Dodido

4.1K posts

Dodido banner
Dodido

Dodido

@plafonjebol

EXPLICIT CONTENT

Katılım Şubat 2020
95 Takip Edilen55 Takipçiler
Dodido
Dodido@plafonjebol·
@BudiBukanIntel wkwkwk emang bener twitter bukan tempat gue, isi komen nya malah bahas diluar konteks, kan yang dibahas tentang penegakan hukum nya, bukan simpati sama personal nya
Indonesia
0
0
0
87
Dodido retweetledi
Tomket Lovers Community
Tomket Lovers Community@TomketLovers·
Cewe punya duit itu ga akan berisik , yang berisik itu cewe yang ga punya duit nuntut cowo untuk ber duit , padahal dia ga bisa apa apa tapi minta realistis
Indonesia
90
161
876
29.3K
Molen_Ubi
Molen_Ubi@m0i_m0y·
@KapudS640 Mau lu ganti cewek juga bakal sama Nder, kalau mereka bilang enggak berarti iya. Daripada ribut beli aja dua buat cadangan, pasti dia makan. Ego lu enggak akan pernah seimbang sama perasaan cewek kalau dibuat keras! Ah…
Indonesia
298
2
50
61.6K
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Hari ini gue putus sama pacar gue. alasannya jujur bikin gue capek sendiri. Jadi gue lagi drive-thru di McD. Gue tanya baik-baik: “Kamu mau es krim juga nggak?” Dia jawab: “Enggak usah.” Oke. Karena dia bilang enggak mau, ya gue beli satu. Logis kan? Di perjalanan gue makan tuh es krim. Nah tiba-tiba dia berubah diem. Mukanya mulai asem kayak habis nyedot jeruk nipis satu kilo. Gue bingung. Pas gue tanya kenapa, dia malah ngambek karena gue nggak nawarin es krim gue ke dia. Lah? Bukannya tadi udah ditanya? Bukannya tadi jawabannya “enggak mau”? Gue tuh paling capek sama model beginian. Ngomong A, maunya B. Pas kita nurutin omongannya, kita malah disalahin karena nggak bisa baca pikiran. Kalau pengen ya bilang pengen. Kalau mau nyobain ya ngomong. Ini bukan ujian indra keenam. Yang bikin gue makin males, dia malah bikin gue seolah-olah cowok nggak peka. Padahal dari awal gue udah nanya. cc:threads
Indonesia
1.2K
1.2K
17.7K
1.5M
Dodido retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
372
8.5K
12.1K
739.6K
Dodido
Dodido@plafonjebol·
@leony_ip persiapan serok di 5ribuan 😍
Indonesia
0
0
0
10
marung wadura
marung wadura@aimr0d·
Jelek Jelek Masih bisa diignore Jelek
Indonesia
19
164
2.5K
179.1K
Seputar Tetangga
Seputar Tetangga@SeputarTetangga·
Ada remaja lagi berenang di Lake Königssee, Jerman, nemu emas batangan 500 gram di dasar danau. Temuannya dia serahkan dan laporkan secara resmi ke pihak berwenang. Emas tersebut diselidiki selama 6 bulan. Gak ada laporan pencurian atau kehilangan soal emas ini. Gak ada juga yg dateng ngeklaim. Jadi, sesuai hukum di Jerman, barang dikembalikan ke penemunya 😁.
Seputar Tetangga tweet media
Indonesia
547
2.3K
29.7K
1.9M
Dodido
Dodido@plafonjebol·
@spit_fountain orang minta refund pas udah direfund, malah dikatain baper 🤣
Indonesia
0
0
6
1.4K
Dodido
Dodido@plafonjebol·
there’s still a lot to be improved fuckkkkkkkkkkkkkkkk
English
0
0
0
12
Dodido retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47K
102.3K
11.1M
Dodido retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Bayangin kalo kejadiannya dibalik:
SobatMiskinTV tweet mediaSobatMiskinTV tweet mediaSobatMiskinTV tweet mediaSobatMiskinTV tweet media
Indonesia
1.4K
2.9K
15.3K
4.2M
Dodido retweetledi
DARA GADIS BORNEO
DARA GADIS BORNEO@Dara_Cega·
Secara logika bisnis, perusahaan yang memenangkan tender sebesar 21.800 unit (yang nilainya dipastikan mencapai ratusan miliar rupiah) idealnya memiliki infrastruktur kantor dan gudang yang representatif. ​Indikasi Perusahaan "Boneka": Kantor di gang sempit sering kali menjadi ciri khas perusahaan yang dipinjam benderanya atau perusahaan baru yang dibuat khusus untuk memenangkan proyek tertentu tanpa memiliki rekam jejak atau kapasitas riil yang memadai.
DARA GADIS BORNEO tweet media
Indonesia
177
2.7K
6.3K
230.3K
Dodido
Dodido@plafonjebol·
@Yelz_Engel asep kontol, udah miskin malah mau nambah istri
Indonesia
1
0
0
405
Yelz
Yelz@Yelz_Engel·
Hanya Asep dan kisah Cintanya yang tak kenal kata menyerah.
Yelz tweet mediaYelz tweet mediaYelz tweet mediaYelz tweet media
Indonesia
247
549
2.6K
282.8K
Dodido retweetledi
Kuku bima
Kuku bima@walakeke_·
@Akun80741 Padahal setau gw klo jalan naik motor standarnya naik. klo ga, pasti di bilangin orang
Indonesia
19
56
438
24.3K
Dodido retweetledi
annie.
annie.@Cutooie·
One day, you will do Hajj and umrah too
English
69
1.1K
7.1K
65K
KOLONI GIGS
KOLONI GIGS@kolonigigs_·
Dapet info A1, ada band luar berawalan huruf D yang bakal ke Indo tahun ini. Siapa? 👀
GIF
Indonesia
271
5
210
124.6K
Dodido retweetledi
Ismail Patel
Ismail Patel@Ismailadampatel·
Masjid Al-Aqsa needs your help. Keep campaign for its opening #HandsOffAlAqsa
English
32
4.5K
10.1K
78.9K