pintar' dimusuhi lewat pidato-pidato. Mau percaya gimana kalo baru setahun setengah jalan aja udah banyak kejanggalan gini?
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

Guys, satu kalimat Trump ini sebenernya lebih revealing tentang karakternya daripada semua pidato panjangnya yang pernah ada.
Dia bilang dia suka nongkrong sama orang-orang yang kalah karena itu bikin dia ngerasa lebih baik. Dia benci orang yang sangat sukses karena harus dengerin cerita sukses mereka. Dia suka orang yang mau dengerin kesuksesannya sendiri.
Ini bukan rendah hati. Ini bukan humor. Ini adalah confession paling jujur yang pernah dia ucapkan tentang dirinya sendiri dan justru karena dia ngomong ini dengan bangga tanpa sadar betapa damning-nya pengakuan ini, itu yang bikin ini sangat mengkhawatirkan.
Karena orang yang pegang kendali atas keputusan perang di Iran, keputusan tarif yang menghancurkan ekonomi global, keputusan yang menentukan nasib jutaan orang di seluruh dunia ternyata secara eksplisit mengakui bahwa dia lebih nyaman dikelilingi oleh orang-orang yang tidak akan menantang atau mengkritisinya.
Dia tidak mau dengar cerita sukses orang lain karena itu mengancam ego-nya. Dia mau dikelilingi pendengar setia yang tepuk tangan saja.
Dan ini langsung menjawab banyak pertanyaan yang selama ini kita tanyakan. Kenapa penasihat-penasihat yang kompeten pada resign atau dipecat? Kenapa keputusan-keputusan yang diambil sering terasa impulsif dan tidak terkoordinasi? Kenapa narasi "perang sudah menang" terus diulang meski fakta di lapangan berkata sebaliknya? Karena orang yang tidak mau dengar versi sukses orang lain — pasti juga tidak mau dengar data yang bertentangan dengan narasinya sendiri.
Acyn@Acyn
Trump: I hang out with losers because it makes be feel better. I hate guys that are very, very successful and you have to listen to their success stories. I like people that like to listen to my success.
Indonesia

@angga_fzn I see, panteslah aku putus di hubungan hampir 8 tahun wkwk. Kita bareng dari SMA tapi emang belom siap dari segi apapun. Mau masuk ke difficult conversation akhirnya malah jadi debat dan berantem. But kenapa ya somehow ada perasaan "keknya gabisa sama dia sampe jenjang serius"?
Indonesia

Gue kemarin baca novel Crazy Rich Asians. Ada ucapan dari Eleanor Young yang nyantol di kepala:
Bahwa momentum itu lebih menentukan jadi/tidaknya sebuah hubungan ke pernikahan. Dari sekadar besaran rasa cinta itu sendiri.
Misal, pas sekolah / kuliah suka banget banget sama seseorang. Tp lu ga siap mental, pikiran, ekonomi, dsb. Pokoknya ga ready aja. Segimanapun berdua saling suka, kalau momentumnya ga pas, ya bisa aja bubar. Misal, pacaran tp jadi posesif atau suka berantem krn blm siap utk difficult conversation.
Tp kalo udh nemu momentumnya, misal udah stabil kerjaannya, udah lebih dewasa, dsb, maka lu bs aja nikah sama seseorang yang cinta-nya "just ok", ga harus menggebu2 kayak pas first love jaman muda dulu.
Indonesia

@Shory012 @oeussia Mjb, huhu ini terjadi di daerah aku. Anak cewe SD umur 12 tahun baru pulang dari kios ibunya. Dia masuk rumah, baring di ruang tamu. Pintu rumahnya ditutup tapi emang ga dikunci. Tiba² ada cowo (30th) nyelonong masuk dan perkaos si anak ini. Pdhl pakaiannya ya normal. Gilaaa😭
Indonesia

Pliss ipusnas, aku baru kemarin minjem "Sisi Tergelap Surga". Mana lama nunggu antrean, pas dapet malah eror😭
Ekspedisi Indonesia Baru@idbaruid
Cara berhemat versi Prabowo.
Indonesia

@tanyarlfes Sejak kapan ga ngasih THR = Pelit? Logical fallacy
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

