Sabitlenmiล Tweet
๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ
19K posts

๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ
@pitriiff
โ๏ธ ๐๐๐ฅ ๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ค๐ฅ, โ๏ธ โป๏ธ
idk, im lost Katฤฑlฤฑm Haziran 2012
190 Takip Edilen232 Takipรงiler
๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ retweetledi

@singgih_oktav @merapi_uncover sorry tp itu yg terjadi saat ini ๐
Indonesia

@pitriiff @merapi_uncover fomo olahraga mah 100% baik. tapi kalau cuma demi validasi dan gengsi di sosmed mah ngapain wkwk
Indonesia

Tolong akun saya disamarkan min.
Setiap hari, khususnya di hari libur, Jogja dipenuhi banyak orang yg berolahraga, mulai dari sepeda, jalan kaki hingga lari. Tentu saja itu hal positif karena berolahraga dan aktifitas yg baik.
Mengenai hal baik ini, ada yg ingin saya tanyakan diluar menyalahkan siapapun itu. Apabila ada pemotor yg melewati trotoar, itu adalah hal yg salah. Tetapi apabila pelari tidak menggunakan trotoar dan lewat dijalan apalagi itu bergerombol, apakah itu juga salah? (Selain event resmi). Apabila memang tidak diperbolehkan karena membahayakan, siapa yang seharusnya menegur atau mengatur agar tidak terjadi hal yg tidak diinginkan?
Tentu saja pertanyaan ini bertujuan untuk menambah wawasan saya, barangkali ada pengetahuan baru yg bisa saya dapatkan dari postingan ini. Terima kasih.

Indonesia

@VikirBaskervl besok training sama saya pak. gitu kata dia mah
Indonesia
๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ retweetledi

Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.

Indonesia

@anggarasamvdr 2013-2015 itu adalah rutinitasku saat bosan.
Indonesia

@bandaryaoi @yappingfess jijik bgt gada harga dirinya ๐ญ kenapa kekgini pede bgt di up. ngemis lho
Indonesia

@yappingfess Belum sah jadi suami, I mean. Belum menikah, laki-lakimu gak punya tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhanmu, jadi penuhi kebutuhanmu sendiri, nder.
Tolong. Kamu gak digedein jadi pengemis, kan? Jangan jadi pengemis, atau nourishing mental pengemis. Jijik.
Indonesia
๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ retweetledi

@cenbiu Topik bcra gk nyambung ok lah, tp klo bawa2 gelar dan adab, oh tidak bisa nder. Gk semua yg berpendidikan tinggi adabnya bagus, gk semua yg berpendidikan rendah adabnya jelek. Pendidikan itu privilege, perangai pun sama krna gk smw org pnya privilege lahir di lingkungan baik.

Indonesia

@ayoung_kanghan @ythserafina Stop ya. Wkwkwkw.
Ga sekalian nasdyem
Indonesia

@irwanugrahap bener lagi. kuat disitu. tapi we never know hows money flow ya.
gpp.
setiap orang punya pendapatnya sendiri pasti
Indonesia

@IndiHome kak rumahku haus internet, balas dm kak ๐ซ
Indonesia

@kring_pajak Saya mau cek apakah NIK saya sudah terdaftar NPWP atau belum
Indonesia

@KucengTerbanggg GL Pro : nyungsep tehtehan diperempatan ๐
Indonesia
๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ retweetledi
๐ช๐ ๐ฆ๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐ฅ๎จ retweetledi

@cinemuach kejadiann di daerah saya, Cirebon Lemahabang, posisi lagi hujan, ada yang bilang korsleting listrik tapi saya tidak percaya, 268 kios hangus termasuk kios mamah saya, kios yang udah puluhan tahun menghidupi keluarga saya hanguss, pemerintah ga ada sama sekali nengokin warga nyaa.
Indonesia

@infoBMKG SIAPA TD BILANG JOGJA GA KERASA WOI!!!!!!
Indonesia