Gw punya temen yang jam tidurnya rapi banget. Bukan karena dia punya ritual malam yang ribet atau minum suplemen tidur mahal-mahal.
Caranya sederhana banget tapi konsisten dari kecil.
Dia cuma punya satu aturan soal kasur kasur itu tempat tidur. Bukan tempat nonton. Bukan tempat scroll TikTok. Bukan tempat makan. Bukan tempat rebahan sambil gabut.
Kalau sudah jam tidurnya misalnya jam 10 malam dia masuk kasur. Titik.
Kalau belum ngantuk pun dia tetap di kasur. Tidak pegang hp. Tidak buka laptop. Cukup berbaring gelap. Dan kata dia tidak butuh lama biasanya langsung ketiduran karena otaknya sudah paham sinyal itu.
Sebaliknya begitu jam bangunnya tiba misalnya jam 5 pagi dia langsung bangun. Tidak rebahan lagi. Tidak snooze. Kasur langsung ditinggal.
Dan ini yang menarik secara logika.
Otak kita itu asosiasikan tempat dengan aktivitas. Ini namanya sleep hygiene konsep yang sudah dibuktikan riset. Kalau lu sering rebahan di kasur sambil main hp, nonton, atau makan otak lu akhirnya tidak lagi baca kasur sebagai sinyal tidur. Kasur jadi sama aja dengan sofa atau lantai.
Temen gw ini justru jarang rebahan di kasur kalau tidak mau tidur. Kalau mau santai dia di lantai atau sofa. Kasur hanya untuk tidur.
Hasilnya begitu badannya menyentuh kasur otaknya otomatis masuk mode tidur. Seperti ada alarm internal yang sudah terpasang sendiri.
Tidak ada aplikasi. Tidak ada suplemen melatonin. Tidak ada white noise.
Cuma konsistensi yang dibangun bertahun-tahun sampai jadi kebiasaan tubuh.
Yang paling susah dari cara ini memang di awal. Karena kita semua sudah terlanjur biasa pakai kasur untuk segalanya. Dan bongkar kebiasaan itu butuh waktu.
Tapi kalau sudah terbentuk tidurnya jadi salah satu hal yang tidak perlu dipikirkan lagi.
sya@arsenatasyas
anyone yang pernah punya problem tidur, cara benerin tidur yang paling ampuh versi kalian apa? terima kasihhh 🙏🏻
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

@world_watcher01 Ada penelitian yang bilang bisa diganti dengan tidur siang, selama total tidur per harinya mencapai 7-8 jam.
Ada opsi lain juga yang bilang "bayar tidurnya" bertahap
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

Kurang tidur berasosiasi dengan gangguan pada konektivitas otak, khususnya yang berperan pada kemampuan memori.
Penurunan kemampuan memori tersebut bahkan sudah terjadi dengan kurang tidur hanya 1 hari.
Nah penelitian pada tikus memang ternyata menunjukkan bahwa memang kekurangan tidur bisa mengganggu produksi protein yang berperan pada pembentukan hubungan antar sel saraf di otak.
Yang perlu diperhatikan adalah kurang tidur tersebut gak bisa ditebus hanya semalam. Jadi pasca begadang, gak cukup tuh 1 hari tidur cukup untuk membayar penurunan kemampuan kognitifnya.
Semoga bermanfaat!
Sumber penelitian pada tikus:
Sleep deprivation impairs memory by attenuating mTORC1-dependent protein synthesis
Night Sky Today@NightSkyToday
BREAKING🚨: Sleep deprivation literally shuts down the brain’s production of critical proteins needed for memory and learning.
Indonesia
Nanasiyu🍍 retweetledi

1. Our skeletons are wet.
2. your nose is ALWAYS in your line of sight, but your brain ignores it
3. When you receive a donated kidney, they don’t take out the bad one. They just add the good one in.
4. Your immune system doesn't know you have eyes. Otherwise, it would attack them and make you blind. injuring one eye can introduce eye bits to the bloodstream and basically give your immune system the knowledge of having eyes. then it might decide it really fucking hates that and attack your non-injured eye.
5. The quality of the male sperm is responsible for morning sickness, preeclampsia, baby’s gender and almost every single pregnancy related issue.
6. You breathe through one nostril at a time. Don’t believe me? Put your finger below your nose and try.
7. The brain itself has no nerve endings, so it can’t feel pain. That’s why patients can be wide awake during brain surgery and made to perform certain actions.
8. That ringing in silence isn’t silence
When everything is quiet and you hear a faint ringing?
That’s your brain listening to its own nervous system.
You are hearing yourself functioning.
9. You will never experience your own death.
You only experience approaching it… Then nothing.
Everyone else gets closure, stories, funerals, and memories.
You don’t.
You never know you’ve become a memory.
From your perspective, the story just stops mid-sentence.
preye🤎@tessysmitha
What’s a creepy fact about the human body you wish you never found out?
English

@diputusinkamuu @sibiwl Kak kita sama. Akutuh gabisa naksir sama strangers. Kayak, at least aku temenan deh atau sekadar saling kenal walaupun ga kenal deket² banget. Bener, soalnya gabisa raba² sifat mereka gitu kalo strangers 😭
Indonesia

@sibiwl jd ada benernya ya gue selalu naksirnya sm org yg dh w kenal, keknya sm strangers tuh cmn 10/100 deh presentasenya😭😭😭 at least udh bs ngeraba2 sifatnya kek gmn hahah
Indonesia

First date gw full bayarin kopi, makan, uang parkir bahkan pas mau pulang dia minta tambahin uang bensin, bener bener langsung gw tinggal naik gojek gw mampir famima buat beli makan lagi☺️ abis itu dia send long text, bodoamat ilfeel mampus.
gw tau kesusahan orang beda beda, cuma kalau lu emang lagi gak punya duit nggak usah ngerengek ngajak ketemu mulu, kalau lu ngajak ketemu anak orang apalagi lu cowok berarti lu harus siap buat ngeluarin uang, shibaaaal.
nay jadi opsi kedua🪷🫧🪸🦪🧜🏻♀️@biscutemarry
pernah gk si lu ilfeel bgt pas first date after that kayak lgsg mikir anjir serius ada orang kaya gini?
Indonesia

@RecehinAjaid Semuanya bisa. Walaupun nomor 6 masaknya kayak ngajakin perang, kudu buat tameng pake tutup panci🤣
Indonesia
















